Jan 4, 2016

Kisah Pelajaran Nyata Memahami Mata Rantai Kehidupan

Sahabat, kawan dan seluruh pembaca blog adhinbusro. Kali ini ane mau cerita atau curhat. Dan curhatan ini saya pastikan sangat penting bagi saya khususnya dan bagi kawan2 semuanya. Curhat tentang perjalanan hidup yang I SWEAR sangat mengharu biru, penuh dinamika, pembelajaran dan hikmah yang besar dan dalam.

Saya mulai ya??? :)

Dahulu kala hidup saya penuh keprihatinan. Ngamen, pedagang asongan, di jalanan dan lain sebagainya. Lalu kemudian saya berjuang sekuat tenaga sampai kemudian Allah swt memberikan karunia yang besar. Yakni karunia harta dan keduniaan yang bertubi-tubi.

Pekerjaan terakhir saya saat itu sebagai Manager dengan gaji besar dan bonusnya gila. Sebulan saya bisa mendapatkan rata-rata 25 jutaan. Sekali-kali 15 jutaan kalau lagi apes. Sudah sering dapat diatas 30 jutaan perbulan. Untuk ukuran saat itu wow banget banget.

Mobil saya saat itu ada 4 buah, mempunyai bisnis sampingan beberapa bidang dan total karyawan ada 7 orang kalau tidak salah. Aset ada disana-sini.

Kemudian sesuatu yang besar terjadi yakni bisnis saya hancur menyisakan kerugian ratusan juta rupiah. Saya mah stress tetapi sebentar doang. Sebab saat itu saya masih kerja dan kucuran gaji plus bonus bulanan masih mengalir deras.

Seiring waktu saya beberapa kali merenung... Merenung lagi... Lagi dan lagi

Apakah benar hidup seperti ini yang saya inginkan?????

Waktu berjalan ketika saya menyimpulkan bawa "Bukan hidup seperti ini yang saya inginkan". Saya mau sesuatu yang lebih dari sekedar uang. Saya mau uang yang lebih banyak... hehe beneran. Saya mau kebahagiaan dalam skala luas. Kemudian saya memilih resign dan menjadi pengangguran. Keputusan gila bagi kebanyakan orang.

Makanya kemudian bagi member rahasia kunci sukses, saya menyusun satu makalah "From Hero to Zero" disampung makalah2 lainnya, sebenarnya terinspirasi oleh kisah saya ini. Yang sudah dapat mohon dibaca baik-baik. Yang belum dapat mohon ditunggu.



Nah disinilah momentum dijedod-jedodin yang luar biasa. Dimentok-mentokin sampai megap-megap.. hehe :) Disinilah fase terjun bebas yang hanya sedikit orang mau dan mampu menjalani.

Bagaimana tidak? Dahulunya bebas mau makan di restoran mana, lalu pada saat saya resign sangat berbeda. Hari ini makan esok tidak tahu mau makan apa..

Makanya bagi kawan2 yang mau berhijrah, saya tidak menakut-nakuti anda. Tetapi yakinlah PASTI akan ada momentum dijedod-jedodin itu tadi.

Dan grafik itu naik dramatis beberapa saat setelah titik zero. Maksud saya adalah ada kenaikan grafik linier setelah dijedod-jedodin. Ada akselerasi, percepatan atau apalah namanya. Naaah saat ini, saat saya menulis artikel ini sudah berada pada titik tersebut. Yakni sudah sampai di lembah terbawah dan baru saja hendak mental ke atas.

Ada keajaiban, ada kejadian yang miracle, ada sesuatu yang tidak bisa dinalar dan lain sebagainya. Semua terjadi asalkan kita masih bisa maintain KEIMANAN, bahwa pertolongan Tuhan pasti datang. Kalau tidak sabar mungkin masa2 dijedod-jedodin masih berjalan lebih lama lagi.

Saya menulis blog ini sebenarnya mengisahkan kisah hidup saya, juga kawan2 saya yang melakukan kegilaan yang sama. Sebagian sudah diatas, sebagian dititik terbawah, sebagian malah sedang mau mulai.

Blog sebagai media belajar mata rantai kehidupan, ilmu dan hikmah yang didapatkan secara real dari kehidupan itu sendiri. Ngajinya selain mendengarkan tausiyah juga menerapkan apa-apa yang ditausiyahkan.

Sooo...

Buat kawan2 khususnya teman2 yang sedang belajar di panduan rahasia kunci sukses, jangan khawatir. Mata rantai kehidupan yang kami alami pasti akan kami ceritakan kepada anda beserta kiat-kiat dan rahasianya.

Jujur saya pribadi sedang tidak berada diatas seperti dahulu, namun ada di fase/ grafik naik sesaat setelah berada di titik terbawah. Ada di fase "Hendak Melenting", kira-kira begitu.

Lentingannya sampai sejauh mana? Sampai setinggi mana? Nah inilah yang akan saya ceritakan kemudian. Insya Allah.

Wallahu A'lam

NB

Buruan gabung di pembelajaran 360 hari rahasia kunci sukses. Cukup saya yang belajar mata rantai kehidupan, dan anda yang menerapkannya sebagaimana saya terapkan. Klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment