Nov 18, 2015

Jangan Mendadak jadi Ustad, Nanti Malah di Jauhi Orang

Kadang2 kita, termasuk saya hehehe, suka mendadak Ustadz. Alias kebelet pengin ngasih nasehat kepada orang lain. Baru kemarin hapal satu ayat, lalu kepengin menunjukkan kepada orang lain bahwa kita sudah hapal. Celakanya lagi ngeklaim halal dan haram berdasarkan ayat2 yang kita pahami. Padahal belum tentu pembahasannya sempit.

Dalam beberapa kasus berbicara tentang agama, apalagi membawa dalil2 malah membuat orang lain tidak respek, alias bikin eneg. Sebab kadangkala orang lain menilai, bukan kapasitas kita untuk menasehati dengan dalil. Apalagi ada penilaian bahwa kita sebenarnya masih banyak cacatnya, banyak kekurangannya.

Misalnya menasehati tentang sedekah kepada orang lain. "Elo kudu sedekah biar cepat sukses. Bahkan ada ayatnya lho? Ini dia, dengerin.... bla bla"

Bagus banget sih, namun saya mendapatkan beberapa kasus, ketika kita suka mengeluarkan dalil dalil malah yang denger eneg rasanya. Sebab boro2 kita jago sedekah, yang ada kikir bin pelit. Atau kita memang sudah sedekah, tapi cuma seribu dua ribu.

Iya kalau kita pernah sedekah mobil, kemudian mendapatkan kejutan setelah sedekah, maka akan enak kalau ngomong. Lha ini ngomong sedekah sendirinya jarang sedekah. Khan males ngedengerinnya.

Atau misalnya begini

"Sabar ya? Jadikan sholat dan sabar sebagai penolong". Padahal sendirinya jarang ke masjid
"Jadi orang itu kudu tawakal, ini ayatnya.....". Padahal sendirinya tukang ngeluh
"Firman Tuhan demikian dan demikian..." Padahal sendirinya jauh dari berilmu

Dari pada terkesan menggurui atau dicap "keminter" sama orang lain mending menahan diri. Jadikan dalil2 untuk menasehati diri sendiri dulu. Jadikan hujjah untuk memperbaiki diri bukan untuk menasehati orang lain. Jangan mendadak jadi Ustad, nanti malah dijauhi orang.

Nanti pada saatnya, ketika ilmu sudah menjadi HIKMAH, maka kita tidak perlu mencari orang lain karena orang lainlah yang akan mencari kita untuk meminta nasehat. Why kenapa? Karena kita mengetahui sesuatu rahasia dimana orang lain belum mengetahuinya. Ia adalah HIKMAH dalam bentuk pengalaman, bukti dan fakta kehidupan.

Misalnya begini nih..

> Rela resign/ hijrah dan mulai lagi dari nol bahkan minus. Lalu seiring proses hidupnya berubah dramatis
> Rela menyedekahkan mobil dan aset2nya, lalu dengannya menjadi wasilah hidup kaya
> Ikhlas di jedod-jedodin, di mentok-mentokin ketika belajar tawakal, lalu dengannya hidup jadi mulia
> Ikhlas meninggalkan mabuk, judi, narkotik dsb lalu dengannya menjadi wasilah diangkat kepada derajad kemuliaan

Dan hikmah semacamnya. Kalau sudah begini maka anda akan dicari orang untuk meminta nasehatnya. Meminta pengalamannya. Meskipun anda mengeluarkan ribuan dalil Insya Allah akan didengarkan dengan seksama.

Siapa contohnya? Ya saya... heheheheheheheh.... :)

Ini pendapat ane sih.. Nggak tahu pendapat sobat semua. Apapun pendapat anda yang penting damai.. Okay?

Selamat beraktifitas

NB

Sobat mau nyari pengalaman hidup dari orang yang sudah merasakannya? Pilih panduannya sbb

> Rahasia kunci sukses bagi yang mau belajar menarik sukses
> Magis7 bagi yang mau belajar membangkitkan rasa pasrah, tawakal dan ikhlas sebagai sebuah rasa yang penuh keajaiban.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment