Dec 27, 2015

Sudah Tahajud/ Dhuha Bertahun-Tahun, Rezeki tetap Seret/ Sulit, Why?

Saya kenal seorang teman di kota sebelah. Beliau rutin tahajud sudah 3 atau 4 tahunan, namun hidupnya biasa-biasa saja. Atau kalau dinilai dari gaya/ level hidup lingkungannya, maka ia termasuk golongan menengah ke bawah. Padahal tetangga2nya menengah ke atas. Ini menjadi pertanyaan besar, sebab secara ibadah sudah dilaksanakan dengan tekun.

Mengapa bisa demikian? Nah ini yang sulit dijawab..

Karena ada yang sekali tahajud langsung esoknya dapat keajaiban. Ada yang seminggu, ada yang dua minggu ada yang 40 hari dan seterusnya.

Yang ini sudah tahunan namun hidup tak ada perubahan. Mengapa demikian? Ada yang tahu jawabannya?

Ada yang bertahun-tahun sholat selalu di awal waktu, hidupnya gitu-gitu aja. Contoh marbot. Bahkan ada yang jauh lebih hebat dari sekedar marbot namun hidupnya selalu pas-pasan cenderung memprihatinkan. Contoh Kyai Pondok Pesantren kecil-kecilan di kampung ane. Ini hanya contoh, jangan di komplain ya?

Namanya juga negeri sejuta komplain, sejuta komen. Ada yang nyleneh sedikit langsung komplain. Ayat dan dalil langsung mengalir padahal dirinya sendiri belum tentu faham :). Begitu tulisan diatas saya upload di FB langsung dapat komentar, misalnya. Ibadah kudu ikhlas, tidak ada korelasi antara ibadah dan rezeki. Ibadah kudu untuk mencari ridho Allah swt bukan mencari dunia. Dll

Nanti hal ini saya bahas deh.. Ntar2an aja :)

Back to laptop. Ada yang tahajud bertahun-tahun, namun tidak ada kenaikan derajad/ maqom. Ada yang sedekah bertubi-tubi, namun tidak ada akselerasi rezeki. Ada yang menggeber dhuha, namun kesuksesan tak kunjung tiba.

WHY...??? Kalau begitu faktanya khan jadi males melakukan riyadhoh. Dan berdasarkan pengalaman saya memang banyak yang kemudian kendor ibadahnya, kendor riyadhohnya. Mengapa saya bisa tahu? Khan saya dapat email atau SMS dari pembaca blog setiap hari.

"Mas riyadhoh dan ibadah khan bukan untuk urusan dunia"

Yaaah, balik lagi. Yang jelas saya berbicara kenyataan. Yakni banyak yang melakukan riyadhoh karena tergiur sebuah reward. Dan itu tidak salah, malah sangat benar Insya Allah. Kalau misalnya ada yang melakukan amalan namun tidak tergiur reward, ya sudah. Silahkan saja.

Namun kudu komitmen, karena kitanya sering tidak komitmen. Punya prinsip ikhlas semata2 karena Allah. Giliran gajinya telat 2 hari saja sudah ngomel2. Apalagi gajinya di hold satu bulan penuh, bisa2 demo. Aaah anda memang tidak komitmen.

Lalu apa yang harus dilakukan? Apa jawaban dari tema/ pertanyaan diatas?

Jawabannya luas. Karena kadangkala ada orang yang nampak tidak melakukan tahajud/ dhuha namun rezekinya lancar. Setelah ditelusuri ternyata ia selalu sedekah setengah gaji kepada orang tua di kampung. Atau kebalikannya. Nampaknya tahajudnya kuat namun rezekinya seret. Setelah ditelusuri ternyata setiap hari ia dan keluarganya makan uang haram. Yakni uang yang dihasilkan dari pekerjaannya yang haram.

Sekali lagi luas banget.... Untuk jawaban lainnya silahkan buka2 blog www.adhinbusro.com, ada banyak artikel yang membahas hal ini kok. Free

Wallaahu A'lam

NB: Kalau mau jawaban tuntas saya rekomend 2 program
  • Ikut program SMI (Selamat Morning Indonesia) UYM. Search aja di google, ketik selamat morning Indonesia. 
  • Ikut panduan rahasia kunci sukses disini



Artikel Terkait



1 comment:

  1. jawabannya karna tidak memanage feeling yg selaras dengan keinginan,tapi memang tidak mudah memanage feeling vibrasi force menjadi power(feel good terkabulnya doa)

    ReplyDelete