Mar 30, 2016

Biarkan Allah Saja yang Bekerja untuk Kita..??

Assalamualaikum, Pak adhin maaf setelah saya bandingkan antara buku YM ( pentalogi Twitbook 2 ) vs buku AB ( mpk ) terdapat perbedaan pandangan yg sangat prinsif . pada mpk hal 66 sangat jelas sekali bahwa substansi dari bacaan tersebut adalah jika ingin kaya maka kita usaha keras & maksimal, smntara pada buku Pntlogi twitbook2 bahwa substansi bacaanya adlah jangan andelin usaha, jgn andelin kerja, jangan andalin ikhtiar ,jgn andelin otak & otot dll ), mau apa2 andelin Allah aja, Allah dulu, Allah lagi & Allah terusss.....,  beda bangetkann ??? gimana nihhh...??????

Pertanyaan dari sahabat diatas sangat menarik untuk kita bahas. Sebelum membahas mari kita baca uraian dari Ustadz Yusuf Mansur berikut ini yang berjudul Biarkan Allah yang Bekerja,

................................................................................................................

"BIARKAN ALLAH YANG BEKERJA"

Don’t be Panikers. Yang ngasih rizki, Allah koq. Tenang. Tenang. Saatnya introspeksi semua dosa, kelalaian, kesalahan, dan kesengajaan kita juga.

Allah itu Maha Baik. Dia Maha Rahman. Yang ga baik juga bakalan tetap dikasih rizki-Nya. Tapi masa iya ga ada rasa malu di kitanya jika ga baik?

Ketahuilah, Karunia dan Rizki Allah itu ga terbatas. Kehendaknya di atas segalanya.

Nabi Musa as dan kaumnya, dah mentok. Depan, laut membentang. Belakang, Fir’aun dan Tentaranya. Dah ga bisa dan ga tau mau gimana dan kemana. Tapi Allah kasih jalan tuh.

+ Kita kan bukan Nabi Musa as?

– Hahaha. Iya. Kita Yusuf dan Mansur. Tapi kalo Tuhan kita sama, yakinnya sama, Apa Yang Ga Mungkin?

Nabi Ibrahim as, dah di dalam api yang membara. Tapi Allah berfirman, qul yaa naaru, kuunii bardawwasalaaman ‘alaa Ibroohiim. Api pun dingin. Ga ngaruh.

Nabi Yunus as, gelap berganda-ganda. Di laut, di dalamnya, cenderung ke dasar, malam pula, dan di mulut ikan besar. Tapi yaaa Allah…

+ Apa?

– Sabar…

Zikir, Doa, Rintihan, Nabi Yunus as, didengar Allah Malaikat-Nya. Yakin, Nabi Yunus as dah ga bisa ikhtiar apa-apa saat itu. Apa Yang Ga Mungkin?

Nah, apalagi kita mestinya. Belom dihadapkan sama Fir’aun, tentaranya, dan laut. Belum dibakar di dalam api. Belum ditelen ikan di laut. Dan masih bisa ikhtiar.

Hanya yang ga mau memanggil Allah. Hanya yang ga mau minta tolong sama Allah. Masih terus panik, dan bahkan meledek yang beriman. Yang tidak ditunjukkan Kuasa Allah.

Ketika kita sudah tidak bisa lagi bekerja… Maka coba, “Biarkan Allah Yang Bekerja…

_Ust Yusuf Mansur_

........................................................................................................

Mari kita sedikit membahasnya. Sebelum membahas hal ini ingin saya sampaikan bahwa Ustadz Yusuf Mansur guru saya juga. Insya Allah saya kenal dekat dengan beliau dan beliau juga kenal dengan saya, meski nggak dekat... hehe

Karunia Allah tak terbatas, rizky Allah demikian juga. Semua juga paham dan tahu akan hal ini.

Kita membaca bahwa Nabi Musa as pernah dalam keadaan mentok. Pertanyaannya adalah apakah sebelum mentok beliau ongkang-ongkang kaki..?? TIDAK... Bahkan perjuangan Nabi Musa as dan kaumnya sangat luar biasa didalam menghindari kejaran Firaun

Kemudian ada kisah Nabi Ibrahim as yang dibakar api. Pertanyaannya sama, apakah sebelum dibakar api oleh Raja Namrudz beliau diam-diam saja...?? TIDAK. Bahkan dakwah Nabi Ibrahim as begitu luar biasa dan berani. Misalnya menghancurkan seluruh berhala kecuali 1 saja.

