Dec 28, 2015

Software Default Manusia PASTI Berharap Surga dan Takut Neraka

Manusia tidak jauh-jauh dari mengejar REWARD dan menghindari PUNISHMENT. Menyenangi kenikmatan dan menghindari penderitaan. Default dari sononya sudah begitu. Trust me.... Maka kalau ada manusia yang software dafaultnya diluar itu ada beberapa kemungkinan

1. Ia adalah manusia jadi-jadian
2. Ia adalah malaikat

Yang mana..? Hehe :)

Bahkan konon, ketika ada penawaran REWARD dan PUNISHMENT, gunung, langit, malaikat dan segenap mahluk menolaknya, kecuali manusia. REWARD menjadi mahluk tertinggi dalam surga dan punishmentnya menjadi mahluk terhina dalam neraka. Agreement yang sudah di paraf dan ditandatangani oleh seluruh manusia tak terkecuali pada zaman azali.

Semoga anda masih ingat dengan ceramah dari Ustadz atau Guru anda tentang amanah ini. Tentang persaksian "Alastu Birobbikum". Dan seterusnya dan seterusnya

Sebab itulah manusia diturunkan ke BUMI untuk mengemban amanah ini. Medan ujian itu ada dalam wadah kecil yang bernama alam dunia, dengan membawa serta software default diatas.

Jadi kalau ada yang bilang,

"Saya tidak butuh surga dan segala manifestasinya dunia akherat, pun tidak takut neraka dan segala bentuknya. Amal ibadah saya selama ini ikhlas lillaahi ta'ala"

"Kalau ibadah jangan mengharap surga, atau jangan minta supaya dijauhi dari neraka, tetapi kudu murni mencari ridho Allah swt"

Dan semacamnya...

Saya mau tanya tolong jawab,

Jika saat ini sobat terkena nyala api apa responnya? Kemungkinan besar kaget kemudian reflek menghindar dari api. Artinya software defaultnya masih hidup.Atau ketika nggoreng telor, lalu kena cipratan minyak panas, apa respon anda? Pasti reflek menghindar. Sekali lagi software takut neraka masih ada.

Atau ketika anda mendengar dari jauh proses kelahiran anak anda berjalan lancar, apa yang anda rasakan? Mungkin menangis bahagia. Atau ketika melihat anaknya lulus kuliah, apa yang anda rasakan? Tentu bangga dan senang. Artinya software berharap surga masih hidup.

But.....

Jika anda masih memaksakan diri bahwa melakukan amal ibadah tidak berharap apa-apa, baik surga atau menghindari neraka, namun hanya karena patuh dan taat kepada Allah swt ya sudah. Tidak ada masalah.

Saya khawatir software defaultnya baru akan terinstall ketika hari penilaian (kiamat). Yakni ketika melihat surga lalu ingin memasukinya namun tidak bisa. Atau melihat kengerian neraka lalu gemetar ketakutan karena sedang diseret kedalamnya. Mengapa diseret? Karena dahulunya ia sombong namun tidak sadar.

Its just my opinion, jangan dikomplain ya hehe

Wallahu A'lam

NB

Dipersembahkan oleh: Magis7, rahasia manajemen jiwa menuju keajaiban. Mau belajar? Klik disini


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment