Nov 8, 2015

Solusi Kehancuran Setelah Gagal dalam Pencalonan Anggota Dewan

Mas, saya merasa semua sudah saya jalani. Usaha, pekerjaan sampai saya pertaruhkan semuanya ikut dalam pencalonan anggota dewan. Akan tetapi kehendak Allah berkata lain. Saya hancur dari semua sisi hutang yang begitu banyak dan seakan tiada jalan keluar sementara keluarga dan orang tua terkena imbasnya. Mohon kiranya Mas Adhin dapat membimbing saya untuk kembali dan menyelesaikan tanggung jawab saya akibat dari semua yang saya lakukan. Bantu saya Mas untuk bangun. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih

Jawab: Insya Allah saya bantu sebisanya, yakni DOA semoga masalah segera teratasi. Yang sabar ya? PASTI ada hikmah dibalik segala kejadian.

Akhir2 ini saya ingin menjawab banyak pertanyaan dengan cara to the point saja, yang mana kadangkala nylekit dan menyentil. Nggak apa-apa, sekali sekali saja kok.. :)

Seharusnya mencalonkan diri sebagai anggota dewan tidak membuat hidup berantakan. Kecuali karena dana kampanye yang menggelembung. Dana/ uang untuk menyuap suara rakyat. Kalau begini ceritanya jelas sekali akan menyedot keuangan ratusan juta bahkan milyaran.

Pasti semua dipertaruhkan baik uang tabungan, sawah, rumah, dan aset2 lainnya. Harapannya sih menang. Padahal kalau memang akan membuak sebuah pintu. Apa itu? Pintu kebinasaan. Mau???

Menurut saya lebih baik kalah meskipun setelah kalah akan mengalami kebangkrutan luar biasa. Dari pada membuka salah satu pintu neraka (karena suap sana sini) mending bangkrut. Dan kebangkrutan itupun merupakan konekwensi dari nafsu kita yang mau berkuasa dengan cara yang salah. Ya nggak?

"Tapi Mas, keluarga dan orang tua saya terkena imbasnya"

Ya sudah, mau diapain lagi? Semua sudah terjadi, terima saja dengan ikhlas. Terimalah karena pasti ada sesuatu dibalik kejadian ini. Yang jelas dalam terawangan atau pandangan saya, kebangkrutan itu malah bagus. Paling tidak kita bisa lepas dari satu pintu neraka. Masalah bangkrut ya sudah, bangkit lagi, mulai lagi dari awal.

Asalkan kita mengaku salah kemudian taubat dan pasrah kita tidak akan mati kelaparan Insya Allah. Sepahit-pahitnya hukuman ini, pasti masih bisa makan dan melanjutkan hidup. Justru ini yang penting. Karena disini kita bisa banyak belajar.

Solusinya gimana?

TERIMA aja, pasrah aja. Banyak2 istighfar. Mulai lagi dari awal dengan niat dan tujuan yang jauh lebih mulia.

Udah gitu aja..

Amalannya apa?

Amalan bisa entar2an, yang utama adalah kemampuan MENERIMA. Itu dulu

Wallahu A'lam

NB

Nah kemampuan MENERIMA ini terkait dengan manajemen jiwa, nafsu. Belajar mengendalikan nafsu tidak mudah, termasuk untuk saya.. hehehe. Tetapi saya belajar kok. Dan pembelajaran mengendalikan nafsu ini saya tuangkan dalam panduan magis7. kalau mau belajar, klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment