Jan 7, 2016

Manusia itu Serigala Berbulu Domba, Ini Buktinya...!

Kebanyakan atau sebagian manusia itu memang serigala berbulu domba. Manis semanis madu kalau ada maunya. Galak melebihi drakula kalau kemauannya tidak terpenuhi. Tidak semuanya sih, namun sebagian manusia saja. Siapa dia? Mungkin salah satunya saya pribadi, namun kita semua sedang dan terus belajar arti  ketulusan.

Contoh begini,

Ketika kita terdesak oleh kebutuhan ditambah dengan hutang yang menumpuk lalu menuju ke sahabat karib kita yang memang banyak duitnya. Kita datang bersilaturahmi ke sahabat kita tersebut dengan membawa serta keluarga, istri dan anak.

Sesampai di rumah sahabat, lalu ngobrol ngalor ngidul. Kita tunjukkan kemanisan kita, dan kebaikan2 yang pernah kita lakukan sampai pada suatu ketika kita bilang begini,

"Bro ane lagi ada perlu nih, pinjemin 5 juta ya? Minggu depan ane janji balikin"

Ternyata jawaban sahabat kita tidak seperti yang ingin kita dengarkan. "Waduuuh bro, sorry.. Coba 10 menit yang lalu datang. Soalnya sudah dipinjem orang lain"

Kita menghiba...

"Tolong lah bro, kita khan udah temenan lama. Kasihan anak istri saya. Anak saya mau bayar sekolah duit nggak ada. Ayolah please. Ane tahu ente ada kok?"

"Ada sih ada bro, buat jaga2. Lagian ente kalau dipinjemin mangkir melulu. Dulu janjinya seminggu, nyatanya sebulan. Sori bro ane juga lagi mepet banget"

"Jadi nggak mau minjemin nih?"

"Sori bro, ane juga lagi mepet"

"Waaah ente bukan teman kalau gitu. Payah ente. Pelit bin kikir. Ane doain deh ente jadi melarat seumur hidup. Ayo mah pulang. Percuma punya teman kayak dia"

"Eh eh eh... Ente itu ya? Nggak ngaca. Lagian nggak ada ruginya ane nggak sahabatan sama ente. Dasar tukang ngemis"

...................................................................................

Naah itu bukti kecil bahwa kita berwajah manis kalau ada maunya. Namun ketika keinginan kita tertolak tiba2 berubah menjadi macan.

Banyak kasus, banyak analogi, banyak kisah yang berbeda-beda. Tetapi intinya begitu, kita tidak tulus, atau kurang belajar ketulusan. Termasuk saya... :)

Kalau kita bahas secara hakikat, yakni pembahasan yang lebih dalam ini bisa bahaya banget. Karena sandaran kita tidak jelas. Kadang manusia, kadang manusia lagi dan kadang manusia lagi. Meskipun sudah coba dinasehati bahwa percuma berharap sama manusia tetap saja ngeyel. Why? Karena barangkali belum belajar tentang kehidupan itu sendiri.

Yuk belajar tulus, apapun yang terjadi. Bahwa tiada satu mahlukkpun yang bisa merubah sesuatu kecuali atas ijin Allah swt. Sebab itu sandaranya kudu Allah bukan yang lain.

Wallaahu A'lam

NB

Ini kaitannya dengan manajemen jiwa. Kalau mau belajar rahasia keajaiban manajemen jiwa silahkan ikuti 77 hari manajemen hati by magis7. Caranya klik disini.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment