Sep 14, 2015

Berbuat Kebaikan dan Berharap Orang Lain Membalas dengan Kebaikan yang Sama

Saya nulis sesuatu khususnya untuk sekarang ini dan seterusnya tidak sekedar nulis lho? Apalagi menceramahi anda semua. Nggak begitu.. Saya nulis karena ada kejadian yang merangsang saya buat nulis. Dan kejadian itu juga tidak sekedar kejadian namun kejadian yang bisa saya ambil hikmahnya, kemudian saya share kepada anda.

Terkadang point2 tulisan saya, ane upload di akun FB. Nah bagi teman2 yang belum add silahkan di add pertemanannya. Silahkan kunjungi FB saya dilink ini

Tulisan kali ini tentang berbuat kebaikan

Alkisah ada seseorang yang bernama Wati, sekali lagi bukan nama sebenarnya lho?. Wati ini orangnya jago matematika. Why? Karena ia mencatat segala apa yang pernah ia berikan kepada tetangga, teman dan orang lain. Manteb bener...

Apa yang wati catat?
  • Ketika mentraktir teman kerja, ia tulis plus dengan berapa rupiah sudah dihabisin
  • Ketika menyumbang untuk acara hajatan temannya ia juga menulisnya
  • Ketika membelikan jajan ponakannya ditulis
  • Ketika memberikan baju2 bekas namun masih bagus2 kepada temannya, ia juga tulis

Dan banyak lagi yang ia tulis. Iseng2 ada yang nanya tuh

"Mbak wati, kok inget aja sih setahun yang lalu pernah nyumbang si fulan?" Kata Yuni
"Ya iyalah, ntar klo saya hajatan supaya si fulan itu bisa nyumbang juga ke saya" Jawab wati

"Kalau nggak nyumbang gimana?" Tanya Yuni
"Wah kebangetan itu. Cukup saya tahu aja klo sampe ia tidak nyumbang, berarti dia pelit dan nggak tahu diri" Jawab Wati

Begitulah obrolan singkat wati dan yuni semoga sobat bisa menyimpulkan maksud dari artikel saya ini.

Yah memang begitulah, Kadangkala kita berbuat baik kepada orang lain dengan sepenuh harapan akan dibalas dengan kebaikan yang serupa atau lebih.

Misalnya, hari ini kita nyumbang teman atau tetangga kita yang sedang ada hajatan dengan harapan ketika kita ada hajat, teman atau tetangga tersebut akan membalas dengan yang serupa atau lebih.

Kalau begitu caranya maka resultnya ada 2 yaitu

> Kita akan kecewa ketika harapan tak sesuai kenyataan, dimana kekecewaan ini adalah benih bagi permusuhan
> Karena kekecewaan itu tadi akan memicu kita semakin lama semakin kikir, sedangkan kikir adalah wasilah kesulitan demi kesulitan hidup.

Terus gimana? Briii, briiii, briiii aja. Masalah balasan cukup dari Allah swt. Dialah sebaik-baik pemberi balasan.

Simak apa kata Guru kita dibawah ini



"Jgn berharap baik balik. Ikhlas aja. Urusan kita baik ke dia. Ga usah berharap balik itu kebaikan. Selower. Kaleme" Ustad Yusuf Mansur

"Kita berbuat baik bukan untuk dianggap baik, juga bukan untuk menanti balasan dari orang, cukup Agar Alloh sayang kepada kita" Aa' Gym

Naah teman2 sudah tahu khan sekarang? Kalau ngasih ya ngasih aja jangan berharap balik. Berharap sama manusia pasti kecewa. Tetapi niatkan semuanya dalam rangka menanti balasan, pahala, ampunan dan karunia Allah swt.

NB

Pembahasan kayak gini terkait dengan manajemen hati. Kondisi hati adalah awal bagi adanya realitas fisik, oleh karenanya design hati anda. Saya ada panduan yang dahsyat Insya Allah, dimana temanya tentang manajemen hati. Kalau berkenan belajar silahkan klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment