Feb 1, 2016

Saat Melihat Tuhan yang Tiada Terlihat (The Return of Tauhid)

Apakah Allah swt bisa dilihat oleh mata kepala? Jawabannya tidak bisa. Melihat matahari saja kita tidak akan mampu apalagi melihat Pencipta matahari dan trilyunan bintang bersinar lainnya. Namun ada saat dimana kita bisa melihat Tuhan yang Tiada terlihat. Bagaimanakah caranya? Baca uraian sajak berikut ini,


.......................................................................................

Ribuan kata ribuan sabda bijaksana hanya setitik menyuntik ketangguhan. Sebab waktu dan proses bisa saja memusnahkan istikomah dlm tujuan.

Ada saat sulit, penuh tekanan yang memicu pikiran buntu. Ada saat titik nadzir yang mengharu biru. Dan ada saat jatuh bersimpuh peluh. Kesedihan demi kesedihan seakan tanpa tepian.

Saat itu ribuan buku tak mampu menghibur kalbu. Ribuan pujangga tak bisa membangkitkan jiwa. Semua luruh dalam ujian yang berat nian

Pandangan mata menatap kosong. Pikiran sebagaimana orang yang sakit jiwa, bengong.

Tiada harapan akan masa depan terang. Jatuh terduduk bersimpuh, lalu tak terasa bibir mengucap, "Oh Tuhan"

Tiba2 semua memudar, hilang lenyap tak bersisa. Hanya wajah Tuhan, kepada_Nya ia melihat diiringi beruraian air mata.

Entah kenapa sang hamba merasa bahagia ditengah badai ujian. Entahlah.... Karena sepertinya ia sedang larut dan terpesona, sehingga melupakan sakit dan derita.

.......................................................................................

Sobat bisa menyimpulkan maksud dari untaian saja diatas? Semoga... :)

Jadi begini sob...

Selama hati kita bertaut kepada yang lain dimana dianggap mampu menolong kita maka susah untuk melihat Tuhan. Selama ada Tuhan lain dihati kita sebagai tempat bersandar maka mustahil melihat kekuasan_Nya.

Apa tuhan lain tersebut? Misalnya

> Uang. Ada uang kita tenang. Nggak ada uang hati merasa takut, khawatir dan tidak tenang
> Manusia. Ini banyak jenisnya misalnya suami. Mau minta apa-apa langsung ke suami. Atau guru, kyai, orang pintar, dan berbagai bentuk manusia yang dipertuhankan
> Obat dan atau dokter. Ada obat hati merasa aman dari adanya penyakit. Ketika obatnya habis hati merasa takut dan cemas
> Jabatan, kekuasaan dll
> Benda2 mistis
> Berbagai khurafat dan takhayul

Daaaan masih banyak yang lainnya. Oleh karenanya seringkali Allah swt memberikan peringatan berupa ujian dan penderitaan. Semakin lama penderitaan itu semakin memuncak sehingga menjadi wasilah semua yang dipertuhankan tadi hilang lenyap. Ternyata itu semua tidak mampu membantu kita dalam kesulitan.

Ketika semua lenyap maka yang ada hanyalah wajah Tuhan Sang Pencipta Semesta Alam. Saat itulah sang hamba baru menyadari bahwa selama ini telah menduakan_Nya.

Kira-kira begitu.. :)

Kita semua kudu belajar tauhid. Saya juga masih belajar kok. Semuanya kudu belajar. Bukan buat siapa-siapa, namun buat diri kita sendiri. 

Wallahu A'lam

NB

Dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses. Rahasia membaca rezeki dan hikmah kehidupan. Klik disini untuk melihat detail



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment