Mar 17, 2016

Inilah Biang Kerok Kesulitan, Kesusahan dan Ujian Hidup Kita

Mengapa hidup kita buruk? Penuh kesulitan, penuh kesusahan, penuh ujian hidup yang rasanya sangat berat. Stres rasanya.. Apakah penyebabnya? Atau siapakah penyebabnya? Sebelum membahas singkat silahkan simak dulu pertanyaan sahabat by SMS berikut ini yang saya edit seperlunya,


Assalamualaikum. Pak Adhin... Maaf Pak sebelumnya saya ganggu. Saya punya permasalahan hutang yang banyak. Saya bingung Pak harus cari uang kemana. Saya kasihan sama anak-anak saya selalu tak marahi karena saya stress mikirin hutang. Ditambah lagi tetangga suka memicingkan mata dan menghina.

Jawab: Waalaikum salam. Mari kita doakan ybs segera mendapatkan solusinya sehingga hutangnya lunas dan tidak dihina oleh orang lain lagi. Doa kembali kepada kita semua.

Saya tidak hendak menjawab detail pertanyaan diatas. Kali ini saya mau mengajak kawan-kawan untuk sesekali merenung, 'mengapa hidup kita selalu buruk dan kacau'

Coba sekali-kali merenung untuk kemudian MEMAKSAKAN diri mengakui bahwa kitalah biang keroknya, untuk kemudian belajar memperbaiki diri. Biang kerok dari kehidupan kita yang buruk, misalnya:

> Pekerjaan buruk dan tidak menjanjikan
> Kesulitan bisnis dan keuangan

> Hutang menumpuk dan tambah menumpuk
> Minimnya teman/ relasi
> Kurang penghargaan dan pengakuan dari orang
> dsb


Mengapa kehidupan buruk itu terjadi? Sebab KUALIATAS diri ternyata juga buruk. Meski pahit terpaksa harus saya katakan demikian.

Sekarang ini kita merasakan penderitaan dalam bentuk azab dan ujian yang tiada henti karena kualitas diri kita memang nyata-nyata buruk. Masa lalu yang seharusnya diisi dengan belajar dan terus belajar, bekerja dan terus bekerja faktanya sering kita isi dengan aktifitas yang sia-sia.

Dan yang seringkali membuat kita prihatin adalah buruknya pengendalian diri. Buruknya manajemen hati, manajemen emosi. Jiwa kita kerdil dan mudah rapuh sebab dari dahulu tidak dilatih.

Karena jiwanya buruk maka yang keluar dari mulut kita juga kata-kata buruk dan the looser. Mudah berprasangka negatif kepada orang lain, kepada kejadian dan bahkan kepada apapun. Rapuh ketika menghadapi ujian ketangguhan sebab yang diinginkan adalah kenyamanan tanpa usaha.

Makanya ketika ada ujian hidup, makin lama makin berat yang keluar selalu saja kata-kata meminta belas kasihan.

Misalnya ketika hutang tak kunjung lunas, maka biasanya kata-kata yang keluar itu gini,

"Aduuh hidupku kok begini,,, banyak hutang"

"Ya Tuhan, mengapa hidupku menderita begini..??"

"Saya stress, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tolong saya Pak?"

Dan kata-kata the looser semacamnya. Kenapa kita tidak belajar saja dari ujian ini? Belajar menerima, belajar ikhlas, belajar pasrah. Tidak mudah memang, namanya juga ujian kenaikan kelas. Selama kita tidak mau belajar hikmah kehidupan dari ujian hidup yang kita alami maka jangan ngimpi ada solusi. Jangan bermimpi ada uang sekarung turun dari langit. Tidak akan ada...

Selama kita tidak mau belajar maka selama itu pula jiwa kita semakin buruk. Dan jiwa buruk itu tidak akan manfaat baik untuk diri kita apalagi orang lain. Kalau orang lain sudah tidak ada manfaat maka otomatis tidak akan ada penghargaan. Makanya jangan heran kalau sering dihina dan lihat sebelah mata.

Sebab apa? Sebab kita memang tiada kualitas, tiada manfaat. Siap-siap terpinggirkan. Simak sentilan dari Mas Ippho dibawah ini,

...........................................................................................................

Dari segi kebermanfaatan, adakah persamaan mendasar antara barang dan orang? Ya, sedikit-banyak ada persamaannya... Barang kalau kurang manfaat, akan dipinggirkan. Lalu msk gudang. Lalu masuk tong sampah. Demikian pula manusia, sedikit-banyak ada kemiripan. Sekiranya keberadaan kita dianggap kurang bermanfaat maka diri kita pelan-pelan dilupakan. Dipinggirkan. Ini fakta pahit & nyelekit tp valid. (Sumber twitter @ipphoright)

...............................................................................................................

Oleh sebab itu seberat apapun ujian hidup yang kita alami sekarang belajarlah melakukan ini,

> Menerima
> Ikhlas
> Sabar

Kemudian bingkaikan semuanya dalam senyuman, sebab sudah dan sedang mendapatkan pengajaran dari Tuhan. Senyuman manis, meskipun faktanya pahit dirasakan dalam hati, tetapi cobalah netralkan dengan senyuman itu tadi.

Yuuk belajar dan belajar lagi menjadi lebih tangguh. Insya Allah solusi dan jalan keluar hanya soal waktu

Wallahu A'lam

NB

  • Mau belajar rahasia kunci sukses, yaitu panduan 360 hari menarik sukses..?? Klik disini
  • ATau belajar manajemen hati menuju ketangguhan? Sebab kalau pribadi sudah tangguh siap-siap saja menerima karunia dan keajaiban. Ikuti panduan 77 hari manajemen hari disini. 


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment