Oct 18, 2015

2 Hal Penyebab Umat Islam Susah Majunya dan Selalu saja Dikebiri

Saya ingin menulis sebuah masalah klasik yang susaaaah banget dicari jalan keluarnya. Dari dulu sampai sekarang kita itu susah banget bersatunya. Tanya kenapa??? Sebagai Intermeso, mari kita membayangkan... Udah??? Kalau belum yuk dibayangin lalu rasain.


Ada seorang anak berumur 7 tahunan. Kecil, item, keriting jelek lagi... hehe. Si anak ini sedang membawa tali kekang seekor kerbau jantan yang besar dan gagah. Yang jadi masalah adalah mengapa si kerbau yang terkekang ini mauuuu aja dikendalikan sama seorang anak kecil. Padahal kalau mau, sang kerbau sangat mudah untuk mengalahkan si anak hitam tersebut.

Ternyata jawabannya adalah jauuuh dialam bawah sadar kerbau sudah kadung mengakar sebuah keyakinan yang salah. Kerbau meyakini bahwa ia tak akan mampu melawan sang anak, dan itulah yang terjadi sampai kiamat.

Pertanyaannya adalah, siapa yang mendangkalkan keyakinan sang kerbau? Kalau kita menjawab dalam fakta yang sebenarnya maka memang binatang itu sudah ditundukkan oleh Sang Pencipta kepada manusia, sehingga sang manusia bisa menguasainya dengan mudah.

Namun kalau kita maksud saya kerbau itu adalah kita2, maka jawabannya apa coba?? Nantilah dibahas.

Kemudian bayangin lagi nih, tapi viewnya beda...

 Image result for peta indonesia

Bayangin aja peta negara kita tercinta Indonesia. Negara buesar khan? Kemudian itung berapa jumlah umat Islamnya? Ternyata terbesar sedunia. Keren khan?

Tapi tunggu dulu.. Ada kisah yang memilukan. Negara besar, dengan jumlah umat islamnya nomor 1 sedunia namun dikebiri. Tahu arti dikebiri? Yakni dirampas hak-haknya. Ditelanjangi dan dikrimininalisasi oleh satu dua orang saja. Faktanya begitu kok, setuju syukur nggak juga no problemo..

Why kenapa? Ada 2 hal, yakni yang pertama kita nggak ada keyakinan bahwa kita bisa. Yang kedua kita nggak ada power atau pengaruh real yang bisa merubah sebuah kebijakan. Gimana ada power? Orang adanya ribut sendiri sendiri.

So.. Mari kita susun serpihan kaca yang sudah tercerai berai untuk kita satukan kembali. Serpihan keyakinan yang nyaris hilang memuai. Serpihan dalam setiap hati yang terpisah-pisah untuk disatukan atas nama akidah, sehingga power/ pengaruh itu akan kembali lagi.

Ini hanya intermeso saja, jangan dianggap serius.. hehe

NB

Untuk itulah dimulai dari diri saya sendiri yang hendak menularkan keyakinan besar dan positif kepada kawan2 semua, bahwa kalau kita mau bersatu/ berjamaah maka kita pasti bisa Insya Allah. Saya dan teman2 Kampung Paytren mengajak antum semuanya untuk bersama-sama dan bahu membahu berjamaah untuk sebuah misi besar bagi manfaat mitra khususnya dan manfaat sesama seluas-luasnya secara umum.

Kunjungi www.kampungpaytren.com, ada mimpi besar disana yang hendak kita realisasikan bersama-sama.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment