Oct 9, 2015

Cara Menyikapi Perbedaan dan Khilafiyah

Banyak perbedaan dan itu fakta di lapangan. Namun sedikit orang yang mau menyikapi perbedaan dengan bijaksana. Sedikit orang yang mau menerima perbedaan dengan ikhlas. Maunya orang2 yang diluar keyakinannya kudu sama dengannya. Bingung dengan kata2 saya barusan ndak?

Jadi gini....

Misalnya ada saudara kita yang sholat, dan saat tahiyat awal atau akhir langsung telunjuknya diangkat sambil digoyang-goyang. Pernah lihat? Dan ada juga golongan lain yang hanya saat baca Ashadu allaa ilaaha illallah... dst saja kemudian jari telunjuknya di angkat namun tanpa digoyang-goyang. Pernah lihat khan?

Pertanyaannya mana yang benar?

Faktanya saya pernah melihat sendiri, yakni mereka yang menggoyang2kan telunjuknya saat sholat menghendaki orang lain kudu sama dengannya. Karena kalau tidak sama artinya bid'ah. Demikian juga sebaliknya, orang yang mengisyaratkan dengan telunjuk saat baca Ashadu dst tidak mau menyamakan diri dengan mereka yang menggoyang-goyangkan jari telunjuk. Katanya orang seperti ini (yang menggoyangkan jari) adalah Wahabi yang kudu dijauhi.

Maaf nih, sekali lagi maaf... Kita membayangkan saja nih. Seandainya dua-duanya saya tendang dan masuk jurang bagaimana menurut anda? Mengapa ditendang? Karena dua-duanya menyombongkan diri sebagai pihak yang paling benar. Dua-duanya nggak mau akur. Ini khan sombong, dan kesombongan adalah mahkotanya Iblis. Sedangkan Iblis adalah jelas sekali golongan yang ditendang ke lembah neraka.

Karena kita masih di dunia tentu saja tidak elok dan tidak boleh nendang-nendang. Ntar sama sombongnya kayak iblis. Setelah keduanya ditendang, giliran ane yang ditendang orang lain.. Ya nggak?

Terus gimana? Baca aja dulu apa kata Ustad Agus Mustofa berikut ini,

................................................................................

KETIKA PERBEDAAN
TAK SEMUA HARUS DISAMAKAN

Begitu banyak orang menakuti perbedaan
Sebagaimana pula tidak sedikit orang
yang tidak bisa menolerir perbedaan


Padahal perbedaan adalah keniscayaan
Karena kesamaan adalah buah kesepakatan

Celakanya, setiap orang yang tidak toleran
seringkali menginginkan orang yang berbeda
harus menjadi sama dengannya

Mbok ya o, dia saja yang menyamakan diri
dengan perbedaan yang ada di sekitarnya
Agar tidak ada lagi telunjuk-telunjuk
yang menuding semua orang yang berbeda
agar menjadi sama dengan dirinya

Jika kita tidak mampu menyamakan diri
cukuplah berikan toleransi
sebuah penghargaan yang rendah hati
Sebab kerendah-hatian adalah karunia
dan jalan lurus untuk menuju Tuhan
Yang menciptakan segala perbedaan

~ salam ~

................................................................................

Image result for berjamaah jangan bercerai berai

Saya yang bodoh dan awam ini mengajak. Nggak apa-apa khan? Yakni mengajak untuk berangkulan. Asalkan panduannya masih sama yakni Al Qur'an dan Sunnah maka mereka adalah saudara kita terlepas ada ribuan perbedaan dan khilafiyah.

Ayuk rangkulan dengan ikhlas. Nggak boleh ada dengki sedikitpun dalam hati. Kalau rangkulannya cuman formalitas ntar ane tendang beneran lho? Hehehe

Mari kita melihat dalam scope yang lebih luas. Melihat dalam skala global yakni kemuliaan islam wal muslimin. Musuh kita sebenarnya bukan golongan atau mazhab, namun kaum kafir dan musyrik yang tidak henti-hentinya hendak memadamkan cahaya Allah.

Jangan mau dikotak-kotak dan dicerai beraikan. Karena kita satu dalam panji Islam. Mari bersatu dan berjamaah secara riil, tidak cuman konsep. Tidak cuma ribut berdebat tentang teori namun nggak ada penerapan. Kalau sudah berjamaah wuuiiiih dahsyat deh pokoknya. Semua bisa kita lawan... Ujungnya adalah kemuliaan islam itu sendiri.

Wallahu A'lam

NB

Paytren adalah wadah persatuan atau berjamaah dalam 1 atap. Tidak cuma bicara ritual semata-mata, namun juga bisnis, ekonomi, akidah, ilmu, dakwah, inspirasi dsb. Saya mengajak anda bersatu dalam payung paytren ini, dan menjadikan ane sebagai admin/ leader anda.

Mau nggak mau memang kudu ada pemersatu/ leader. Dan anda kudu ikhlas menjadikan saya sebagai pemersatu tersebut. Dan ujung dari payung paytren ini adalah Ustad Yusuf Mansur. Gabung sekarang jangan entar2. Niatin dengan benar yakni hendak bersatu dalam tindakan riil. Klik disini dan klik menu cara upgrade.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment