Oct 13, 2015

Jika Ujian Itu Berat Dirasakan, Saatnya Menyerah, Saatnya Tawakal dan Pasrah

Ini ada kisah nyata. Sobat kudu membacanya karena biasanya ya seperti inilah kondisi lapangan orang yang sedang mendapatkan ujian. Sebagian besar seperti ini, dan nyatanya memang tidak mudah menghadapinya. Mungkin orang lain akan bilang "mudah, sabar, ikhlas" dsb, namun pelaksanaannya tidak semudah itu. pada prakteknya tidak sesimpel itu..

Saya ngomong apa adanya, karena pernah juga mengalami. Disini perlu perjuangan luar biasa didalam maintain keyakinan kepada Allah swt.

Ini kisah atau pengalaman dari salah satu member rahasia kunci sukses yang beberapa hari lalu mendaftar panduan 360 hari memperlancar rezeki. Identitas tentu saja saya rahasiakan. Bagaimana kisahnya? Baca ya?


##################################################

Saya baru saja selesai membaca panduan wajib Pintu Keyakinan. Perasaan saya bergejolak membacanya. Sbg manusia saya berikhtiar. Kemudian doa dg keyakinan dikabulkan. Seandainya waktu sudah demikian mendesak utk membayar hutang dg jaminan rumah, dan sampai saat ini saya sdh berusaha keras tetapi belum bisa mengatasi, apa yang harus saya lakukan pak. Rumah ini tempat tinggal saya beserta keluarga dan orang tua saya disini dlm pemeliharaan saya sdh sangat sepuh. Apakah ini artinya saya belum maksimal berikhtiar?

Kemudian masalah anak saya, dia kecanduan game. Skrg ini sdh th terakhir harus selesai kuliah. Spt nya dia tidak bersungguh2 menyelesaikan kuliahnya. Setiap hari pulang malam hampir pagi. Setiap diajak diskusi selalu bilang iya. Tp pelaksanaannya tidak.

Saya yakin akan pertolongan Allah. Tindakan apa yg harus saya lakukan sebagai manifestasi wilayah manusia agar saya bertindak maksimal. Agar datang pertolongan Allah sehingga semua permasalahan bisa diatasi.Rumah saya terlunasi dan anak saya lulus se th ini.

######################################################

Jawab:

Kali ini saya akan menjawab simpel dan langsung mengena saja ya? Dan perlu diingat jawaban saya berdasarkan pengalaman dan secuil hikmah yang sudah pernah saya rasakan dan alami.

Pertama geber doanya. Geber ibadahnya. Tingkatkan kekhusukannya sampai ada feel dan connetcting yang jelas dalam dada kepada Sang Pencipta. Sembari mengeber dia sembari muhasabah. Apa sih dosa saya sekarang dan masa lalu, kok dikasih cobaan berat seperti ini? Pasti ada penyebabnya. Sekali lagi segala ujian, hukuman dan atau azab pasti ada sebab dosanya.

Hutang, rumah disita, anak bandel dan sebagainya ada asbab. Dijamin ada asbab yang melatar belakanginya. Oleh karena itu muhasabah diri kemudian taubat taubat dan taubat. Banyak2 istigfar.

Yang kedua, silahkan jika mau melakukan ikhtiar yang lebih keras lagi. Nggak ada masalah. Namun jangan menyandarkan diri kepada ikhtiar

Ketiga. Doa sudah, ikhtiar sudah maka yang ketika adalah tawakal. Segala result, segala hasil bukan ditangan kita tetapi Allah. Kita ngerti akan hal ini namun seringkali nggak faham. Apapun yang terjadi ya terjadilah. Pasrah aja tawakal aja.

Mau didatangi debt collector sambil marah2 ya sudah, apa mau dikata? Mau rumah disita ya sita aja. Faktanya belum disita khan?

Sudah saatnya menyerah kalah. Sudah saatnya pasrah apapun yang terjadi. Biarlah skenario Allah yang bekerja. Mau dijedod jedodin, dimentok-mentokin ya terima aja. Nggak usah berlebihan, nggak usah teriak-teriak. Terima aja..

Dan Allah punya rencana besar bagi hamba2nya yang tawakal. Yang sabar dan pasrah. Rencana/ skenario itu pasti endingnya membahagiakan tidak mungkin tidak. Meskipun awal, tengah dan menjelang akhir skenario pahitnya minta ampun, namun ending cerita pasti amazing. Trust me

Wallahu A'lam

NB

Jika sobat belum menjadi member rahasia kunci sukses, kemana aja selama ini? Udah buruan gabung dan dapatkan ilmu, hikmah dan segala sesuatu rahasia kehidupan yang tidak akan anda temukan dimanapun. Klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment