Sep 7, 2015

Maksud Nasehat Imam Syafi'i Tentang Orang Jahil

Konon Imam Syafi'i menasehatkan kurang lebih begini,

“Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”

“Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”

Terus gimana?

Yaudah nggak usah debat, nggak penting banget. Kecuali saling menasehati dalam bingkai ketulusan dan kebaikan.

Dan ingat....!!

Jangan menggunakan nasehat imam Syafi'i ini sebagai pembenaran diri anda sendiri. "Ah dia khan jahil dan saya berilmu". Jangan begitu.

Apalagi begini, "Dasar jahil, sudah dikasih tahu kalau Yasinan itu Bid'ah, tapi tetap saja ngeyel. Benar sekali kata Imam Syafi'i kalau orang jahil tak akan pernah faham. Bicaranya malah nyakitin hati". Ini wilayah khilafiyah jangan merasa benar sendiri. Kalau yang merasa benar sendiri malah bisa dikategorikan jahil lho?

Yang namanya jahil itu berbicara tidak dengan landasan ilmu. Jadi kalau sama-sama memiliki landasan ilmu lalu berbeda penafsiran ya sudah. Jangan menuduh salah satu jahil, nggak bener itu :)

Kalau sama-sama memakai landasan ilmu lalu masing-masing ngotot dengan pendapatnya, anggap saja semuanya jahil. Hehehe.. Kalau kedua-duanya atau salah satunya tetap saja ngotot maka kemungkinan sbb,

> Nafsu amarahnya perlu dikendalikan lagi tuh. Perlu belajar manajemen nafsu lagi
> Kesantunannya juga perlu diasah lagi
> Ilmunya belum luas. Maksudnya baru belajar satu dua ayat saja langsung pintar mendalil. Padahal ilmu itu khan luassss banget. Justru mereka yang berilmu tidak akan pernah ngotot dengan pendapatnya.
> Kebenaran dinilai dari penafsirannya sendiri. Memang ia membaca dalil, kemudian langsung menyimpulkan kebenaran sesuai dengan kebenaran dirinya sendiri. Padahal kalau yang membaca 2 orang maka akan terdapat 2 penafsiran. Kalau yang membaca 100 orang gimana? Akan lebih banyak perbedaan penafsiran lagi.

Ini berbahaya. BERBAHAYA... Kalau merasa benar sendiri malah menjadi sangat berbahaya. Mengapa demikian? Karena ia merasa benar sementara orang lain yang landasannya sama adalah salah. Mengapa salah? Karena tidak menafsirkan sesuai dirinya sendiri.

Kalau begini khan sombong namanya. Iblis saja sombong sekali dikutuk selama-lamanya. Jangan sampai kesombongan menyelimuti hati kita tanpa kita sadari. Jangan sampai. Sekali lagi jangan sampai.

Terus Maksud Nasehat Imam Syafi'i Tentang Orang Jahil itu apaan?

Maksudnya barangkali adalah jangan berdebat, apalagi dengan orang bodoh. Jangan memberikan kaca kepada orang lain, kecuali mereka menginginkannya. Lebih baik kaca itu untuk diri kita sendiri yang nyata-nyata masih banyak kekurangan dan perlu belajar. Ya nggak sih?

 Image result for mendesain hati

Disini kita perlu belajar mendesain hati atau jiwa supaya lebih tenang, lebih santun dsb. Sehingga ketika hati sudah didesign dengan baik Insya Allah menjadi wasilah kehidupan yang baik pula.

N/B:

Membahas manajemen jiwa atau hati akan sangat menarik. Yakni mencoba mendiagnosa hati kita sendiri yang mana seringkali ada penyakit. Celakanya penyakit itu tadi menjadi wasilah hidup kita miskin, kacau dan berantakan. Kalau mau sama-sama belajar yuk ikutin panduan saya magis7 disini 



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment