Oct 25, 2015

Manajemen Jiwa, Mendesain Alam Bawah Sadar

"Yakinlah bahwa siapapun berhak sukses termasuk anda". Ini contoh kalimat motivasi yang sering kita dengar. Dan buanyak lagi inspirasi, motivasi bahkan kata2 hikmah yang sering kita baca dan menyukainya. Kalau itu bagus biasanya kita "like", kalau dalam status FB.

Membaca kalimat motivasi itu bagus.. Buagooss.. Mendengarkan petikan hikmah itu keren. Tapi ada yang jauuuh lebih bagus dan keren. Apa itu?

Menyelami jiwa....!


Karena jika sukses memahami jiwa, maka kita tidak akan butuh motivasi sukses misalnya. Sebab kita sudah mendapatkan suntikan motivasi tingkat tinggi dari diri kita sendiri.

Dimanakah jiwa berada? Disini, didalam ini. Tepatnya sebelah mana? Ane nggak tahu, pokoknya didalam dada ini. Hehe

JIWA kata sebagian orang maksudnya HATI. Kata sebagian yang lain alam bawah sadar, NAFS, nafsu dan atau ruh. Sebuah substansi immaterial yang nyata adanya namun susah di observasi secara real. Makanya manusia tidak tahu persis apa itu alam bawah sadar, apa itu ruh.

Coba baca2 update status FB teman2 kita, itulah pantulan jiwa. Atau perhatikan takdir hidup kawan dan sahabat kita. Itulah result dari keyakinan dalam jiwa.

So kalau begitu yang pertama kudu kita lihat seharusnya kondisi jiwa, bukan result takdir. Karena jika jiwa nya bagus, maka otomatis takdir dan segala hal menyangkut kehidupannya juga bagus.

Kita biasanya melihat result, proses dan lain sebagainya dan melupakan fondasi. Padahal fondasi inilah yang sangat menentukan proses sampai result takdir. Memanage, mendesign, memberi warna, mengolah jiwa atau apapun maksudnya, yang penting tujuannya itu. Manajemen JIWA 

Gimana cara mendesign jiwa supaya menjadi wasilah bagusnya kehidupan dunia dan akherat?

Perhatikan ini...

"Aku adalah aku". Ini adalah jiwa2 yang liar, sesat dan ingkar. Si AKU ini merasa sebagai sebuah pribadi yang mutlak ADA.

"Aku adalah hamba_Mu". Naah, ini adalah jiwa yang tunduk dan memahami bahwa tiada aku kecuali AKU nya Tuhan Semesta Alam.

Orang2 yang merasa bisa, merasa hebat, merasa benar, merasa aku dalam jiwanya adalah mutlak, pasti akan tersesat dalam kegelapan selamanya. Dan orang2 yang memahami bahwa Yang Bisa, Yang Hebat, Yang Benar itu bukan dirinya namun Tuhan yang sedang menyelesaikan rencana-rencana_Nya, maka dialah yang mendapatkan cahaya petunjuk.

Oleh sebab itu cara agar supaya perjalanan hidup kita PASTI baik adalah tunduk terhadap skenario dari Diri_Nya yang diperankan oleh kita. Mau dijedod-jedodin dulu, dimentok-mentokin dulu dsb, ikutin saja dengan tunduk/ pasrah. Kalau sudah terbukti ketundukan jiwa kita, maka sudah PASTI skenario hidup pada akhirnya akan dibawa ke dalam Jannah dunia dan akherat. PASTI, PASTI dan PASTI...

Kesimpulannya, untuk mendesign jiwa yang tenang maka kita kudu menzerokan keakuan dalam jiwa, untuk mengikuti AKU nya Sang Pencipta. Setujuh...??

Wallaahu A'lam

Btw, jangan dibaca terlalu serius.. Bahayya

NB

Manajemen jiwa yang sensasional banget saya rangkum dalam sebuah panduan magis7. Klik disini untuk melihat penjelasannya



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment