Mar 11, 2016

Jaman Sekarang Banyak Ceramah/ Tausiyah yang Kering Ruh

Harusnya... Harusnya lho...? Harusnya ketika ada tausiyah dari Ustadz atau Kyai maka kita menyimak dengan khusuk. Kita tutup mulut, buka telinga dan hati agar apa yang Ustadz sampaikan dalam tausiyahnya bisa mengena dan memberikan efek spiritual. Harusnya begitu, sebab apa yang Kyai sampaikan adalah jalan kebahagiaan, jalan kenikmatan dan jalan keselamatan.

Tapi faktanya....???

> Sebagian mainan HP
> Sebagian besar ngantuk
> Sebagian malah ngobrol dengan teman sebelahnya
> Sebagian diam namun fikiran melayang entah kemana
> Dan (mungkin) cuma sebagian kecil saya yang benar-benar menyimak.

Bayangin aja waktu khutbah atau tausiyah sholat Jum'at, lalu perhatikan jamaahnya. Ternyata banyak yang nggak nyimak, betul ndak..??

Pasti ini ada yang salah, pasti itu. Namun siapakah yang salah...???

> Ustadz/ Kyai yang menyampaikan ceramah/ tausiyah
> Atau jamaah yang bodoh ilmu agama..??

Siapa yang salah, saya tidak tahu. Tetapi nyata-nyata ada yang tidak beres. Kalau mau dakwah kita sukses, maka temukanlah ketidakberesan itu kemudian cari solusinya, cari obatnya.

Perlu terobosan didalam memberikan ceramah, supaya pesan dakwah yang hendak kita sampaikan bisa masuk kepada jamaah. Sebab percuma dan sia-sia saja ketika kita bicara sampai berbuih namun tidak ada yang mendengarkan. Cuman capek doang.. :)

Terobosan apa..?? Ya itu tadi, saya juga tidak tahu.. hehehe

Namun kalau saya cermati dan amati Jaman Sekarang Banyak Ceramah/ Tausiyah yang Kering Ruh. Jadi ruhnya kurang, energinya nggak ada. Powernya kurang mampu menyetrum jamaah, sehingga pada ngantuk.

Sebab yang banyak diberikan/ diceramahkan adalah teori. Banyak tema2 yang disampaikan hanya hapalan semata-mata, sehingga kurang mampu memberikan efek. Kalau hapalan mah tidak harus ustadz, saya juga bisa. Kasih waktu sehari dua hari maka cukuplah sebagai syarat menyampaikan ceramah/ tausiyah agama.

Terus apa yang sebaiknya disampaikan...??

Apa saja ilmu agama yang baik, ilmu akidah, fikih, syariat dan lain sebagainya, namun bingkai semuanya dengan hikmah. Maksud ane begini,

Misalnya ceramahnya tentang sedekah, kemudian memberikan ayat dan dalil kepada jamaah. Lalu ada juga hadist-hadistnya. Namun jangan lupa bingkai dan bumbui dengan pengalaman nyata penuh keajaiban tentang sedekah.

Seperti yang biasa disampaikan oleh Ustadz Yusuf Mansur. Selain pendiri PPPA Darul Qur'an beliau juga Pres Dir PT. Treni dengan produknya paytren yang sudah saya ikuti dan jalani. Setiap ceramahnya begitu powerfull sebab beliau menerapkan dan mengalami sendiri hikmah amalan dan atau ilmu


Sebab kalau berbicara segala sesuatu yang sudah kita terapkan akan lebih powerfull. Apalagi dari penerapan itu menghasilkan efek yang dahsyat, maka akan lebih powerfull lagi.

Jadi ada beberapa hal yang diperlukan sehingga ceramah/ tausiyah yang kita sampaikan lebih didengar dan mengena, yakni..
  • Penguasaan materi/ hapalan
  • Kadar penerapan
  • Kualitas hikmah yang didapatkan

Saya kira ketiganya cukup untuk menjadi wasilah tausiyah kita semua bisa disampaikan lebih powerfull, penuh energi dan daya sehingga bisa menjadi pemicu daya itu tersetrum kepada jamaah yang berkumpul dan mendengarkan.

Wallahu A'lam

NB
  • Mau belajar hikmah dan kehidupan? Silahkan ikuti panduan 77 hari manajemen hati, klik disini
  • Mau ikut saya bisnis paytren dan berada dalam komunitas yang dahsyat? Klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment