Dec 1, 2015

Magis7 Belajar Manajemen Rasa Sejati yang Menakjubkan

Magis7 adalah pembelajaran manajemen rasa sejati dimana endingnya adalah kejadian yang menakjubkan. Tetapi jangan salah, ini bukan sesuatu yang mudah. Perlu perjuangan didalam mengolah rasa. Why kenapa? Sebab kita kudu melatih rasa positif sementara ada kejadian real yang negatif. Dan faktanya banyak yang kalah.


Lihat dan baca "suasana hati" dari sahabat kita sbb,

Siapapun anda tolong bantu saya. Saya dalam kesulitan. Saya punya hutang besar sekali dan dalam 5 hari uang itu sudah harus ada. Kalau tidak ada dampaknya saya diomongin orang sekampung. Bukan saja saya yang malu tetapi juga keluarga, anak, orang tua. Kasihan mereka karena mereka tak tahu apa-apa. Karena uang yang saya pakai adalah uang tabungan masyarakat yang 5 hari lagi wajib dikembalikan. Saya mohon bebaskan dari masalah ini

Pertanyaan diatas saya edit seperlunya dengan tidak mengurangi substansi. Nama dan identitas tentu saja saya simpan demi kebaikan.

Ada beberapa point yang hendak saya sampaikan....

Pertama kejadian takdir sebagaimana kisah diatas adalah kejadian yang tidak kita semua inginkan. Kejadian negatif dan berat dimana memicu respon negatif. Hawa dalam nafsu (jiwa) penginnya negatiiiiif terus. Sebab ada kejadian yang menyebabkan penderitaan.

Dan ini normal sebagai manusia. Wajar2 saja.. Namun kalau kita faham tentang manajemen nafsu atau pengendalian diri, maka respon negatif seharusnya tidak lama. Seharusnya kekang hawa nafsu yang maunya liar. Belajarlah untuk menerima, karena dengan menerima keadaan yang tidak diinginkan itulah yang akan menjadi wasilah solusi.. Percayalah..

Kedua, kita bicara hawa nafsu. Yakni hawa/ keinginan yang ada dalam nafsu manusia yang mana maunya seneeeeng terus. Maunya nikmaaaat terus. NAAAH hawa dalam nafsu itulah yang seringkali menjebak kita untuk memilih sesuatu yang salah. Apalagi syetan mengalir melalui pembuluh darah untuk kemudian ikut2an nggosok..

Celakanya disebabkan pemahaman kita kurang, kita cenderung untuk mengikuti ajakan hawa dalam nafsu. Kalau semua diikuti maka ia (hawa nafsu) PASTI cenderung kepada kesesatan. Cenderung kepada pilihan tindakan yang pada akhirnya akan merepotkan diri kita sendiri. Misalnya memakai uang masyarakat untuk senang-senang. Atau memakai uang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan kita yang lain.

Karena kita memakai uang masyarakat maka akan ada momentum kudu dibalikin. Nah pada saat dibalikin pasti tidak ada uang. Lalu hawa dalam nafsu tambah liar lagi, yang diindikasikan dengan perasaan takut, cemas, kuatir, was-was, panik dan lain sebagainya.

Itulah nafsu... Itulah hawa nafsu.. Saya harap sampai disini kita semua paham

Terus bagaimana?????

Pertanyaan bagaimana adalah mencari solusi. Itu juga nggak jauh-jauh dari permintaan hawa dalam nafsu. Ratapan dan tangisan dalam hawa nafsu.

Maka saya jawab begini..

Ya sudah mau dikata apa. Kalau mau diomongin orang sekampung ya sudah. Khan sudah berusaha cari pinjaman namun tidak ada yang mau meminjamkan uang. Artinya kita sudah berusaha dengan maksimal namun hasilnya nihil.

Biarin saja diomongon orang sekampung. Biarin saja keluarga kita malu. Atau kalau perlu biarin saja dicerca orang sekampung, dicerca penduduk kampung sebelah sebelah dan sebelahnya lagi. Why kenapa? Sebab dengan cara itulah barangkali pada satu titik si HAWA dalam NAFSU ini mau menyadari. Mau mengakui bahwa kenikmatan yang ia inginkan adalah fatamorgana.

Cari satu titik, yakni pada titik nadzir ketika hawa dalam nafsu tersebut menyerah lalu tunduk. Ibarat kuda yang liar dimana berlari kesana-kemari lalu berhenti karena kelelahan.


Ketika hawa nafsu sudah kecapekan karena dibenturkan dengan berbagai ujian demi ujian, penderitaan demi penderitaan maka akan ada saatnya ia menyerah. Karena begitulah defaultnya. Hawa nafsu menyerah lalu menangis sambil berkata, "Tuhan maafkan daku"

Naah itu adalah momentum. Yakni ketika rasa pasrah sudah mulai tumbuh. Ketika tunas-tunas taubat sudah mulai bersemi, untuk kemudian tawakal saja. Terserah apa kata Tuhan Sang Pencipta. Terserah apa maunya DIA yang sedang memberikan pelajaran berharga.

Artinya apa? Artinya sang HAWA NAFSU sudah mulai bisa dikendalikan alias tidak liar lagi.

Lalu apakah dengan begitu nasib lantas berubah? Hutang lunas, hidup kaya dan bahagia?

Entar dulu... Tidak begitu ceritanya. Si NAFSU kudu menerima konsekwensi dari dosa yang pernah dilakukannya. Ia akan dijedod jedodin dulu, dimentok mentokin dulu untuk membuktikan apakah ia benar2 pasrah atau dusta. Apakah nafsu benar2 tawakal atau bohong. Why kenapa? Karena sang raja pendusta itu dinamakan HAWA NAFSU.

Setelah terbukti si HAWA NAFSU bisa menerima gojlogan hidup, maka PASTI akan ada momentum dimana ia akan menerima berkah karunia. Akan ada saatnya ia merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Kebahagiaan karena sukses memanajemen rasa sejati, yang ada dalam hawa nafsu.

Apa rasa sejati itu? Ia adalah

> Pasrah
> Taubat
> Ikhlas
> Tawakal
> Syukur

Semuanya dibingkai dengan satu kata yakni IMAN. Iman bahasa indonesianya yakin bahwa Tuhan YME akan mengantarkannya kepada kebahagiaan sesuai dengan Ilmu_Nya, bukan sesuai dengan keinginan dalam nafsu kita.

Oleh karena itu ketika sobat semua sedang menerima ujian hidup maka bersyukurlah, karena itu adalah tanda. Kalau perlu tambah lagi ujiannya hidupnya agar hawa nafsu tidak liar lagi. Percaya deh... Ikhlas saja, pasrah saja sinambi terus berkaktifitas dan bekerja sebaik-baiknya. Semakin kita melawan takdir buruk, maka semakin buruk kejadian yang akan menimpa kita sekarang dan kedepannya.

Percayalah pada hakikatnya ujian itu dipicu kesalahan kita sendiri. Meski kita tidak ada salah dan dosa tetap saja ujian itu PASTI ada. Karena hanya dengan ujian, penderitaan, beban, kesedihan dll maka pada satu titik kita akan kenal dengan Tuhan Sang Pencipta. Hanya DIA yang mengatur skenarionya, dan hanya DIA pula yang menyiapkan solusi-solusinya.

Akan lebih baik kita merenung dalam-dalam. Kok ujian ini betah nempel ya? Kenapa ya? Apa salah dan dosa saya? Begitu seharusnya. Merenunglah dan kemudian temukan kesalahan anda lalu taubat dan perbaiki.

Wallahu A'lam

Membahas tema ini menjadi menarik. Namun tidak cukup satu dua artikel karena luas sekali pembahasannya. Paling tidak ini dulu, semoga bisa menambah pemahaman. Semoga bisa mendapatkan pencerahan. Insya Allah kapan2 disambung lagi. Oleh karena itu jangan kemana-mana, tetap pantengin blog www.adhinbusro.com.. Hehe :)

NB. 1: Kisah terkait dengan manajemen nafsu bisa anda baca disini

NB. 2: Bagi yang belum menjadi member Magis7, silahkan daftar. Kita akan belajar bagaimana melakukan manajemen nafsu, sehingga dihasilkan NAFSU yang tenang. Anda tahu nafsu yang tenang? Itulah kondisi nafsu yang mempunyai kemampuan untuk menembus dimensi surgawi. Yang mau belajar silahkan klik disini.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment