Jan 2, 2016

Kisah Menjelang Resign/ Mengundurkan Diri dari Pekerjaan

Assalamualaikum Pak Adhin, Apa kabarnya, sudah lama saya gak kirim kabar ke bapak, semoga sehat semua aamiin. Seiring berjalannya waktu saya mengaji ke bapak, banyak perubahan terjadi dalam kehidupan saya dan keluarga. Mulai dari kesulitan diuber-uber setoran bank dan kewajiban membayar hutang pribadi/perorangan, dirundung masalah keluarga (hubungan suami istri yang goncang), berumroh bersama orang tua, ujian anak yang yang beranjak remaja, dan akhirnya memutuskan untuk berhenti kerja alias resign.

Selama pengajian saya dimulai, saya belajar untuk konsisten dan komitmen kepada agama saya, saya belajar disiplin dengan waktu sholat, saya disiplin dengan shodaqoh setelah sholat dhuha, dan saya berusaha meng-update dan meng-upgrade keimanan.

Sampai pada titik dimana saya merasa sangat terdorong oleh sebuah keinginan irrasional yaitu berhenti bekerja dan 100% menjadi ibu rumah tangga yang akan fokus pada tanggung jawab sebagai ibu dan istri.

Saat menulis email ini posisi saya adalah unpaid leave (cuti diluar tanggungan) selama 2 bulan (des-jan) aktif lagi februari, namun demikian hati saya sudah yakin dengan pilihan dan keputusan saya untuk stop bekerja kantoran alias resign, saya berkeyakinan rejeki bisa dari mana saja, niat saya baik, tulus dan ikhlas mengabdikan diri untuk menjaga amanahNYA dan membangun keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah. Bukan berniat sombong karir saya sedang bagus saat ini, saya bekerja dikantor asing dengan posisi "key person". Jadi februari nanti saya ajukan surat resignnya.

Doa saya kepadaNYA mohon dikuatkan dan dimampukan, serta dibukakan pintu rejeki yang lain dimana saya bisa kelola dari rumah. Sebagai informasi saat inipun saya masih memiliki kewajiban bank dengan nilai yang lumayan besar dan tenor waktu yang panjang, belum lagi suami yang juga dalam posisi merintis usaha baru karena usaha lama yang dibangunnya pecah kongsi akibat emosi sesaat yang sesat.
Secara mental ini berat dan menuntut energi yang luar biasa besar. Saat ini saya meng-grounding (pada titik NOL) diri sendiri, alhamdulillah saya merasa nyaman, tenang, damai dan luar biasanya saya bahagia menjadi ibu rumah tangga.

Saya tidak perduli lagi dengan karir dan tuntutan dunia yang glamour, saya fokus pada tujuan dan benar-benar berserah pada Yang Kuasa.

Sukur Alhamdulillah beberapa minggu off ini saya mulai dibukakan pintu rejeki yang lain dimana saya menyukai dan bersemangat untuk mengelolanya, dan pastinya ada dukungan penuh dari suami.  In shaa alloh dengan usaha ini saya bisa tetap produktif secara financial dan hebatnya tidak perlu keluar rumah....subhanalloh...allohu akbar..

Demikianlah email saya kali ini, dan terima kasih banyak atas tausiahnya.

Wassalamualaikum,

Jawab:

Waalaikum salam

Siap2 dijedod-jedodin ya Bu? Dimentok-mentokin dan perjalanan sensasional lainnya. Pasti akan merasakan bagaimana menelan kepahitan. Namun kalau sudah terbiasa pahit itu menjadi pahit-pahit manis kayak kopi... hehe

Saya dan kita semua mendoakan semoga Ibu Kuat menghadapi ujian setelah resign. Karena benar2 menguras pikiran dan perasaan. Asli bin beneran.

Namun pasti akan ada momentum dimana merasakan manisnya berdoa.

Kami tunggu khabar cerita dan perjalanan sensasioanlnya.

Wallahu A'lam

NB

Mau belajar hikmah kehidupan? Silahkan klik disini. Anda akan dipandu 360 hari



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment