Jan 6, 2016

Analogi Rahmat Allah Turun dari Langit Sebagaimana Hujan

Siklus hujan merupakan sebuah siklus yang biasa. Artinya karena kita melihatnya setiap hari kemudian menjadi sebuah hal yang biasa saja. padahal sebenarnya banyak hal yang bisa kita petik hikmahnya. Hujan yang dengannya menjadi wasilah menumbuhkan apapun yang ada dibumi baik tumbuhan hewan dan manusia. Lalu dengannya manusia mendapatkan manfaat yang teramat banyak.

Sebagaimana dengan firman Allah swt berikut ini,

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (QS Al An'am: 99)

Mari kita melihat dari sisi yang berbeda. Mencoba belajar untuk memahami dalam skala hakikat bukan apa yang nampak dimata. Maksudnya gimana?

Gini..............

Rahmat Allah swt berasal dari Yang Maha Tinggi. Kalau bahasa kita2 dari langit. Jadi yang namanya kehidupan itu ada siklusnya dikarenakan Rahmat dan Kasih Sayang_Nya. Bayangkan saya ketika tidak ada hujan, apakah akan ada kehidupan? Tidak akan ada..

Seperti itu pula manusia. Mereka bisa hidup dan memberi manfaat kepada sesama tidak lain dan tidak bukan disebabkan turunnya Rahmat Tuhan YME. Manusia tidak akan bisa hidup dan memberikan wasilah kehidupan kepada orang lain kalau tidak ada Rahmat Allah swt.

Jadi ketika ada manusia yang tidak beriman, hakikatnya mereka tidak memberikan apa-apa apalagi sebagai wasilah kehidupan, melainkan hanya menjanjikan kebinasaan belaka.

Kita bahas dalam lingkup yang lebih kecil.... Gini

Kita sebagai manusia tentu saja menginginkan hidup dan kehidupan yang bahagia dan bisa membahagiakan orang lain. Pengin sukses dan mensukseskan orang lain. Pengin kaya dan mengayakan orang lain. Betul? Bagaimana caranya? Persis seperti diatas yakni berharaplah hujan. Dalam hal ini berharaplah Rahmat Tuhan YME turun atas diri anda. Hujan Rahmat yang menjadi wasilah hidupnya diri anda dan menjadi manfaat sesama dan semesta alam.

Tanpa karunia, rahmat, dan kasih-sayang_Nya yang turun atas kita, mustahil kita bisa memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Mustahil kita bisa tumbuh dan berbuah dengan buah yang matang kemudian memberi makan dengan makanan yang manis dan lezat kepada sesama jikalau tidak turun hujan.

Semua berasal dari DIA. Kita sifatnya hanya menerima curahan hujan tersebut.

Oleh karena itu doa dan usaha kita adalah dalam rangka mengharapkan kucuran hujan rahmat_Nya, sehingga dengannya menjadi wasilah tumbuhnya tunas, sampai berbuah dengan lebat. Bagaimana caranya? Tentu saja menyembah_Nya, memuji_Nya dan berdoa kepada_Nya. Naah saat sepertiga malam terakhir lagi deras-derasnya tuh. Sobat datang nggak saat tahajud? Kalau jarang datang pantesan saja hidup anda tidak ada manfaat untuk keluarga apalagi untuk orang lain :)

Wallahu A'lam



Artikel Terkait



1 comment:

  1. BTW, sekarang udah ada aplikasi yang bisa dipakai untuk cek kemungkinan hujan di daerah sekitar. semoga bermanfaat bung...

    ReplyDelete