Ada juga kisah Nabi Yunus as yang ditelan ikan besar. Apakah sebelumnya beliau hanya ala kadarnya dalam berdakwah kepada kaumnya...?? TIDAK sama sekali. Bahkan beliau berdakwah selama bertahun-tahun, puluhan tahun namun tidak ada respon dari kaumnya.

Naaah... mulai ketemu benang merahnya... Semua dimulai dengan usaha keras dan maksimal, selebihnya tawakal akan hasilnya kepada Allah swt..

"Jangan andelin ikhtiar tetapi andelin Allah saja. Allah dulu Allah lagi Allah terus". Itu betul, jangan andelin ikhtiar tapi andelin Allah saja. Ikhtiar itu hanya jalan, hanya wasilah. Jangan jadikan ikhtiar itu tuhan. Namun juga jangan seakan-akan dikembalikan kepada Allah swt sementara kita ongkang-ongkang kaki. Padahal KITALAH yang sedang DIUJI. Jangan sampai kedoknya ngandelin Allah, padahal aslinya MALAS. Nah lo..??

Nah bahasan hidup adalah ujian harus tahu tuh... Harus paham dan mengerti dengan baik. Kita itu diuji sebagaimana ujian sekolah. Kita diawasi sebagaimana saat ujian berlangsung. Apakah ketika kita ujian sekolah lalu tidak dikerjakan dengan alasan biar guru yang ngerjain...?? Kalau begini caranya maka nilai kita bakalan JEBLOK.

Di kehidupan ini, kalau kita tidak BERJUANG, tidak BERUSAHA dengan maksimal maka nilai ujian PASTI jeblok. Sebab apa..?? Sebab hidup ini adalah ujian. Dalam bahasa saya gini, Allah melihat hamba-hamba_Nya, yakni siapa-siapa yang berpikir dan bekerja keras didalam menyelesaikan soal-soal ujian dan siapa yang malas.

Semoga mulai faham dengan penjelasan ini...

Allah dulu Allah lagi dan Allah terus artinya dalam setiap helaan nafas, setiap tapak perjuangan, setiap tetesan keringan dan semua-semua yang lain disandarkan kepada_Nya. Mau hasilnya jelek, bagus, baik atau buruk tetap berbaik sangka. Yang penting sudah berusaha maksimal, masalah hasil itu sudah bukan wilayah kita lagi.

Daaan ketika sudah BERJUANG MATI-MATIAN bahkan sampai mentok, maju kena mundur kena lalu terjadi sebuah kejadian yang tidak bisa ditolak, maka disinilah maksud dari menyerahkan kepada Allah. Ketika sudah bekerja maksimal namun tetap tidak ada uang buat bayar hutang, sehingga pada hari H akan kedatangan debt collector, dan atau petugas, maka disinilah saatnya kita TAWAKAL dan menyerahkan semua RESULT kepada_Nya.

Understand ya..?? So mulai saat ini jangan jadikan kedok ngandelin Allah untuk bermalas-malasan. Ustadz Yusuf Mansur perlu dicontoh tuh, sebab ane kenal banget. DOA beliau tidak perlu diragukan lagi, namun action beliau juga demikian. Jauuh diatas kita-kita.

Yuk belajar lagi. Saya belajar dan kita semua kudu belajar juga. Belajar membaca, kemudian memahami dan meyakini sehingga menemukan hikmah kehidupan. Jangan sampai kita belajar kemudian terpaku kepada susunan kata atau kulitnya saja. Tetapi libatkan hati dan pikiran sehingga benar-benar memahami secara keseluruhan.

Wallahu A'lam

NB

--> Mau Belajar Hikmah Hidup dan Rezeki..?? Ikuti panduan 360 hari menarik sukses Rahasia Kunci Sukses. Klik disini
--> Mau belajar 77 hari manajemen hati menuju ketangguhan, dan keajaiban..?? Ikuti panduan magis7. klik disini
--> Ikuti FB baru saya di https://www.facebook.com/AdhinBusroAlHafiz
--> Twitter baru ane di https://twitter.com/Adhin_Busro
--> Contact WA: 088218128084 atau WA 08811123074



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment