Oct 31, 2015

Serial Manajemen Jiwa, Sumber Ketakutan

Artikel kali ini penting banget untuk anda baca. Memang agak dalam sih, tetapi kudu sobat ketahui, dan pahami yakni tentang manajemen nafsu/ jiwa. Pelajaran seperti ini mungkin sesekali sobat dengarkan. Terlepas paham atau nggak paham, coba deh baca pembelajaran jiwa dari ane.. Siapa tahu bingung... hehehe

Nah kali ini ane mau curhat tentang sumber ketakutan.

+ Lho kok curhat?
-  Terserah ane. Khan ini blog saya.. Repot amat.. Xixixixi.. :)

Apakah kejadian ini pernah anda alami?

Gaji 10 koma, tanggal 10 sudah koma. Baru tanggal 10 namun uang ditabungan diprediksi hanya cukup untuk beberapa hari ke depan. Apa yang kita rasakan? Cemas

Bekerja di tempat yang abu-abu. Aktifitasnya suap kanan suap kiri. Ada niat untuk berhijrah namun TAKUT. Khawatir kalau bisnis yang dirintisnya bangkrut sehingga keluarga berantakan.

Dari mana timbulnya rasa cemas, takut, khawatir atau bahkan stress bin pusing 7 keliling? Saya lebih suka mengatakan dari NAFSU. Sedangkan nafsu bisa juga disebut dengan nafs, jiwa atau diri immaterial yang ada dalam dada. Yang nggak setuju minggiirr... Hehehee becanda

Niat mulia yang berasal dari DIRI (nafs), pada prosesnya PASTI meminta nasehat 2 panglima yakni otak dan hati. Otak tempatnya akal, hati tempatnya iman. Sang akal pasti akan menghitung secara matematis dan logis, sementara sang hati akan menghitung dengan hitungan IMAN.

Apakah berarti 2 malaikat penjaga itu akal dan hati? Wallahu A'lam. Nggak tahu ane..

Lalu terjadilah dialog begini....

Otak (akal) : Kalau kamu resign, siapkan modal 50 juta. Dengan jumlah tersebut cukup untuk merintis sebuah bisnis yang menjanjikan. Kalau kurang dari itu peluang sukses akan semakin kecil

Hati (iman) : Ketika resign siapkan mental, ketegaran dan kesabaran. Yakinlah Tuhan akan memberikan jalan keluar yang terbaik.

Lalu pasti akan ada oknum antagonis yang selalu nginthili dari depan belakang kiri dan kanan. Siapa dia? Syetaaaannn....!!! Bahkan si Syetan ini nginthili dan nggondheli atau ikut masuk melalui aliran darah. Wow...

Syetan : Mau modal 50 juta kek, 100 juta kek, semilyar kek ujung2nya bangkrut juga karena ente buodo nggak ada skill. Kasihan keluarga ente bisa mati kelaparan. Makan tuh IMAN...! Tuhan nggak bakalan nolong kamu, habisnya ente bejad sih. Percaya sama saya... Ane kasihan sama ente, sebab kalau nerusin niat itu hidup ente bakalan menderita seumur-umur. Think..!

(Syetan ngomongnya persis 1 inchi di dalam otak kita sambil bawa palu. Itulah sebabnya kita mudah merasa pusing dan stress.. Syetannya sih cuman 1, tapi temannya banyak ada ribuan.. Hehehe)

Lalu siapa yang dituruti? Nasehat akal dan hati atau was-was dari Syetan? Jawabannya khan sobat sendiri yang tahu, coz anda yang memutuskan? Tul nggak?

"Waduh... Syetan banyak menangnya Mas?"

Makanya kasih makan 2 panglima (bak malaikat) penjaga kita, biar tumbuh besar, kuat dan cerdas sehingga bisa mengalahkan syetan. Sederhana saja, makanan akal adalah IQRO' (membaca, ngaji), sedangkan makanan hati adalah TAFAKUR (memahami, meyakini).

Untuk urusan syetan itu urusan Tuhan. Minta saja perlindungan_Nya dari godaan Syetan yang terkutuk. Sering baca Al Falaq dan An Naas.

Wallahu A'lam

+ Ngomong apaan sih?
- Ndremimil... Hehehe

NB

Iklan nih. Tapi iklan yang pasti sobat perlukan. Dapatkan pembelajaran dari saya tentang bagaimana menerapkan manajemen jiwa/ nafs, dalam panduan 77 hari magis7. Klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment