Jan 16, 2016

Ketahuilah Tugas Manusia Di Muka Bumi Sebagai Wakil Tuhan

Menurut saya kita seharusnya mau belajar untuk berpikir dalam skala global. Skala besar. Supaya apa? Supaya kita bisa menjadi orang yang lebih bijak. Supaya kebenaran itu benar2 bisa dilihat dengan sebaik-baiknya. Kalau kita mikirnya terlalu sempit maka kebenaran juga akan bermakna sempit. Bingung nggak? :)

Misalnya begini

Ada 2 orang yang berdebat dan tidak ada yang mau ngalah tentang bolehnya qunut dan tidak qunut. Ini namanya berdebat dalam skala yang kecil dan sempit. Karena apa? Karena kalau kita melihat dalam skala yang lebih luas, perdebatan tentang qunut dan tidak qunut malah membuat perpecahan ummat. Dalam skala luas lagi perpecahan ummat dimanfaatkan oleh kaum yang lain untuk memecah belah kita.

Nah kalau orang yang berpikirnya global, maka dia tidak akan berdebat tentang hal ini. Mengapa? Karena dia melihat sesuatu yang lebih besar dan utama yakni persatuan.

Demikian juga seyogyanya kita berpikir secara global terkait kehidupan umat beragama. Saya kasih ulasannya begini.....

...........................................................................................

Tuhan Maha Pemberi, Maha Pengasih, Maha Pemurah dan Penyayang kepada mahluk2_Nya. Tuhan Maha Baik sebagaimana sebagian dijelaskan dalam 99 Asmaul Husna.. Kepada siapa Kebaikan_Nya diberikan?

> Kepada Umat Islam, semua mazhab, semua golongan
> Kepada Umat Kristen, Hindu, Budha dsb
> Kepada manusia beriman, musrik dan atau kafir sekalipun
> Kepada hewan, tumbuhan dan segenap ciptaan_Nya


Semua dikasih jantung berdetak dan nafas kehidupan. Semua dikasih makan, minum, pakaian tidak pandang bulu. Oleh karena itu kenapa kita tidak belajar menyayangi semua mahluk?

> Mengapa kita terkesan sinis kepada mereka yang beda mazhab, beda pemikiran dan penafsiran?
> Mengapa kita benci dan menebar kebencian kepada mereka yang berbeda keyakinan?
> Mengapa kita berjuang mendesain makar untuk menghancurkan umat lain?
> Mengapa kita merasa paling benar sementara mereka golongan yang salah dan pasti masuk neraka Jahannam?

Hidup adalah proses, dan dalam berjalannya proses kehidupan semua bisa terjadi. Yang beriman bisa jadi kafir, yang kafir bisa jadi beriman. Kita tidak akan pernah tahu hasil akhir, karena semua ada dalam genggaman_Nya.

Tugas kita di dunia ini bukanlah menjadi representasi antagonis yakni Iblis. Tetapi menjadi khalifah (wakil) Tuhan dimuka bumi, dalam bingkai ibadah. Mari kita sama2 bercermin diri, apakah kita sudah pantas menjadi wakil Tuhan di muka bumi ini untuk kemudian menjadi Rahmat Semesta Alam, atau sebaliknya...

Ketahuilah bahwa TUGAS ini akan dipertanggungjawabkan kelak...

..........................................................................................

Naah paham khan? Yuk mulai belajar untuk berpikir secara global supaya bisa menjadi wasilah manusia yang penuh hikmat dan kebijaksanaan.

Wallahu A'lam

NB

Presented by magis7. Mau belajar 77 hari manajemen rasa sejati? Klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment