Sep 6, 2015

Tips Berani Pindah dari Zona Nyaman

Ini tahun memang tahun yang sulit, yakni dimulai 2014, 2015 menjelang 2016 dan bahkan mungkin seterusnya. Tentu saja sulit jika kita tidak bisa mengimbangi kenaikan dollar, kecukupan gaji, kenaikan sembako, cicilan dan lain sebagainya. Ini masa-masa yang tidak mudah, oleh karena itu mulailah kita seyogyanya berani menggeser pemikiran untuk berani pindah dari zona nyaman yang aslinya nggak nyaman banget.. :)

Memang iya kok? Zona nyaman yang anda nikmati saat ini hakikatnya tidak nyaman. Bagaimana tidak? Pasti akan ada masa pensiun dimana sudah tidak bekerja lagi. Meskipun uang pesangon anda segunung tetap saja akan kesulitan mencari pekerjaan lainnya karena faktor umur. Palingan kerjaannya nunggu Izrail.. hehehe

Saya menulis dalam akun FB pribadi sbb,

Tetangga saya beberapa saat lalu merasa sedih. Why? Karena baru saja di PHK oleh perusahaannya, padahal beliau sudah mengabdi selama puluhan tahun. Sementara tetangga saya lainnya belum di PHK, namun sudah ditawarkan untuk PHK dini dengan imbalan uang pesangon belasan juta.

Tetangga saya yang lain juga demikian, pabriknya pindah ke Kamboja. Dan masih ada beberapa lagi tetangga saya lainnya yang perusahaan/ pabriknya pindah demi tetap berlangsungnya roda ekonomi perusahaan.

Berhubung keadaan sepertinya tidak kunjung membaik, kayaknya kita sudah mulai kudu ngumpulin keberanian. Untuk apa? Untuk belajar kemudian memulai usaha sampingan.

Karena kalau tidak dipaksa oleh keadaan, sejatinya banyak dari kita yang pengecut.. Maaf ye hehe

Padahal sebenarnya banyak diantara kita yang punya potensi untuk sukses namun terpenjara oleh ketakutan kita sendiri, yang seringkali tidak beralasan. Dan kita semua tahu bahwa ketakutan itu sebenarnya berasal dari Syetan, dan Allah swt menjanjikan ampunan dan karunia_Nya.

Tahu sih tahu, namun seringkali cuman sekedar tahu sementara dalam prakteknya tidak mencerminkan demikian. Itulah pintarnya Syetan didalam memberikan rasa takut dan was-was dalam dada kita. Ketakutan tentang rezeki dan masa depan.

Ane pernah dengar seorang Ust ngebacain firman Allah swt kayak gini,

"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat buruk (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 268)

+ Pertanyaannya adalah, kita percaya Allah Yang Menyempitkan dan Meluaskan rezeki apa percaya kepada Syetan?
- Jelas percaya kepada Allah mas

+ Yakiin?
- Yakin dong...

+ Beneran yakin?
- Mmmm yakin nggak ya? Hehe

...................................................................

Kadangkala kita mantap mengatakan yakin yakin dan yakin bahwa rezeki sudah Tuhan YME atur untuk masing2 mahluk. Namun ketika ditanyakan lagi maka keyakinannya makin lama makin meredup, "Yakin nggak ya?" Gitu

Mengapa demikian? Karena sebenarnya ada keraguan dalam dirinya. Misalnya begini..

"Perasaan saya sudah bekerja di perusahaan ini puluhan tahun, namun adanya kuraaaaanngg melulu. Malahan utang sana sini untuk nutupin kebutuhan keluarga. Pusing aku.. Harus gimana lagi ya?"

Sebenarnya jawabannya sederhana banget2, yakni bekerjalah lebih tekun sehingga menghasilkan uang yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan. Bisakah? Jelas bisa sekali asalkan kita niat. Kalau memang di perusahaan tempat kita bekerja tidak menjamin itu semua, ya keluar saja kemudian merintis usaha lain yang lebih menjanjikan.

 Image result for resign

"Waduh, udah tua ane mas, mau kerja apa lagi?"

Ya kerja apa aja kek, tidak harus bekerja pada sebuah perusahaan. Jualan nasi kek, bakso kek, jadi makelar kek atau apapun itu tidak ada masalah sebagai bagian dari merintis sebuah usaha.

"Hadeeeh modal nggak ada mas. Ngomong sih gampang"

Naah akhirnya ngaku juga khan? Bilangnya yakin kepada Allah swt yang akan membagi rezeki kepada hamba-hamba_Nya, kenyataannya lebih yakin kepada umur dan modal. Kacau... hehehe

N/B

Klo mau ane kasih wejangan sebagai wasilah sukses silahkan sobat ikuti panduan rahasia kunci sukses disini. Pasti bermanfaat



Artikel Terkait



1 comment:

  1. Sebelum memutuskan pindah, pastikan dulu niatnya untuk kebaikan, jangan mengejar harta, saya pengalaman pindah pekerjaan dari zona nyaman dengan niat yang kurang baik, akhirnya berakhir dengan ketidaknyamanan yang sangat..InsyaAllah ini pelajaran bagi saya dan alhamdulillah ada hikmahnya

    ReplyDelete