Oct 16, 2015

Bagaimana Cara Menyikapi Hutang?

Artikel tentang hutang ada banyak sekali di dunia internet. Apa2 yang baik yang anda baca diinternet silahkan dicoba. Apa1 yang nggak logis jangan diambil. Pun dalam blog kami ini ada lumayan banyak artikel tentang bagaimana cara menyikapi hutang, atau bahkan melunasinya dengan mudah. Termasuk artikel ini..

Sebelumnya saya mau share nih, kegalauan kawan kita yang mana sedang dilanda kesedihan karena hutang.

Mohon bantuan supaya hutang2 terlunasi n hidup tanpa tekanan hutang pak
Pertanyaan model ginian udah bejibun masuk ke email ane, makanya saya mohon maaf karena jarang sekali yang saya balas. Pun dengan telfon atau SMS yang jarang saya respon. Sekali lagi maaf banget ya?

Saya pikir sobat cuma perlu baca baca dan baca kok. Disini ada dan saya rasa sudah lebih dari cukup. Tinggal penerapannya saja yang menurut saya masih kurang banget, Ya nggak? Teori sih bisa jadi banyak dan sudah mudeng, namun mau mempraktekkan itu yang perlu perjuangan.

Kita kembali ke bahasan tentang bagaimana cara menyikapi hutang. Ini tentang sikap ya? Jadi saya tidak akan bicara tentang bagaimana melunasi hutang. Karena jika sikap kita terhadap hutang sudah bener, Insya Allah lunas itu perkara yang otomatis.

Kita lihat lagi pertanyaan sahabat diatas. Mohon bantuan supaya hutang2 terlunasi n hidup tanpa tekanan hutang pak

Karena saya bukan tuhan, makanya secara real saya tidak bisa menjawabnya. Kalau menunjukkan jalannya mungkin bisa. Juga karena saya bukan Bank maka mohon maaf saya tidak bisa meminjami atau menyedekahi. Maaf ya?

Lalu sikap kita terhadap hutang gimana? Bagaimana ketika sudah terlanjur berhutang? Jawab: Ya nggak apa-apa. Khan udah terlanjur. Lalu bagaimana hidup tanpa tekanan hutang? Jawabannya lagi2 sederhana, nggak usah berhutang.

Jawaban saya pasti diprotes.. Okelah saya salah, karena kadangkala kita mempunyai kebutuhan mendadak dan urgent. Sekali lagi mohon maaf..

Maksud saya begini. Karena kita sudah terlanjur berhutang ya sudah. Terima saja konsekwensinya menghadapi hari-hari penuh keresahan. Apalagi ada tagihan, ancaman dan lain sebagainya. Toh kita sendiri yang memutuskan untuk berhutang. Ini perbuatan kita maka kita juga kudu jantan didalam menghadapi resikonya. Kecuali sobat banci.... Maaf ya? Hehehe

Udahlah hadapi saja. Namun menghadapi tekanan hutang itu setelah sebelumnya muhasabah diri kemudian menemukan kesalahan yang kita lakukan. Ataupun dosa-dosa yang kita perbuat. Hutang itu barangkali sebagai etape pembersihan dosa. Namanya juga pembersihan dosa pasti prosesnya pahit bin getir. Nikmatin aja.. hehehe maaf ya?

Katakanlah begini,

"Rob kami banyak dosa. Hutang ini adalah akibat dari kesalahan dan dosa kami. Kami terima ya Robb. Namun kuatkandan maafkanlah aku"

Gitu khan keren. Kalau seperti ini khan tangguh. Nggak lebay, nggak mudah patah dan begitu menderita. Orang lain juga terkesan jika kita orang yang tegar kok.

Jangan bergeming. Natapnya teruuuuuuussss aja sama Allah Yang Maha Kaya. Jangan berubah haluan jadi begeser tauhidnya. Jangan mendatangi manusia, apalagi dukun. Yakinlah bahwa kepahitan ini akan ada akhirnya. Toh juga konsekwensi akibat perbuatan kita khan?

Apa yang terjadi ya terjadilah. Apa yang belum terjadi jangan dibikin2 sudah terjadi. Jangan sampai was-was dari syetan masuk kemudian mendominasi pikiran kita. Ntar begeser tuh tauhid. Lempengin aja terus.

Kalau sudah selesai pembersihan pasti akan ada solusi dan jalan keluar. Dan solusi dari Allah seringkali tidak pernah terlintas sebelumnya. Mantep deh pokoknya... Keren..

Ini cuma tulisan. Ini cuman teori dan membutuhkan pembuktian. Siapa yang membuktikan? Ya sobat semua dong? Masak saya sih? Saya ngomong tentu saja Insya Allah udah ngebuktiin..

Wallahu A'lam

NB

Cas terus keyakinan anda dengan belajar rutin dengan orang yang sudah mengalami. Yuk belajar 360 hari menjemput rezeki dalam panduan rahasia kunci sukses. Klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment