Dec 23, 2015

Ibumu Ibumu Ibumu

Ketika kita besar dan mampu berdiri sendiri, kemudian menikah dan bekerja. Karier kita perlahan naik sampai level atas. Gaji kita besar dan cukup untuk membahagiakan keluarga. Lalu untuk siapa uang yang kita hasilkan tersebut? Ternyata banyak sekali yang kita belanjakan dan habiskan untuk anak dan istri. Sementara ibu yang melahirkan kita hanya mendapatkan sisa-sisa saja

Kalau mau jujur seharusnya keringat kita, hasil kerja keras kita, harta kita bukan dipersembahkan untuk anak dan istri atau suami, namun untuk Ibu. Dan ternyata itupun BELUM cukup untuk menggantikan pengorbanan dan kasih. Sama sekali belum cukup...!

Faktanya Ibu selalu menjadi tempat berbagi duka dan kesedihan, sementara ketika kita mendapatkan kebahagiaan lalu diberikan kepada orang lain. Namun Ibu tetap tersenyum, mengajarkan arti cinta yang tulus abadi sepanjang masa.

Ibumu.... Ibumu.... Ibumu......

Bahkan dalam sebuah hadist yang saya copas disini mengatakan sbb,

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Tonton video dibawah ini,



Selamat hari Ibu...

Wallahu A'lam



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment