Jan 18, 2016

Ternyata Tidak Mudah Menghadapi Ujian dengan Istikomah dalam Tauhid

Assalamualaikum. Saya Fulan dari Jambi. Saya mohon bantuan sumbangan dari bapak. Masalah saya, saya sudah sakit selama 2 tahun dan tidak sembuh2. Dan kini saya sudah tidak kerja lagi, sedangkan untuk kasih makan anak istri saya pinjam bank. Saya terpaksa melakukannya dan kini mendapatkan peringatan dari Bank. Tempat tinggal saya akan disita. Istri saya stress dan mau bunuh diri. Tolong pak saya minta sumbangannya. Kasihani saya pak, saya sudah tidak punya apa-apa lagi. Demi Allah saya tidak main-main. Saya benar2 bingung saya sakit istri juga sakit, gimana dengan anak2 saya yang masih kecil2. (SMS dari sahabat)

Jawab: Waalaikumsalam wrwb

Mari sebelumnya kita mendoakan semoga si Fulan siapapun dia segera terurai masalahnya. Perekonomiannya membaik, rumahnya tidak jadi disita. Semoga Allah swt berikan pertolongan_Nya. Amiin.

Ternyata tidak mudah menghadapi ujian yang rasanya beraaaat sekali. Dan faktanya tidak mudah kok. Apalagi bagi mereka yang belum memahami tentang IMAN dan TAUHID. Orang yang sudah paham saja dalam prakteknya susah, dan malah banyak juga yang tidak lulus ujian.

Sebagaimana posisi Bapak diatas.. Pasti berat. Beraat banget. Saya bisa ngerti karena dahulu pernah merasakannya. Sekarangpun merasakan meski dengan level ujian yang berbeda.

Apa solusi bagi masalah diatas? DOA. Tadi diawal-awal khan kita sudah mendoakan beliau. Kali ini saya mau berbagi sesuatu yang lain saja. Berbeda namun temanya masih sama yakni tentang istikomah dalam tauhid.

Ijinkan saya mengartikan TAUHID adalah belajar mengenal Allah swt sebagai satu-satunya Tuhan Yang Berhak diminta pertolongan. Ketika menghadapi ujian hidup maka Allah lah sandarannya. Meski seberat apapun, segenting apapun, seurgent apapun tetap menunggu Allah. Naah inilah yang keren.

Keren banget, namun susah pada penerapan. Bahkan seorang kyaipun merasakan hal yang sama, apalagi saya yang masih abangan ini.

Pertama adalah belajar TAUHID yakni menunggu datangnya pertolongan Allah. Kedua dalam prosesnya tetap ISTIKOMAH. Teruuuusss saja istikomah meskipun pertolongan itu menurut kita datangnya terlambat. Sampai-sampai kita ngomong, "Kapan ya pertolongan Allah datang". Ini menunjukkan betapa ujian itu bertubi-tubi namun pertolongan_Nya nggak datang-datang jua.

Inilah ujian istikomah. Inilah yang biasanya banyak manusia berguguran. Sebagaimana contoh diatas. Kalau beliau istikomah maka beliau tidak akan bergeming. Beliau akan melakukan apapun untuk menghidupi anak dan istrinya, demi keluarganya.

Sayangnya pada titik tertentu beliau menyerah yang mana diindikasikan dengan melirik sesuatu selain Allah. Apa itu? Bank, rentenir, dan semacamnya. Apapun alasannya ini sudah mencederai keistikomahan.

Seharusnya kalaupun terpaksa meminjam bank lapor dulu, "Robb, hamba mau pinjam bank boleh apa tidak?" begitulah bahasa kita2. Kalau kemudian beliau dilancarkan meminjam bank maka semuanya lancar. Kalau Allah tidak mengijinkan pasti akan ada asbab sehingga bank tidak acc pinjamannya.

Kita itu seringnya ingat Allah ketika mentok. Padahal ini salah. Meskipun masih untung, yakni untung ingat. :)

Tetapi ketika Allah swt hadir disaat-saat mentok, maka kitanya kudu sabar kalau pertolongan Tuhan juga disaat-saat detik terakhir.

Yaaaah begitulah

Mulai sekarang yuk belajar tentang TAUHID. Yakni bertuhan Allah swt. Kemudian setelah itu belajar ISTIKOMAH. Kalau sudah bertuhan Allah maka kudu istikomah. Jangan kasih kesempatan kepada tuhan2 lain selain Allah untuk mampir di hatinya. Siapa tuhan2 lain? Misalnya uang, jabatan, kekuasaan, aset, barang, benda, dsb.

Insya Allah ketika ujian istikomahnya lulus PASTI akan ada pertolongan. Dan kalau Allah sudah menolong maka kita akan mengalami yang namanya keajaiban. Pertolongan Allah selalu saja keren, cantik, wow. Kita akan terperangah karenanya. Kemudian menjadi wasilah bertambahnya iman. Kalau kemudian iman kita tidak bertambah maka saya khawatir itu bukan pertolongan Allah, tetapi bantuan syetan.

Emang ada bantuan syetan? Ada doong. Nantilah Insya Allah kapan2 kita bahas.

Sekian dulu. Wallahu A'lam

NB

Tauhid dan ISTIKOMAH dalam tauhid adalah tema yang kudu mulai sekarang kita pelajari, dan fahami. Makanya saya menyusun panduan untuk itu. Panduan rahasia kunci sukses yang saya susun selama bertahun-tahun seiring dengan proses kehidupan kami sendiri. Kalau berkenan belajar silahkan klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment