Sep 9, 2015

Menciptakan Keajaiban Tawakal

Tawakal itu mampu menjadi media atau wasilah menciptakan keajaiban. Tentunya keajaiban inipun masih dalam bingkai hukum/ aturan Allah atau sunnatullah. Jadi bingkainya sudah ada. Namun untuk belajar hakikat tawakal yang sesungguhnya tidak mudah lho? Asli nggak mudah. Bahkan ketika saya kasih tahu caranya tiba-tiba banyak yang protes.

Namanya khan belajar. Jadi tidak harus selamanya sesuai apa yang saya sarankan. Tapi paling tidak dijajal dulu baru bicara. Gitu

Berdasarkan pengalaman inilah yang mengotori tawakal kita. Artinya sesuatu yang menyebabkan "tawakal" kita tidak 100% kepada Allah swt

> Buku tabungan, yang masih isi tentunya. Oleh karena itu kosongkan
> Aset baik emas, atau sesuatu yang bisa dijual. Oleh karena itu jual dan sedekahkan saja
> Bank, kartu kredit, teman, dsb yang bisa dipinjami uang. Lupakanlah mereka
> Rajah, pusaka, ikat pinggang keramat dsb. Buang saja...
> Dan lain sebagainya


Lalu ketika saya kasih tahu demikian, pasti ada yang setuju banyak pula yang nggak setuju. Misalnya sbb,


Tentu saja respon diatas sangat wajar. Why kenapa? Karena kelihatan nggak masuk akal. Masak kudu ngosongin dompet, buku tabungan atau ATM?.

Okelah tidak usah dikosongin, namun dibikin secukupnya saja. Jangan sampai ada sisa kecuali untuk makan. Itu jika sobat berat melakukannya.

Namun tetap jika dalam rangka belajar saya menyarankan kosongin aja dompetnya. Masalah besok makan apa, ya saya juga tidak tahu. Hehehe

Jajal aja dulu.. Ini untuk melatih kita supaya ketergantungan kepada uang bisa dihilangkan. Kalau kemudian ketergantungan kepada uang bisa hilang, lalu kita kemudian kepikiran emas simpanan kita gimana? Jual emas itu lalu uangnya kasih aja kepada keluarga kita, orang tua atau sedekahkan kepada yang lain.

Berat khan? Dan itulah yang pernah saya lakukan.

Kalau kemudian kepikiran pada kartu kredit, hapus kartu kreditnya. Kalau kemudian kepikiran batu akik, buang batu akiknya, sehingga sampai kepada nggak tahu apa yang harus dijual lagi demi membayar hutang misalnya.

Ini khan namanya mentok, yang mana otomatis kemudian kepikiran kepada pertolongan Allah swt. Menyeru Allah swt dengan sepenuh jiwa dan raga. Tulus ikhlas semata-mata demi mendapatkan kemudahan dari_Nya

Inilah kondisi dimana tingkat tawakal dan pasrah sudah pada level yang benar. Yang mana sudah tidak memberi peluang mahluk dan benda lain masuk dalam alam pikiran, kemudian mengusik hatinya. Yang ada hanya Allah.

Jika ketergantungan kita kepada benda dan mahluk bisa diminimalisir, Insya Allah keajaiban hadist dibawah akan menjadi nyata.

"Sekiranya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah SWT dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan diberi rizki (oleh Allah SWT), sebagaimana seekor burung diberi rizki; dimana ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang ” …. (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).

Maknanya dalam bahasa saya gini..

Manusia pasti selalu lapar karena memiliki nafsu. Lapar disini adalah kebutuhan demi kebutuhan yang harus dipenuhi. Maka rumus memenuhi kebutuhan adalah tawakal. Dengan tawakal yang benar niscaya manusia tersebut ketika pulang ke rumah sudah dalam keadaan kenyang. Yakni terpenuhinya segala hajat dan keinginannya.

"Emang nggak kerja Mas?"

Kerja mah tetep. Jangan sampai tawakal itu ongkang2 kaki saja. Kerja untuk memenuhi kebutuhan primer itu harus. Yang saya maksudkan adalah ketika manusia ada kebutuhan lainnya dimana nggak ketutup dengan sekedar kerja. Misalnya hutang menumpuk, butuh dana untuk membayar sekolah anak dsb.

Tapi menjajal apa yang saya jelaskan diatas memang berat. Kalau nggak mampu ya jangan dilakuin. Kalau mau menjajalnya maka saya ucapkan selamat, karena saya yakin akan terbuka pintu pemahaman satu dan yang lainnya.

Kalau pintu hikmah dan pemahaman udah kebuka. Wiiiihhhh.. Ane nggak tahu apa yang akan terjadi pada diri anda. Yakin sekali bahwa sobat akan mengalami transformasi kejiwaan yang luar biasa dimana ini adalah jalan menuju transformasi hidup yang dahsyat.

Wallahu A'lam

Kalau sobat mau belajar tawakal yang sesungguhnya dengan lebih dalam. Kemudian belajar hakikat pasrah, syukur, sabar, tangguh dsb silahkan ikuti panduan magis7 disini.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment