Oct 14, 2015

Ujian Itu Memang Berat, Jangan Mengeluh Apalagi Putus Asa Karena itu Sifat The Looser

The looser itu penakut. Rasa yakinnya parah banget. Lemah keyakinan yang menyebabkan hidupnya kacau. Was-was, cemas, kuatir, panik, bahkan depresi ketika segala sesuatu tidak sesuai keinginannya. Namun kemudian menjadi ujub, takabur, sum'ah dan semacamnya ketika berada diatas.

Kalau sudah diatas nggak mau lagi turun ke bawah. Makanya kalau kemudian takdir berkata lain yakni kudu menghadapi kenyataan pahit, maka tiba2 ia menjadi orang yang seperti kesetanan. Srudak sruduk nggak jelas.


Sobat...

Jangan jadi the looser. Hidup itu tidak selalu seperti apa yang kita inginkan. Bahkan apa yang paling tidak inginkan seringkali terjadi. Biasa saja lah..

Hindari mental orang yang kalah. Mental nya negatif. Misalnya kata2 begini nih,

"Tolong kasihani saya Pak.. Saya belum makan 3 hari"

"Apa yang bisa membuat Bapak percaya kalau saya orangnya jujur. Saya pasti akan melunasi hutangnya pak? Tolong kasih saya pinjaman"

"Mohon saya dikasih dana 5 juta ikhlas karena Allah. Saya sedang dikejar2 hutang. Pasti sedekah bapak dibalas berlipat ganda"

"Tolong saya Pak, rumah saya mau disita. Aset saya mau diambil gara2............."

Bosan saya dengan mental the looser kayak diatas. Sudah banyak saya menangani orang2 bermental the looser ini. Mbelgedes alias banyak dustanya..

Mengapa tidak berdiri tegak dan menghindari belas kasihan orang lain? Tangguhlah dan tegarlah, lalu hadapi apapun takdir yang akan terjadi.

Kami faham beban itu kadangkala sangat berat dirasakan. Saya juga pernah mengalaminya, bahkan kemungkinan besar jauh lebih berat daripada apa yang anda rasakan. Saya kasih satu contoh bukti nih,

Dahulu kala Istri saya sakit, sementara saya yang masih berumur kurang dari setahun juga sakit. Anak saya menangis tak henti2 karena kehabisan susu, sementara susu ASI sang ibu sedang kering. Lagian khan istri sedang sakit pula. Dilain pihak saya ada hutang yang kudu dicicil. Pada akhirnya uang gajian habis bis bis buat nyicil hutang.

Saya bisa saja tidak mencicil hutang demi memeriksakan demam istri. Lalu membeli susu anak. Namun uang saya relakan buat bayar hutang yang menyebabkan uang saya habis tak bersisa. Apakah kemudian saya mengemis dan meminta belas kasihan? TIDAK....

Jangan terlalu berharap sama manusia, dijamin kecewa. Paling tidak saya buktinya. Dahulu juga begitu, yakni seringkali mengunjungi manusia buat hutang. Yang ada kita malah merasa terhina.

Itu baru satu kisah kecil saja. Belum lagi pengalaman pahit ketika bekerja sebagai pengamen, pedagang asongan dsb. Atau saat menjadi orang jalanan yang mengharu biru.

Berat dan memang nggak mudah kok.. Tetapi ya itu tadi hadapi saja. Karena hanya dengan menghadapi ujian hidup dengan tegar dalam bingkai iman sajalah solusinya. Kita PASTI akan mengetahui hikmah ujian tersebut, jika kita menghadapinya dengan benar.

Kalau ngomong kekayaan, saya juga pernah kok jadi orang kaya.. hehe sombong nih

Paling tidak jika kekayaan itu dinilai dengan harta dan aset. Duit saya ratusan juta dalam buku tabungan dan ATM. Pada saat itu jumlah segitu gedenya minta ampun. Saya juga punya bisnis yang berjalan lancar, punya (dititipin) mobil 4 buah, salah satunya mobil mewah.

Faktanya kekayaan tidak menjamin kebahagiaan. Percaya deh. Buktinya hati saya saat itu masih saja kering. Padahal sudah belajar tentang tauhid. Padahal saya juga sholat, sedekah, dhuha, dsb. Namun tetap saja kering.

Seiring proses kenal dengan seorang guru yang mengatakan, HABISKAN buku tabunganmu dan aset2mu, niscaya kamu bahagia.

Gila nggak nasehat guru saya? Gila kuadrat. Faktanya saya ikutin kok. Saya memulai lagi dari nol bahkan minus. Ternyata saya dapat hikmah yang besar, bahwa dengan menzerokan diri maka kita akan mudah kenal dengan Sang Pencipta. Ketika kita membuang semua sandaran hidup, misalnya harta benda, aset, dan segala sesuatu yang nyangkut dalam hati kita, maka saat itulah Allah muncul dan mengenalkan diri. Dan ternyata inilah kebahagiaan yang sesungguhnya.

Masalah duit ntar akan datang sendiri. Trust me... Allah itu Maha Kaya.. Yakiiiiiiiiin banget Maha Kaya.

Saya menantang anda untuk menghabiskan uang ditabungan, dan atau menjual aset sampai habis lalu sedekahin meskipun saat itu hutangnya numpuk. Berani nggak? Saya yakin hanya satu dua orang diantara ribuan orang yang berani. Jangankan kehilangan seluruh tabungan, wong hilang sendal aja marahnya nggak habis-habis.... Hehe

Ah sudahlah... Itu saja dulu.

Mohon maaf nih, ane bicara blak-blakan. Klo ada yang tersinggung mohon maaf. Namun percayalah maksud saya baik, yakni mengajak anda untuk sama-sama belajar. Karena saya sampai detik ini juga masih belajar kok. Ketika didalam proses belajar ada secuil hikmah, lalu saya share kepada sobat semua, dengan harapan ada sesuatu yang positif yang bisa diambil dan diterapkan.

Terakhir jangan jadi the looser yah? Menghadapi ujian yang menurut kita berat itu memang tidak mudah. Saya ngerti banget2. Tapi bagaimanapun juga ya harus dihadapi dengan pasrah dalam bingkai iman. Karena inilah solusi

Wallahu A'lam

NB

Makanya belajar. Saya menawarkan panduan 360 hari bagi yang berkenan. Klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment