Sep 16, 2015

Seperti Inilah Salah Satu Bentuk Ujian Keimanan

Apakah kita beriman kepada Allah swt? Ya, mungkin 99% akan menjawab demikian. Sedangkan iman itu ada dalam rukun Iman yang 6. Silahkan dibaca lagi. Dan orang2 yang mengatakan dengan mulutnya "saya beriman" sudah pasti akan diuji. Ini adalah kepastian yang tidak diragukan sedikitpun. Dan ujian ini untuk membuktikan apakah kita benar2 beriman atau cuma dusta.

Ijinkan saya menjelaskan dengan perspektif yang sedikit berbeda. Tujuannya untuk memperkaya pengetahuan kita semua.

Kalau kita memang beriman atau yakin kepada Allah maka ujian merupakan kepastian 100%. Iman itu percaya kepada Allah. Yakin bahwa Allah Maha Penolong misalnya. Saya kasih contoh kasus

Ketika kita mengatakan beriman maka akan ada ujian misalnya ujian keuangan atau financial.

Budi sedang berhutang, dan seminggu lagu kudu bayar hutangnya. Budi sudah banyak2 istighfar karena mengakui bahwa hutangnya karena untuk menuruti hawa nafsunya. Kemudian budi juga mulai getol beribadah. Tujuannya agar diberi kesabaran dan pertolongan Tuhan.

Hari semakin dekat kepada saat2 debt collector datang ke rumahnya. Semakin paniklah si budi. Menjelang hari H tersebut karena budi belum mempunyai uang buat bayar hutang. Terbayang bagaimana ia dan keluarganya dicaci maki, dihina dan sebagainya.

Akhirnya Budi ibadah dan doa namun tidak khusuk. Pikirannya hanya kepada bagaimana ia bisa bayar hutang sehingga tidak merasa malu kepada tetangga kiri kanan. Setelah nyata2 menjelang hari H doa2 belum ada tanda2 dikabulkan maka stress lah ia. Budi mulai panik hajar sana hajar sini cari2 pinjaman. Akhirnya ketemulah rentenir dimana ia pinjam sejumlah uang dengan bunga selangit dan jaminannya rumah.

Pada akhirnya ia aman...... Karena bisa mencicil/ melunasi hutangnya. Namun itu cuman sementara, karena ada bahaya yang lebih besar lagi mengintai. RENTENIR...

..........................................................................................

Pada fase awal Budi sudah melakukan hal yang benar yakni Istighfar dan geber doa. Namun pada fase2 berikutnya hatinya goncang melihat kenyataan tidak sesuai keinginan. Lalu jatuhlah ia kedalam perangkap syetan yakni pinjam rentenir.

Satu yang kurang atau salah pada diri Budi, yaitu tidak istikomah didalam bertahan dan ber Tuhan. Ia tidak mau menanggung konsekwensi akibat dosa yang sudah dilakukan. Ia jatuh dan kalah didalam menghadapi ujian keimanan.

Seharusnya Budi bertahan dan istikomah. Mau dimaki-maki, di hina, atau disita asetnya ya silahkan saja. Karena etape inilah ujian yang sebenarnya.

Ujungnya itu jelas yakni pertolongan. Jelassss sekali hanya bagi mereka yang sudah membuktikan. Seiring waktu pintu kemudahan itu pasti dan nyata2 akan kebuka. Allah mempunyai cara yang tak terhingga untuk menolong hamba_Nya, meskipun bagi kita terasa mustahil.

Namun sayang budi menyerah dan kalah. Dan saya yakin, sobat semua tidak demikian..

Nampaknya kita perlu merenungkan firman Allah berikut ini,

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu. Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. (QS Al Ankabuut: 2-7)

Wallahu A'lam

NB

Pembahasan2 model ginian ada dalam panduan 360 hari menarik rezeki dan kesuksesan di rahasia kunci sukses. Insya Allah semua berdasarkan pengalaman nyata dari penulis. Kalau mau belajar klik disini dan order



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment