Oct 30, 2015

Kisah Hijrah, Pindah atau Resign dari Pekerjaan

Berikut ini ada kisah yang barangkali bisa dijadikan pelajaran dan atau perenungan. Yakni Kisah Hijrah, Pindah atau Resign dari Pekerjaan lama menuju sesuatu yang baru. Kisah ini menarik tuh? Apalagi buat saya yang sudah ngelakuinnya.Yakni melakukan terjun bebas dari ketinggian menuju ke lembah paling dalam. From hero to zero. Nekadnya lagi, semua dilakukan dengan sengaja. Waaah mantap banget tuh..

Assalamua alaikum wr. wb... Saya perkenalkan kembali, nama saya XX, member RKS. Setelah lebih dari 100 Hari izinkan saya untuk berbagi cerita dengan mas Adhin.


Pada email sebelumnya saya sudah sampaikan pengalaman hidup dan sudah di balas oleh mas Adhin. Ceritanya mirip dengan cerita mas Adhin hanya beda temanya saja, saya di uji dengan sakit, mas Adhin di uji dengan kerasnya hidup. Semenjak sakit keras itulah pola hidup saya berubah, tauhid yang dulunya kacau mulai saya perbaiki.

Dan sama seperti cerita Mas Adhin dalam 1 tahun saya juga mengalami 3 kali promosi, dari staff ke SPV kemudian ke Area Manager, tahun berikutkan promosi lagi ke Nasional Manager. Diposisi ini lah saya di kenalkan dengan Mas Adhin, kemudian sejak di bimbing mas Adhin muncul kegelisahan yang luar biasa, kegelisahan yang menurut saya merupakan alarm alami, alarm yang merupakan penolakkan nurani terhadap pekerjaan saya sekarang, untuk segera berhijrah.

Saya pernah BBM mas Adhin, menanyakan persiapan mas Adhin ketika resign. Apakah sudah ada planing usaha? Tabungan atau yang lainnya. Namun saat itu tidak di balas mas Adhin, tapi saya dapatkan jawaban dari email selanjutnya dari Mas Adhin.

Jujur mas, makin hari saya makin merasa bodoh, makin merasa munafik... Karena apa? karena saya tahu pekerjaan yang saya lakukan, sistemnya jahiliyah berbalut baju modern, lingkungannya, ownernya dan lainnya sama sekali membuat hati saya berontak. Saya prihatin dengan masyarakat saudara kita, dan bangsa kita,,,, maaf bukan saya sok idealis tapi itu lah yang saya lihat dan saya rasakan. Makin lama makin muak,,, benar benar muak. Bimbingan dari mas Adhin membuat mata dan hati saya semakin terbuka, dan ketika semakin terbuka, semakin saya merasa bodoh, bodoh di mata Allah.

1 Hijriah kemarin saya tonggakkan untuk mulai berhijrah, kendati saya masih harus bekerja menjalankan program sampai akhir tahun di tempat saya bekerja. Selama 2 bulan kedepan saya berusaha keras mencari pintu rezeki yang lain, sesuai bimbingan dari RKS, walaupun sampai saat ini belum mendapatkan pintu rezeki mana yang akan Allah berikan kepada saya. Bukankan Allah berjanji dalam surat Annisa ayat 100 : Barang siapa yang berhijrah karena Allah, maka akan di beri tempat yang luas dan rezeki yang banyak.

Saya tetap berdoa dan berusaha. Beberapa teman, relasi, sahabat, keluarga sudah saya temui, untuk mencari celah berbisnis. Guru spiritual online, guru marketer online saya coba mencari ilmu, untuk bekal berhijrah. Jujur saja setan masih membuat saya takut, tapi semakin saya takut semakin saya berpegang pada buhul yang tidak akan terputus.

Sampai pada malam tadi, saya mengajak anak istri menyaksikan beberapa video islami dan motivasi yang sy download dari internet, saya pasang dalam proyektor biar anak anak semangat, saya niatkan sebagai syiar karena Allah semata. Sebelum tidur saya berwudhu, dan berdoa "jika lewat dunia nyata, saya belum menangkap isyarat Allah kemana saya harus menuju tempat hijrah baru, mungkin Allah ridho memberi pentunjuk lewat mimpi, bukankan takwil mimpi ada dalam surat Yusuf?".

Subhannallah.... saya bermimpi :

" Saya tertidur diantara semua keluarga saya, saya tidur di ruang tengah rumah nenek saya, sementara keluarga lainnya di kamar-kamar. Pada mimpi tersebut saya berhasil membakar setan, bentuknya ada yang seperti perempuan tua, Ringkikkan kuda, anak kecil, mahluk menyeramkan. Entah dari mana saya bisa membakar semua setan itu dengan surat Al baqarah ayat 256. Saya terbangun karena adzan subuh, yah... tidak tahjud deh malam ini. Setelah saya sholat subuh, saya buka arti dari surat Al Baqarah 256 tersebut.

Artinya : ' tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu siapa yang ingkar kepada thaagut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya telah berpegang kepada buhul yang sangat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui '

Saya tertegun dan menangis.
1. Allah memberi tahu saya : Bukankah sudah jelas jalan yang benar dan sesat?
2. Allah memberi Jaminan : Kamu ingkar kepada setan dan pengikutnya untuk beriman kepada Allah, seakan memegang tali yang sangat kuat yang tidak akan putus.
3. Allah mendengar dan mengetahui, permasalah saya.

Kenapa saya masih ragu, takut, lemah, gelisah? bukankah sudah di jamin ketika saya berhijrah.
Pagi pagi, di tengah kesibukkan bekerja saya tulis email ini ke mas Adhin.

Dan sampai saat ini, saya masih ada rasa takut saya kira masih dalam batas normal. Saya masih mencari usaha apa yang akan menjadi barokah bagi saya, keluarga, dan lingkungan saya. Insya Allah saya akan menemukannya.

..............................................................................

Jawab: Waalaikum salam wrwb..

Saya dan pembaca blog ini kudu mendoakan semoga niat baik dan hajat dari Bapak XX (siapapun beliau) dan keluarganya bisa terkabul. Amin.. Demikian juga doa2 kawan2 semuanya semoga kobul. Amin

Kisah ini saya angkat semoga bisa menjadi pelajaran dan pembelajaran. Dan semuanya diniati untuk kebaikan.

Kisah Hijrah, Pindah atau Resign dari Pekerjaan inilah tema artikel kali ini. Bahasan ini mau saya bikin beberapa bagian, sebab pasti kalau diturutin jadi kepanjangan. Nah yang sekarang adalah pembahasan awal saja terlebih dahulu.

Resign atau mengundurkan diri dari pekerjaan yang lama menuju yang baru pasti penuh dinamika. Yang jelas2 sudah ada kerjaan baru saja masih mikir2 apalagi resign untuk menjadi pengangguran. Dan itulah yang kurang lebihnya sudah saya lakukan. Faktanya sampe saat ini masih bisa makan bahkan makan enak... hehe

Coba sobat berani nggak melakukannya? Saya berani... :)

Jabatan terakhir saya adalah Manager dengan membawahi beberapa SPV. Gaji saya plus bonus paling nggak 15 jutaan lah, kadang kurang dan seringkali malah lebih. Beberapa kali dapat pendapatan yang besar diatas 30juta sebulan. Untuk ukuran tahun 2010an itu buesar buanget.. Inventaris berupa kendaraan mobil yang satu diantaranya mobil lumayan mewah yakni altis. 2 lainnya avanza warna hitam dan putih. Sementara saya sendiri punya mobil pribadi, yakni sedan. Kebanyakan mobil.. :)

Lalu dengan niat kebaikan saya nekad resign untuk menjadi pengangguran, meninggalkan semua kemewahan. Faktanya meskipun ada fase2 zero bahkan minus karena tidak ada uang buat makan esok hari, namun kenyataannya saya masih bisa makan sampai saat ini. Saya merasakan sesuatu yang amazing, luar biasa dan mempesona. Misalnya tentang keajaiban2 rezeki yang tidak disangka2 dsb. Yang terutama adalah ilmu, hikmah, pemahaman, dsb. Ini yang tidak bisa dinilai dengan harta benda.

Kalau masalah ibadah jujur saya masih biasa saja, bahkan mungkin anda lebih hebat. Tentu saja niat setelah resign supaya bisa memperbaiki ibadah dsb. Namun satu yang saya dapatkan dimana saya yakin hanya segelintir orang yang merasakan. Apa itu? KEYAKINAN... Ini mahal banget lho? Dan hanya dirasakan oleh orang2 yang sudah membuktikan result dari keyakinan itu sendiri.

Oleh karenanya saya ingin meyakinkan saudara semua bahwa jika niat kita berhijrah dalam rangka kebaikan dan belajar iman, yakinlah anda akan mendapatkan sesuatu yang amazing. Bahkan proses mengharu birunya, kejedodnya, mentoknya dsb itu sensasional banget. Sementok-mentok kita pasti masih bisa makan kok?

Analoginya gini aja deh... Anda hanyut disungai yang deras dan dalam. Secara naluriah anda pasti akan menyelamatkan diri dan mencari pegangan apa saja. Pada saat dapat pegangan berupa akar pohon, paling tidak sobat bisa bernafas sebentar. Celakanya akar pohon itu cukup rapuh untuk menahan anda lebih lama dalam air deras. Bayangin aja gimana perasaannya tuh. Nah pada saat akar pohon tersebut patah, dan anda membayangkan kejadian yang mengerikan, lalu ada tangan yang menangkap anda. Haaapp...!

Dramatis khan? Dan begitulah yang saya dan kawan2 lainnya alami.. Mirip2 kejadiannya. Makanya kalau pembaca tidak berani berada dalam kondisi mengharu biru sebagaimana kisah analogi diatas, yaa jangan ditiru. Hehe :)

Paling tidak ini pembukaan sebelum saya membahas yang lainnya, misalnya
  • Persiapan apa yang dilakukan sebelum resign
  • Apa niat resign
  • Bagaimana kejadiannya setelah resign
  • Bagaimana mengatasi rasa takut saat, menjelang dan setelah resign
  • Apa hikmah dibalik niat kita resign
  • Apa reward jika kita niat berhijrah

Itu semua akan saya bahas kapan2 saja, termasuk menjawab semampu saya pertanyaan dari sahabat dan saudara kita diatas. Tergantung waktu, sebab aktifitas pekerjaan saya bukan cuma ngeblog namun ada yang lainnya. Kalau senggang ya saya jelaskan, kalau lagi sibuk tunggu setelah lega.

Wallahu A'lam

NB

Atau mau belajar kesemuanya? Yakni belajar dari kisah hidup saya, dan sahabat2 saya yang lebih GILA lagi? Kalau mau belajar silahkan jadi member rahasia kunci sukses dulu, caranya klik disini. Kalau belum berkenan juga nggak apa2. Mungkin bisa lain kali saja.. :)



Artikel Terkait



1 comment:

  1. cerita yang sangat menarik mas Adhin, semoga Bapak XX dilancarkan segala urusanya

    ReplyDelete