Oct 21, 2015

Kisah Melunasi Hutang Bagian 2

Satu lagi kisah, harapannya bisa menyetrum keyakinan kawan2 semua. Oleh karenanya buka hati dan ijinkan saya setrum anda.. hehe. Untuk kisah melunasi hutang bagian pertama wajib juga dibaca. Silahkan klik disini untuk membacanya.

Image result for hutang

Tahun berapa ya? Kalau tidak salah 2008. Waktu itu saya teringat pada pada jaman baleuha pernah memiliki hutang yang lumayan besar. Hutang kepada sebuah lembaga perpinjaman dana. Namun saya mangkir beberapa kali buat bayar cicilan yang mengakibatkan surat peringatan bertanda tangan yang berwajib datang ke kontrakan. Bahkan dalam surat itu ada ancaman penjara, ngeriii...!

Kenapa hutang? Khan banyak kebutuhan dan hajat sementara uang tipiiiiis banget. Begitulah logika bermain. Padahal yang memenuhi kebutuhan dan hajat bukanlah uang, tetapi Allah yang menggenggam segala kekayaan. Inilah kesalahan fatal saya pada saat itu. Cacat tauhid.

Naah pada saat itu saya tidak ada maksud nggak mau bayar, tetapi duit memang kagak ada. Lalu saya main kucing2an sama yang nagih. Pindah2 kontrakan sampai akhirnya berlalu beberapa tahun.

Naah tahun 2008 kalau tidak salah saya teringat tuh sama hutang. Pada saat itu saya bermaksud melunasi hutang beberapa tahun yang lalu karena sudah ada uang melimpah ruah. Tapi gimana mau bayar? Ntar kalau datang ke lembaga tersebut tangan saya di borgol gimana? Penjara bro....!

Mengapa di penjara? Karena dulu pernah mangkir bayar hutang bahkan sampai itungan tahun. Pada saat itu datang surat peringatan lebih dari 3 kali namun saya abaikan. Pada akhirnya datang juga surat dari pihak yang berwajib dan ada pengacaranya juga. 

Kemudian terbayang bahwa hutang kudu dibayar tunai, atau kalau tidak dipanggang dalam neraka. Lebih ngeri lagi khan..? Pilihannya nggak banyak, cukup 2 saja. Kalau nggak bayar dipanggang dalam neraka, kalau bayar dipenjara.. Pilihan yang mengasyikkan.. Hehe

Dengan dada yang bergetar karena takut, ane mendatangi lembaga tersebut. "Maaf Bapak Ibu, saya kesini mau melunasi hutang beberapa tahun yang lalu sekian dan sekian. Ini data diri saya bla... bla... bla"

"Maaf Pak, nama bapak tidak ada dalam list orang2 yang mangkir" Jawab CSO

"Coba cek sekali lagi.." Tanya saya penasaran

"Nggak ada Pak.. Bapak salah tempat kali..." Jawab CSO

Dan saya keluar gedung tersebut dimana dada ini masih bergetar. Sambil menatap langit ane berbisik, "Robb dari rumah kami sudah niat mau bayar amanah ini apapun yang terjadi. Mau ditangkap atau dipenjarapun kami siap. Dan beginilah kenyataannya... Maksih ya Robb". Tak terasa lagi2 meleleh mata ini.

Hikmah:

Sekali lagi kisah ini enak banget bacanya. Tetapi yang ngejalaninnya Masya Allah. Beraaaaattt banget.. Takuuuut banget. Sumpah ane keder. But pada akhirnya ane mengalami lagi sesuatu yang amazing ketika berazam menunaikan amanat dan mengesampingkan was-was syetan. This is iman, inilah keyakinan.

Yakin dengan pertolongan Alah itu berat, makanya kalau nggak mampu atau nggak kuat jangan ditiru.. hehe

Catatan

Kadangkala amalan melunasi hutang itu nomor dua atau nomor sekian malahan. Yang pertama dan utama adalah iman. Temukan keyakinan itu, maka amalan melunasi hutang yang kita baca akan jauh lebih powerful.

Bagaimana mencari iman yang hilang? Kapan2 kita bahas. Atau browsing aja di blog ini sudah ada kok?

NB

Yang kayak ginian bisa anda dapatkan di pembelajaran Rahasia Kunci Sukses. Klik disini untuk mendapatkannya.
 

Artikel Terkait



1 comment:

  1. Kalaw boleh tau pak?kasus hutangnya bagaimana?kok ada ktakutan dipenjara,,apakah mangkir dari hutang bisa dipenjara juga ya pak,, dan ada peringtan dari pihak yang berwajib disini dari polisi atau pihak berwajib dri lembaga trsebut,,?

    ReplyDelete