Dec 14, 2015

Antara Insha Allah, Insya Allah, Asswrwb, SAW Mana yang Benar?

Menurut saya sih... Bagi yang beda tidak ada masalah. Ane tetep cinta dan sayang kok? Hehe. Masalahnya banyak yang kemudian berbeda namun bukan masalah prinsip, lalu hilanglah cinta dan sayangnya. Artinya mereka baru cinta dan sayang ketika sudah sepaham. Ini namanya khan pemaksaan kehendak. Ya nggak?

Menurut saya masalah kecil, namun faktanya dalam beberapa kasus malah bikin perselisihan. Kadang seseorang malah ada eneg dalam dada cenderung dendam. Ini khan tidak baik. Maksud hati si A hendak memberi salam, seolah-olah langsung ditunjuk dan ditonjok karena salah tulis.

Meskipun cara membenarkannya seolah-olah sangat santun dan Islami, saya jamin yang mendengarnya tidak merasa enak. Why kenapa? Karena seolah-olah langsung ditonjok. Kecuali yang membenarkan tulisan kita adalah orang yang sangat kita percaya. Misalnya guru2 kita, kyai2 kita.

Misal begini nih,

"Maaf Akh, boleh ana kasih tahu sedikit ya Akhi, Afwan yeah kalau Akhy mengucapkan salam jangan disingkat. Tahukah Akhy arti dari Ass itu PANTAT. Islam tidak mengajarkan dengan mengucapkan salam dalam tulisan singkat. Afwan ya? Ana hanya mengoreksi dan menerapkan ilmu sesuai Syariat islam dalam Al Qur'an"

Nampaknya sih keren banget nasehatnya. Namun saya jamin jika anda sendiri yang disundut pasti merasa eneg. Apalagi yang menasehati anda adalah teman anda sendiri yang baru kemarin belajar agama. Eneg tapi jangan sampai muntah ya?

Masalahnya sepele, yakni ketika menulis Asswrwb langsung di vonis "KELIRU BESAR dan penghinaan". Why kenapa? Karena katanya Ass itu artinya PANTAT dalam bahasa (tulisan) Inggris. Kalau ass dalam bahasa Ethiopia, bahasa Indhia dan atau bahasa Tagalog artinya apa ya? Coba dicari arti "Ass" dalam setiap bahasa, siapa tahu ada yang berarti, "Saya Ganteng" hehe

"SAW" dalam bahasa Inggris berarti gergaji. Padahal niat yang menulis saya jamin tidak ada maksud menggergaji orang. Niatnya dalam hati sudah sangat baik, apa daya langsung dipatahkan.

Ada lagi misalnya menulis Insya Allah, itu keliru besar. Karena berarti menciptakan. Kalau begitu, maka bacaan Qur'an kita saya jamin 90% kurang tepat. Why kenapa? Karena lidah Indonesia berbeda dengan lidah Arab. Dan yang pasti tulisan bahasa Indonesia JELAS sekali sangat berbeda dengan tulisan Arab.

Terus yang benar yang mana? Yang benar adalah tulisan aslinya dalam huruf Arab. Itu yang betul.. Ya nggak?


Bagi saya itu bukan masalah prinsip, karena yang prinsip itu saling mengerti, saling berbagi dan saling menyayangi sesama ummat. Yang nulis Insya Allah, ya silahkan. Yang Insha Allah juga silahkan. Yang nggak baik itu saling nunjuk hidung temannya sendiri seraya mengatakan, "Salah Lu, itu artinya kamu menghina dan merendahkan".

Yang asyik dengan LIQO'nya silahkan belajar ilmu supaya hidup lebih terarah. Tapi kurangi menggurui orang lain. Yang sedang khusuk dengan kelompok pengajiannya silahkan, itu baik sekali. Baik juga untuk saling menasehati diri sendiri dan sesama jamaahnya. Namun kalau hendak menasehati orang lain saya kira harus dengan cara dan metode yang baik.

Karena kita cenderung gatel. Baru kemarin belajar agama langsung gatel pengin menasehati orang lain, meluruskan orang lain. Why kenapa? Karena menurut pendapatnya orang lain salah dan harus dibenarkan. Saya khawatir ada benih-benih kesombongan dalam hati namun tidak sadar. Yakni sombong karena merasa benar sendiri.

Perbedaan bukan mendasar pasti ada tak terhitung. Jangan jadikan ladang perbedaan yang bukan prinsipal itu kemudian dijadikan ladang konflik baru. Sekali lagi jangan. Mending cari persamaan, kemudian bersatu atas nama persamaan tersebut. Kira-kira begitu.. :)

Wallahu A'lam


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment