Oct 26, 2015

Mereka Menghargai Perbedaan Khilafiyah, Cuman Saya yang Gemblung

Perbedaan dan Toleransi yang sering di dengung-dengungkan mereka seringkali cuman boongan. Ketika dihadapkan kepada kenyataan maka toleransi terhadap perbedaan khilafiyah itu hanya dusta belaka. Nggak semuanya sih? Karena masih lebih banyak yang memang benar2 menghargai perbedaan kok.

Namun sedikit mereka yang berdusta ini memicu mata rantai perpecahan yang kian hari kian terasa. Berdusta seperti apa sich??

Gini....

Konon ketika Imam Syafi'i sholat subuh di lingkungan Mazhab lain (Misalnya Mazhab Imam Hanafi..) beliau tidak pakai Qunut. Ketika ditanya kenapa, beliau menjawab kurang lebih sebagai bentuk toleransi dan penghargaan. Demikian pula sebaliknya. Super sekali.... :)

Naaah lalu ada kisah yang banyak terjadi dilingkungan kita..

Ada seorang ulama, misalnya yang berfaham Salafi yang bertausiyah bahwa sebagai muslim kudu menghargai perbedaan. Lalu ketika melaksanakan sholat dilingkungan mayoritas NU, beliau tetap saja tidak pakai bismilah, tidak pakai qunut dan jari telunjuk bergerak-gerak saat tahiyat.

Daaannn....

Ada seorang Kyai NU yang berceramah dengan berapi-api dimana mencela paham lain yang tidak menjunjung toleransi dan perbedaan. Mencela golongan lain yang mudah membid'ahkan dan memvonis sesat. Lalu ketika sholat dilingkungan mayoritas salafi, sang kyai tetap sholawatan, pakai bismillah dan qunut.

Katanya sama-sama mengatakan bahwa perbedaan adalah rahmat. Lalu dimanakah letak penghargaan dan toleransi yang sering didengung-dengungkan saat tausiyah? Mengapa masing2 memaksakan diri supaya mereka sama dengan kita, bukan kita yang (sekali-kali) menyamakan diri saja? Bukankah berarti semua merasa benar sendiri? Apakah mereka yang lupa atau saya yang gemblung?? Saya aja deh.. hehe

Nggak apa2 saya yang edan. Sebab meskipun ane orang abangan, namun tetap merasa prihatin dengan kenyataan diatas. Prihatiiiiin banget2 dan tambah2 sedih karena memicu pertikaian di akar rumput.

Sudahi kekonyolan ini. Stop saling menyalahkan. Yang hancur berkeping-keping itu kita sebagai ummat, sementara yang ketawanya lebaaar banget, penuh makna dan rahasia licik itu asing dan Jews.. Ngerti nggak sih..? (Lagaknya sok2an marah nih hehe..)

Sudah saatnya bersatu padu terlepas dengan perbedaan khilafiyah yang nggak akan ada akhirnya. Mari bersama-sama dalam satu jamaah, bukan demi apapun, tetapi demi kewibaan, kemuliaan, kebanggan dan kemenangan.

"Robb.. kirimkan sosok pemersatu dan pendamai di bumi ini. Kalau memang sosok itu stocknya sudah habis, jadiin kami orang tersebut juga nggak apa-apa.. Amin"

+ Stress ya Mas?
- Ember.. Heheheheh

NB: Artikel ini dan banyak artikel penuh hikmah lainnya saya upload juga di FB pribadi. Silahkan di add disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment