Oct 2, 2015

Baca Baca dan Baca

Buat sahabat yang sedang menderita dikarenakan wasilah ujian hidup yang seakan tiada bertepi, perkenankan saya mempersembahkan sebuah nasihat yang semoga bisa menjadi asbab pemahaman. Karena dengan pemahaman itulah Insya Allah akan kebuka pintu-pintu penuh hikmah lainnya.

Kali ini saya menulis tidak dengan nada bercanda atau apapun, tetapi sangat serius. Oleh karenanya bacalah dengan sangat serius pula.

Silahkan baca sambil dengerin audio ini



Sobat yang terkasih...

Bagaimana menurut pendapat anda jika pada saat yang sama harus memilih antara keluarga ataukah membayar hutang? Esok hari hutang kudu dibayar sementara anak kita yang masih bayi sedang menangis siang dan malam karena sakit. Sementara sang Ibu tidak bisa memberikan ASI disebabkan demam tinggi. Anda pilih mana?. Saya mengalami hal ini, dan tahukah anda kami memilih membayar hutang yang menyebabkan uang kami habis tak bersisa. Saya memilih menunaikan amanah meskipun harus mengorbankan anak istri yang menjadi sebab air mata ini berderai derai.

Pilih mana? Anak yang kudu beli susu atau orang tua yang butuh uang karena sedang sakit? Dan saya memilih mengirimkan uang kepada orang tua, sementara untuk beli susu harus ngutang lagi. Perih rasanya, seakan-akan dada ini mau runtuh.

Pilih mana? Bayar hutang yang sudah menumpuk dengan cara menjual satu2nya kendaraan usaha, ataukah rajin ngumpulin uang buat persalinan istri? Saya memilih menjual kendaraan, melunasi hutang dan tanggungan lainnya. Dan untuk biaya persalinan saat itu tidak ada uang sama sekali. Nangis saya.. Benenan

Saya tidak hendak menceritakan takdir pahit yang menyebabkan kesedihan berkepanjangan. Namun saya hendak meyakinkan sahabat semua bahwa tidak ada yang tidak diberikan ujian hidup. Jika sobat sedang stress, sedih, nangis dsb sebab wasilah ujian, maka diluar sana juga banyak yang sedang merasakannya juga.

Alhamdulillah hidangan pahit pelebur dosa yang saya alami tidak terlalu lama terjadi. Sebab saya membaca. Makanya kemudian ketika saya mendengar ada ujian yang berlangsung puluhan tahun namun tidak juga terurai maka baca, baca dan baca.... Baca mengapa beban berat menguras jiwa raga bisa betah menempel? Mungkin sobat bisa berteriak yang ditujukan untuk diri anda sendiri, "Mengapaaaaa....?"

Karena jangan2 itu bukan ujian namun AZAB dunia sebelum azab akherat yang sangat menghinakan. Mau anda nangis darah tetap saja AZAB itu tidak akan usai jika sobat tidak mau membaca kemudian merenungkan, "salah dan dosa saya apa sih?".

Masak hutang numpuk sampai puluhan tahun? Masak hidup dalam kekurangan/ kemiskinan sampai puluhan tahun? Masak penyakit betah nempel sampai puluhan tahun? Kalau demikian saya sendiri tidak akan kuat. Sekali lagi bacalah, ini ujian atau azab? Kalau berlangsung puluhan tahun maka kemungkinan besar itu adalah hukuman akibat dosa-dosa yang sudah sering sobat lakukan. Renungkanlah sekali lagi, flash back sekali lagi kebelakang, dosa besar apakah sehingga anda menerima AZAB yang demikian berat dan menghinakan.

Apakah menyekutukan Tuhan Sang Pencipta? Atau apakah pernah durhakan sama orang tua, berzina, minum2an keras, mencuri, korupsi, mengurangi hak orang lain? Coba sekali lagi nilai diri anda sendiri, lihatlah masa lalu dan temukan dosa itu.

Kalau sudah ketemu maka langkah berikutnya adalah berterimakasih kepada Allah swt. Kok bisa, Why? Karena kita masih diberikan ilham untuk menemukan dosa kita sendiri, sehingga dengannya kita bisa mohon pengampunan dan kesabaran. Istighfarlah dan lakukan perbaikan demi perbaikan. Hadapi konsekwensi hukuman akibat kita menganiaya diri sendiri.

Namun perlu dicamkan baik-baik. Ketika kita sudah meminta pengampunan Tuhan, jangan lalu beranggapan nasib langsung membaik. Justru bisa jadi akan diberikan ujian lain yang lebih berat lagi. Maka air mata mengalir deras kembali, namun dengan sensasi yang sangat berbeda. Air mata kesyahduan.

"Ya Robb, makasih Engkau kasih kami ujian lagi. Kami akan panggul ya Robb, namun kuatkanlah punggungku".

Ketika dosa2 kita sudah dibersihkan maka Insya Allah akan kebuka kemudahan sebagai bagian dari pertolongan dan janji Tuhan. Akan ada drama yang akan membuat kita terpana, karena melihat dengan mata kepala sendiri bahwa pertolongan Allah itu dekat. Padahal kayak baru kemarin kita istighfar namun Allah Ta'ala sudah kasih karunia demi karunia tiada batas.

Lalu nangis lagi, dan begitulah karena seringkali begitu. Nangisnya ini beda dengan ketika mendapatkan AZAB pada masa lalu. Nangisnya kali ini karena menyadari bahwa Allah memang nyata-nyata Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang tidak ada bandingannya. Nangisnya karena menyadari kita mahluk yang lemah dan aniaya, yang kemudian sedang belajar sepenuh-penuhnya untuk bersandar kepada Yang Maha Kuat.

Sebelum momentum pertolongan itu datang, sekali lagi baca, baca dan bacalah...

Silahkan baca nasehat Kyai Rhoma Irama dalam lagu berjudul Baca dibawah ini,
Mengapa bencana... kerap melanda... 
Sudahkah kita membaca?
 
Mengapa bencana kerap melanda 

Berbagai musibah jadi berita 
Korban harta benda tak terhitungkan 
Bahkan korban jiwa tak terperikan 
Pertanda apakah ini semua
 
Apakah musibah sekedar cobaan 

Apa peringatan ataukah hukuman 
Ya Azza Wa Jalla, Ya Azza Wa Jalla 
Tunjukkanlah pertanda agar kami baca 
Bukakan mata jiwa
 
Seandai bencana cuma cobaan

Mantapkanlah iman dan kesabaran 
Kalau peringatan atau hukuman 
Mohon pengampunan dan kesadaran 
Sungguh kami insan yang aniaya
Yuk tonton videonya berikut ini,



NB

Belajar ketangguhan jiwa melalui perjalanan ruhani yang sensasional penuh air mata hanya ada di magis7. Jika berkenan belajar silahkan klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment