Sep 29, 2015

Indonesia Menuju Kehancuran yang Pasti

Kali ini saya hendak share sebuah kenyataan pahit. Sharing pendapat ane yang mudah2an bisa menjadi awal kesadaran kita semua. Sadar bahwa kita sudah merdeka namun hakikatnya sudah sukses dijajah dari ujung kuku sampai ujung rambut tak terkecuali. Siapa yang menjajah? Yang menjajah cuman sistem, yaitu sistem kapitalis.

Kalau kita ngebahas hal ini ngeri. Asli ngeri banget. Maju kena mundurpun kena. Tidak ada pilihan kecuali maju dengan segala konsekwensinya. Nah baca penjelasan saya terus ya? Penjelasan saya dibawah ini sudah saya update juga di akun FB ane. Kalau mau nge add klik disini

##################################################

Tahukah sobat makna KAPITALIS? Mereka adalah golongan pemilik modal. Jumlah mereka hanya dibawah 5% sahaja, namun sudah sukses menguasai perekonomian dunia. Konon sistem ekonomi kapitalis klasik diperkenalkan oleh Adam Smith orang Skotland, kemudian dipopulerkan oleh orang Yahudi keturunan Rabbi yakni Karl Marx dengan Sistem Kapitalis Modern dengan caranya sendiri. Cara Marx didalam memoles ekonomi kapitalis inilah sebenarnya cikal bakal dari sistem Sosialisme dan Komunisme.

Jika Kapitalis artinya orang yang punya uang, maka sebut saja Kangmas Jos Soros. Sekali jentik jari dia bisa menghancurkan perekonomian sebuah negara maju sekalipun, apalagi negara berkembang macam Indonesia. Cukup dengan mempermainkan mata uang Dollar maka tamatlah riwayat sebuah negara.

Sistem ekonomi Kapitalis merupakan serangkaian sistem dimana ujung-unjungnya semakin memperkaya sang Kapital. Mungkin selama ini sobat tidak sadar bahwa hampir seluruh sendi ekonomi sudah lama mengaplikasikan sistem kapitalis. Hal ini menyebabkan rakyat hanya menjadi buruh/ kuli/ budak dinegeri sendiri. Sekaya apapun orang Indonesia sejatinya ia tetaplah budak bagi kapitalis dimana kekayaannya tidak ada seujung kuku jari.

Buktinya apa kita sudah diperbudak kapitalis dari ujung rambut sampai ujung kuku? Coba saja cermati produk apa dan buatan mana kemudian produk tersebut merger dengan perusahaan apa. Maka akan didapat kenyataan yang mencengangkan bahwa kita nyata2 sudah dikuasai/ dijajah.

Back to laptop...

Karena sistem itu mengerucut kepada sang Kapital maka suka tidak suka, mau tidak mau kita semua akan sepakat bahwa sudah tak terhitung lagi jumlah uang yang dinikmati oleh segelintir kapitalis. Celakanya sang kapitalis itu adalah asing. Lalu berapa jumlah uang yang dinikmati asing? Uncountable... Buanyak tidak terhitung lebih dari seribu duaribu trilyun.

Mungkin bisa dikatakan sunnatullah... Pasti ada saatnya sistem kapitalis ini tumbang. Dan kejadian itu kayaknya tidak akan lama lagi. Hal ini terjadi disebabkan ada kesenjangan yang luar biasa dalam antara si kaya dan si miskin. Kesenjangan ini menimbulkan kecemburuan luar biasa sehingga menjadi pemicu tumbuh suburnya Sosialisme dan Komunisme yang menghendaki sama rasa, sama rata.

Simbol2 sosialisme dan komunisme akhir2 ini mulai marak dimana-mana. Ini barangkali awal dari perkenalan yang mematikan. Karena sosialis dan komunis akan menggandeng orang2 yang teraniaya dari golongan buruh dan petani untuk kemudian melenyapkan antek2 kapitalis dan penentang komunis. Jika kita berkaca pada sejarah maka antek2 kapitalis adalah para Jenderal, dan penentang komunis adalah tokoh agama. Ngerii...

Jika terjadi pelenyapan sistem kapitalis mau tidak mau akan diiringi dengan pelenyapan antek kapitalis dan penentang komunis. Inilah tragedi berdarah-darah yang sangat tidak kita inginkan bersama-sama terulang kembali. Rakyat membunuh rakyat demi tegaknya bendera komunisme dan lenyapnya kapitalisme.

Celakanya lenyapnya kapitalisme sebenarnya tidak benar2 lenyap, karena tokoh dibalik kapitalisme masih lenggang kangkung. Ia cuma cari mangsa didaerah atau negara lain saja. Yang rugi serugi-ruginya adalah rakyat, sementara para kapital mencari korban lainnya sambil membawa harta rampasan.

Jadi prediksi beberapa pengamat ekonomi bahwa bangsa tercinta ini sedang dalam proses penghancuran ada benarnya. Hancur perlahan-lahan namun pasti. Mati perlahan-lahan dalam kehancuran.

Terus bagaimana caranya agar supaya negara ini tidak hancur? Kayaknya sudah nggak ada cara lagi. Kita kudu memulai dari awal membangun kembali puing2 yang berserakan dengan kebersamaan.

Kita berdoa, semoga pemerintah diberikan kesehatan sehingga bisa mengelola rakyat dan bangsa besar ini dengan sebaik-baiknya. Pun rakyat sendiri kudu mulai belajar menahan diri agar tidak mudah terprofokasi.

Bersambung..! 

####################################################

Sobat kudu terus nyimak blog saya ya? Akan ada sambungan artikel ini beberapa hari kedepan. Saya sangat berharap sobat menyadari bahwa kita sudah dijajah, untuk kemudian melakukan sesuatu demi rakyat dan bangsa tercinta agar negara ini tidak hancur sehancur-hancurnya.

We love Indonesia

Wallahu A'lam


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment