Jan 21, 2016

Beratnya Menjadi Pemimpin Akhir Zaman

Manusia2 akhir jaman memang pinter2, cerdas-cerdas. Mungkin itulah yang menjadi sebab kacaunya dunia. Karena pinter kemudian nggak mau dipinteri. Karena cerdas kemudian merasa sombong. Semuanya bertingkah semaunya sendiri. Ngalor ya ngalor, ngidul ya ngidul. Padahal disitu ada pemimpin. Disitu ada ketua yang seringkali diabaikan. Beginilah akhir zaman.
Ini biasanya terjadi pada pemimpin sosial. Kerja tidak dibayar namun tanggung jawabnya besar. Mana ada yang mau?

Kalau pemimpin yang dibayar mahal maka jadi rebutan. Bukan memimpin pada akhirnya namun malah menyiksa dan menyesatkan anggota badan.

Kalau dalam kasus pemimpin yang ikhlas, yang siap bekerja sosial bagaimana? Berikut analogi saja..

......................................................................

Penginnya jadi tangan supaya nggak mikirin kaki. Penginnya jadi kaki supaya nggak mikirin perut. Penginnya jadi perut supaya nggak mikirin dada. Semuanya pengin yang ringan tugas serta tanggung jawabnya.

Dan tetap wajib ada kepala yang merangkul semuanya, memerintah anggota badan. Kalau kepala memerintahkan kaki berjalan ke utara namun kenyataannya si kaki berjalan ke selatan khan kacau. Kalau kepala memerintah tangan melambai namun kenyataannya menonjok, khan bisa berantem..

Ini cuma analogi tetapi sering terjadi. Disatu sisi tidak mau menjadi kepala karena tugasnya besar dan berat, disisi lain tidak mau menjadi anggota badan yang nurut dan patuh. Jadinya makin amburadul..

Semua jadi kacau... Nggak jelas... amburadul

Tidak ada satupun yang ikhlas menjadi kepala, karena anggota badan banyak tingkahnya, banyak keblingernya. Kedepan pasti MATI karena kepalanya putus dan hilang entah kemana. Mana ada manusia tanpa kepala bisa bertahan hidup? Ya pasti mati... Mengerikan....

Paling banter yang bisa dilakukan hanya DOA. Semoga Tuhan menurunkan kepala Abu Bakr as Shiddiq yang siap merangkul semuanya. Atau kepala Umar bin Khatab, yang siap menebas siapa saja yang tidak mau patuh. Atau kepala Ustman Bin Affan yang siap membantu siapa saja yang butuh. Atau kepala Ali Bin Abi Thalib yang siap menyirami kegersangan hati dengan samodera hikmah.

Atau ke empat empatnya yang tercover dalam 1 kepala saja. 1 Kepala kombinasi 4 sahabat yang siap memimpin negeri yang sudah kadung amburadul. 1 kepala pemimpin akhir zaman

Amiin

...................................................................


Wallahu A'lam

Edisi curhat dini hari.. hehe :)

NB

Let me lead you to the succesfull community.. Ijinkan daku memimpinmu menuju puncak kesuksesan, dengan cara gabung di komunitas kampung paytren. Klik disini ya?


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment