Dec 2, 2015

Solusi Merubah Hidup dengan Cara Menerima Ujian Hidup Tersebut, Lho Kok??

Asswrwb. Saya L, ibu rumah tangga. Saya banyak membaca blog www.adhinbusro.com oleh karenanya saya ingin sharing. Dari awal menikah dengan suami yang bekerja sebagai PNS kami memang selalu hidup pas-pasan. Kami juga membuka usaha dan pada awalnya berjalan lancar. Tapi makin kesini usaha kami makin ambruk. Hutang menggunung, habis gaji buat bayar ini itu.

Tadinya kami tinggal di kontrakan, akhirnya pindah ke Mess karena gak mampu lagi bayar kontrakan. Pak, kenapa ya hidup kami begitu menyedihkan, tagihan selalu saja memburu. Ditambah kami punya momongan, semakin membuat rumah tangga kami serasa menyiksa. Padahal doa sudah, ikhtiar sudah. Mohon masukan dan saran

Jawab

 Image result for ujian hidup

Pertanyaan by SMS oleh sobat blog, nama dan identitas saya rahasiakan demi kebaikan.

Waalaikum salam. Menyedihkan sekali yak? Serasa bebannya semakin bertambah dan bertambah. Stress, panik dan pusing 7 keliling. Obatnya apa ya? Itulah yang kita semua tidak tahu persis..

Membaca kisah ibu2 diatas jadi teringat kisah mengerikan dari kehidupan saya pada sekitar 8 tahunan yang lalu. Penghasilan pas-pasan sementara beban hidup makin naik. Pusiiiiing.... Apalagi kalau ingat diusir yang punya kontrakan. Ngenes banget.

Seiring proses hidup saya berubah. Grafik naik nggak tanggung-tanggung. Namun nyatanya ya biasa saja rasanya. Karena biasa saja terkesan hambar, maka kemudian saya ENOLIN lagi hidup. Biar ada sensasinya, biar ada rasanya. Tentu saja biar ada pengalaman yang bisa saya share kepada sobat semua.

Ah sudahlah... nggak perlu cerita kepanjangan. Kita bahas yang lain saja... :)

Kalau pertanyaan diatas diajukan kepada Guru Ngaji atau Ustadz, maka PASTI disuruh ibadah, disuruh sholat, disuruh baca Qur'an. Kalau pertanyaan diatas diajukan kepada Motivator pasti disuruh semangat, disuruh tidak mengeluh dsb. Jadi ya semakin luas saja pembahasannya. Bingung juga saya.. Hehe :)

Kalau pertanyaan diatas diberikan kepada saya, lalu apa jawabannya?

Ya itu tadi, bingung... :) Bingung mau mulai dari mana. Karena memang luas banget bahasannya. Asli luas banget. Banyak faktor, banyak parameter, banyak faktor X lainnya.

Gimanaaa yaa??

Mungkin gini aja deh. Khan Ibu diatas sudah mentok, dan sobat semua yang sudah mentok perlu baca tuh. Mentok itu artinya sudah melakukan semuanya namun resultnya tetap saja mengecewakan. Tetap saja beban hidup bertambah berat. Nah kalau demikian lalu apa yang kudu dilakukan?

Mungkin saatnya kita NERIMA.. Menerima kepahitan ini. Menelan kegetiran hidup jangan dilawan. Sekali lagi jangan dilawan. Kalau masih sedih, masih nangis, masih stress, masih panik dsb itu artinya masih ngelawan takdir. Betul nggak?

Setelah nerima lalu MAKASIH. Ucapin saja "terimakasih Tuhan". Kalau susah untuk berterimakasih, coba ingat-ingat kejadian2 yang memudahkan kita bersyukur. Dibalik ujian berat khan masih diberikan karunia lain, yakni dalam kisah diatas ada "momongan" yang lucu. Atau masih bisa tidur di kasur. Khan banyak tuh yang tidur beralaskan bumi beratap langit?

Lalu perdalam lagi ucapan syukur tersebut. PERDALAM LAGI.. Berhubung masih hidup, masih sehat, masih bisa makan dengan nikmat, maka perdalam rasa syukurnya dengan banyak2 ucapkan hamdalah. Banyakin tahajudnya, banyakin sholatnya.

Cobain deh paling tidak 40 hari. Latihan MENERIMA takdir buruk dengan ikhlas. Latihan mengucap SYUKUR disaat kejadian tidak diinginkan. Latihan IBADAH disaat dalam kesempitan. Coba ya? Karena dulu saya juga mencoba demikian, dan faktanya bisa kok.

Lalu kapan ikhtiarnya? Kapan hidup berubah kalau cuma begituan?

Ntar juga berubah kok. Trust me... Akan ada kejadian-kejadian kecil yang menuju kepada kejadian besar. Misalnya terbukanya peluang usaha yang lain. Atau juga kejadian menakjubkan lainnya.

Sementara nggak usah mikir kapan berubahnya. Khan sedang fokus untuk nerima. Kalau belum benar2 menerima maka hidup nggak akan berubah. Sekali lagi coba aja... Latihan

Latihan apa? Latihan memanajemen nafsu.

NB

Naah bagi yang mau belajar manajemen nafsu, saya ada panduannya. Tidak harus anda sedang mentok, namun panduan pembelajaran ini untuk siapa saja. kalau mau Silahkan klik disini.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment