Dec 8, 2015

Ternyata Ujung-Ujungnya Duit

Banyak Ustadz yang memberikan ceramah. Misalnya Ustadz A memberikan ceramah ke sebuah kampung, lalu beliau tidak mau dikasih amplop. Lalu akan ada banyak tanggapan masyarakat, misalnya Ustadz yang keren, dakwah dengan ikhlas. Kemudian ternyata sang Ustad tidak mau menerima amplop, tetapi dia jualan buku yang dia karang sendiri.

Lalu akan ada orang bilang, "modus". Ceramah sih ceramah namun ujung-ujungnya jualan. Ujung-ujungnya duit. Banyak yang suka nyinyir begituan. Seolah-olah Ustadz tidak boleh jualan, tidak boleh bisnis. Terus keluargnya mau makan apa? Makan batu? Hehe

Saya menulis di blog ini dan mencoba berbagi hikmah pengalaman nyata dengan harapan bisa ditiru yang baik-baik. Maka akan banyak yang simpati.

Namun ketika saya juga jualan tiba2 ada saja yang nyinyir, "ujung-ujungnya duit". Sejujurnya disini saya juga jualan, jadi tidak sekedar berbagi hikmah, namun sekalian jualan ebook, jualan peluang bisnis misalnya bisnis paytren uym dll. Apakah salah?

Khan ane bisnis juga, jualan juga sebagai bagian dari memberikan nafkah untuk keluarga dan sesama. Kalau salah ya maaf, mungkin blog ini bukan untuk anda.. hehehe

Yang jelas saya hendak berbagi hikmah, disini GRATIS. Namun sesekali disisipi iklan, pembelajaran atau panduan berbayar. Dan ini hanya bagi yang berkenan saja. Kalau nggak berkenan nggak usah ikutan.

Mari kita sama2 menghargai, mencoba mengerti dan berempati kepada sesama. Jangan egois dimana maunya gratis terus. Maunya disuapin terus. Kalau ada yang jualan, apalagi Ustadz yang bisnis lalu nyinyir. UYM saja sering dinyinyirin orang. Di bully orang lain, padahal yang membully biasanya pasti tidak lebih baik.

Mbok yao sekali-kali ngaca. Jangan suka kasih kaca kepada orang lain. Sebab seringkali yang seharusnya dikasih kaca ya kita sendiri.

Yang suka nyinyirin orang semoga tobat. Artinya berhentilah nyinyirin orang, apalagi nyinyirin Ustad semacam Ustadz Yusuf Mansur yang sering dibully karena konsep sedekah. Ada yang bilang Ustad Kaya dari sedekah umat. Hmmm yang nyinyir kayak begini artinya dia tidak tahu fakta. Tidak tahu tapi sok tahu, khan kacau... hehe

But siapapun yang nyinyir, kita tetap mendoakan kebaikan dan keberkahan untuk anda semua. Amin



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment