Dec 13, 2015

Belajar ILMU Menelan Kepahitan Takdir Hidup, Inilah Solusi Untuk Anda Semua

Bahasan kali ini tentang belajar menelan kepahitan. Yakni menelan sesuatu yang sangat tidak kita suka karena rasanya sangat pahit bin getir. Defaultnya manusia pasti enggan, sebab memang begitulah sifat manusia. Menyenangi kemanisan dan tidak menyukai kepahitan. Hehe.. bahasanya asal.. Gak apa-apa, ini khan blog saya.. Xixixi

Saya kasih analogi sederhana dan mudah ditangkap

Sobat pernah minum jamu rebusan? Bahasa jawanya jamu Godogan. Pahiiit banget. Orang rela minum jamu karena ingin sehat. Meski pahit nggak ketulungan tetap saja dipaksa untuk menelannya. Ini analogi yang mudah dipahami. Karena penyakit badan mudah juga dideteksi, sehingga enteng saja menelan kepahitan dari jamu rebusan. Tetapi kalau penyakit hati yang menjadi wasilah hidupnya sakit gimana? Nah kita mau bahas suuiingkat..

Mengapa penyakit jasmani mudah dideteksi? Karena yang sakit kita2 juga. Mengapa penyakit jiwa/ rohani susah dideteksi? Karena si empunya tidak merasa sakit apa-apa, justru yang merasa adalah orang lain. Biasanya begitu

Sulit namun tidak sulit. Sebenarnya juga mudah kok, cuma nyadar atau tidaks?. Tinggal amati saya takdir hidup anda. Sakit apa tidak? Bermasalah apa tidak? Kacau atau tidak? Mudah stress apa tidak? Silahkan cek ke diri masing-masing. Kalau takdir kehidupan kita sakit, maka otomatis butuh jamu.

But... Orang banyak duit tidak berarti hatinya sehat loh? Saya banyak menemukan orang berduit namun jiwanya kering. Asli, beneran, swear...!  Makanya jangan anggap banyak duit kemudian otomatis hatinya damai, bahagia dan sejahtera. Nggak begitu.. Percayalah nggak begitu. Meskipun dia bisa melakukan apa saja dengan uang yang dimiliki tetap saja hatinya sakit. Ia PASTI dihantui ketakutan dimana saja dan kapan saja. Begitulah kira-kira :)

Anyway...

Menelan kepahitan apalagi kepahitan hidup itu juga nggak mudah. Perlu pemahaman, perlu keberanian tingkat tinggi, perlu iman. Dan tentu saja perlu sosok yang harus dijadiin panutan, dan atau dokter spiritual. Ini untuk memperkuat komitmen, meskipun tanpa dokter spiritual juga bisa kok..

Masak hutang banyak di syukurin?. Punya duit segitunya, malah disuruh disedekahin plus beberapa aset di dalam rumah?. Sakit jiwa kalii hehe :). Mau sepahit apapun telaaan.. Gitu katanya. Inilah yang dinamakan belajar menelan kepahitan, yang PASTI akan menjadi jamu paling mujarab untuk menyembuhkan penyakit jiwa/ rohani.

Makanya ketika saya punya komunitas sendiri, kemudian ada beberapa orang yang saya latih menelan kepahitan biasanya mereka akan komplain pada awalnya. Namun ketika sudah merasakan bahwa dalam kepahitan ada sesuatu yang manis lalu mereka ketagihan. Apalagi saya ada disisi mereka, paling tidak bisa menguatkan.

The last.. Akan ada fase2 terjun bebas di lembah terdalam, fase kritis, namun sensasional. Apalagi bagi mereka yang sedang merevolusi tauhid. Rasanya itu lho? Gimanaaa gitu.... Beuuuuh mantep pokoknya. Tetapi percayalah akan terjadi lompatan, akselerasi, keajaiban, dan lain sebagainya sebagai bagian dari proses2 penyembuhan. Dan yang pasti akan terjadi aliran iman, aliran kebahagiaan yang tiada bisa diungkapkan dengan jutaan kata.

Temans mau belajar menelan kepahitan? Hubungi nomor dibawah

Wallahu A'lam

NB

Mau belajar seputar menelan kepahitan? Sobat bisa belajar tentang manajemen jiwa dalam panduan 77 hari magis7. Caranya klik disini

Kalau mau belajar menarik sukses, bisa di panduan pembelajaran 360 hari rahasia kunci sukses. Caranya klik disini

But kedua-duanya bagus kok. PASTI akan membuka pemikiran sobat semua biidznillah.



Artikel Terkait



2 comments:

  1. Assalamualaekum mas adhin sy istri nya" adi nama yang di samarkan itu member rks saya mohon doa nya ya karna sy sedang terjun bebas di lembah yang ter dalam dalam sejarah rumah tangga saya.saya bersukur suami saya menemukan blog mas adhin karena bisa belajar menyikapi hidup dengan benar karena sudah terasa sama saya sikap suami yg berubah menuju kebaikan insaallah.oh ia mas adhin saya merasa doa saya sedang di kobul dengan di pertemukan nya suami saya dgn blog mas adhin, memang sih saya juga tidak merasa lebih baik dari sumi tapi wajar kan klu kita menginginkan suami lebih baik dari kita karena dia kan imam dalam keluarga.mas adhin sekali lagi sy mohon doakan sy biar bisa melewati masa seperti ini tentu nya dg benar.ahir kata saya ucapkan wasallamualaekum warohmatullohi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  2. Waalaikumsalam. Alhamdulillah

    Saya dan pembaca blog sederhana ini semua mendoakan untuk kebaikan kita bersama. Amin

    ReplyDelete