Feb 17, 2016

Belajar Seni Komunikasi, Seni Mengendalikan Hawa Nafsu

Coba cermati ini, "Dul.... Anda itu gimana sih? Sudah jelas bahwa judi itu haram tapi anda masih juga melakukan. Anda itu fasik tahu nggak? Anda itu dzolim. Kalau anda tidak berhenti maka anda akan masuk neraka. Berhentilah dul... Jangan jadi orang nggak tahu diri"


Temans melihat ada sesuatu yang kedengarannya sumbang? Apa yang diakatakan orang diatas yakni menasehati seseorang yang melakukan dosa sudah benar, namun kayaknya ada nada-nada sumbang pada saat menyampaikan kebenaran. Betul nggak?

Contoh lagi nih....

"Pak RT tolong jangan gitu dong.. Seharusnya khan penyaluran sumbangan dari pemerintah kudu merata ke semua warga? Masak hanya anak yatim dan fakir miskin aja yang masuk itungan. Kok kami nggak dapat? Pak RT seharusnya jadi contoh bagaimana berbuat adil. Anda khan pelayan rakyat"

Hadeh, udah kerja nggak dibayar masih aja dapat omelan. Apa yang disampaikan warga diatas nampaknya benar, namun jelas ada nada-nada sumbangnya.

Nah kejadian diatas sering terjadi lho. Dan saya menulis artikel ini juga didasarkan pada kisah nyata kok. Yakni Beberapa hari ini banyak banget orang marah-marah. Ane cuman ngamatin siih. But selain mengamati sekaligus sebagai media belajar memperbaiki dan mengendalikan NAFSU dalam diri yang cenderung LIAR (baca: kegatelan). Dan dari asbabun nuzul diatas ane nemu sebuah kata-kata wisdom, 
"Dakwah kebenaran dengan cara yang salah hasilnya kalah"

Maksudnya adalah: Meskipun kita menyampaikan kebenaran namun dengan cara yang tidak baik, misalnya nunjuk-nunjuk, maka hasilnya adalah kesia-siaan bahkan permusuhan. Mana ada orang yang mau ditunjuk-tunjuk persis didepan batang hidungnya, ya nggak

Disinilah pentingnya belajar SENI menyampaikan sesuatu. Misalnya

> Seni dalam berdakwah
> Seni diskusi/ dialog
> Seni debat
> Seni presentasi
> dsb

Semua ada tekniknya, ada seninya. Jadi tidak ASAL NJEPLAK. Mentang2 yang diucapkan adalah kebenaran namun asal njeplak juga hasilnya sia-sia. Bukan cuma sia-sia malah nambah musuh.

oleh sebab itu yuuuk belajar lagi tentang SENI KOMUNIKASI. yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita belajar SENI MENGENDALIKAN JIWA/ HAWA NAFSU. Sepintar apapun seni komunikasi seseorang kalau nafsunya tidak dikendalikan juga akan kebablasan.

Bagaimana cara mengendalikan hawa nafsu? Bukan teori, bukan dari hasil baca sana sini, namun praktek. Jadi caranyanya guampang banget. Jalani aja hidup ini nanti juga akan ketemu kejadian-kejadian yang menggoda hawa nafsu/ jiwa.

Misalnya marahan ama istri, atau malah marahan ama tetangga. Atau pas ada duit 1 juta kepengin belu baju, disisi lain harus bayar sekolah anak. Ada buaanyaak kejadian real yang mana didalamnya kita bisa belajar bagaimana MENGENDALIKAN NAFSU.

Wallahu A'lam

NB

Dipersembahkan oleh Magis7, rahasia manajemen jiwa. Panduan 77 hari mengendalikan nafsu. Klik disini untuk detail



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment