Jan 5, 2016

Menyengajakan Hidup Di Jedod-Jedodin, Naah lo..??

2 hari lagi kudu bayar anak sekolah. 5 Hari lagi kudu bayar angsuran rumah. 1 Bulan lagi kudu bayar beberapa tagihan bulanan. 2 Bulan lagi kudu bayar uang gedung untuk anaknya yang masuk SD. Celakanya sekarang ini sedang tidak ada uang sama sekali. Apa yang kemudian dilakukan? Menjedodkan diri... Naah lo..?

Maksudnya bagaimana dnegan menyengajakan hidup di jedod-jedodin? Gini..

Ketika saat ini tidak ada uang sama sekali lalu kepikiran dengan HP yang ada beberapa buah, yang mana satu bisa dijual. Apakah HP nya dijual? TIDAK, malah disedekahkan.

Lalu kepikiran dengan kulkas dirumahnya ada 2. Kalau dijual satu paling tidak bisa menutup beberapa tagihan. Lalu apakah dijual? TIDAK, ternyata malah diberikan kepada orang lain.

Dan apapun yang terpikirkan bisa dijual sehingga sedikit banyak bisa membantu menyelesaikan beberapa tagihan, FAKTA nya tidak dijual, malahan disedekahkan. Kemudian apa lagi? Ternyata ada yang lebih gila lagi. Sudah tahu tidak punya uang namun ikut membeli saham sedekah masjid dimana masing2 lembar saham sebesar 500.000. Bukan mengambil 1 saham malahan 3 saham sehingga ia kudu sedekah 1.500.000 yang akan ditagihkan beberapa minggu kedepan.

Bagi sebagian orang ini kegilaan. Namun tidak buat saya khususnya, dan atau buat komunitas kami pada umumnya yang sedang belajar sesuatu.

Saat ini saya/ kami mempunyai sebuah komunitas positif. Apa nama komunitasnya? Silahkan cari sendiri.. Hehe

Saya tidak hendak bercerita tentang nama komunitas positif tersebut, namun tentang istilah yang sudah mulai biasa didengar yakni' DIJEDOD JEDODIN". Yakni sebuah kondisi dimana pada posisi zero atau bahkan minus. Sebuah kondisi pahit dan dipaksa lagi menelan kegetiran. Gilanya lagi, semua itu disengajakan... Nah lo?

Tentu saja semuanya ada tujuan yang jelas, yakni hendak belajar merasakan setrum IMAN yang nyata berdesir dalam dada. Belajar benar-benar berharap hanya kepada Tuhan. Habis berharap kepada siapa lagi? Khan sudah di enolin semuanya. Segala sesuatu yang dahulu pernah dijadikan sandaran sekecil apapun sudah dibuang.

Mengapa saya memaksa beberapa orang dari komunitas kami melakukan hal itu? Apakah saya tidak kasihan? 

Sejujurnya dalam hati sangat kasihan, namun sekali lagi saya dan kami hendak belajar IMAN. 

Do you know what happen then...?

Ada keajaiban, ada akselerasi, ada rezeki tak disangka-sangka, ada kejadian menakjubkan dan segala hal yang berbau miracle. Dari sinilah mulai berdesir aura dan aroma IMAN dalam dada. Citarasa IMAN yang begitu lezat dirasakan dalam lidah sanubari. Dan dari sinilah start "The Next NEW Big Dream"

Terus apa maksud dari artikel ini?

Maksud saya adalah, saya ingin anda juga melakukannya. Pahit memang. Getir memang. Namun dalam pahit dan getir tersebut ada rasa manis yang tiada bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dan setelah itu, anda PASTI akan mengalami sesuatu. SESUATU apakah? Ntar saja disambung lagi... Hehehe :)

Wallahu A'lam

NB

Yuk gabung dengan komunitas kampung paytren, sebuah komunitas yang kami YAKIN akan segera menggegerkan Bekasi Utara dan Indonesia. Silahkan baca2 dulu website supportnya disini. Atau silahkan kunjungi official website www.kampungpaytren.com



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment