Aug 13, 2015

Tidak ada Yang Benar2 Tulus, Dipercaya & Diharapkan Kecuali?

Jangan ngarep sama manusia, apalagi ngarep banget karena ada momentum kita pasti akan kecewa. Sebaik-baik manusia pasti ada sisi buruknya dimana ketika kita berhadapan dengan sisi buruk tersebut belum tentu kita mau menerimanya. Malahan bisa saja tersinggung.

Misalnya gini.

"Tega2nya sih kamu merendahkan aku dihadapan orang banyak. Padahal aku udah nganggep kami saudaraku sendiri".

Nah diatas adalah ungkapan kekecewaan, karena adanya penghinaan oleh sahabat terdekat. Dan tentu saja masih buanyak kasus yang terkait dengan hal ini. Misalnya berhubungan dengan uang, hutang, relasi dsb.

Nah dibawah ini adalah salah satu tulisan yang sudah saya upload di FB pribadi. Bagi teman2 yang belum nge add buruan di add. Ada hikmah dan manfaat yang bisa sobat terapkan

..................................................................................

Ketika mereka butuh kita datang. Giliran kita jatuh coba itung berapa teman yang datang memberikan support dan bantuan. Ketika kita jaya mereka datang bertubi-tubi. Giliran terpuruk itung sendiri berapa yang datang dan berbagi simpati. Ternyata hasilnya menyakitkan to?

> Mengandalkan kemampuan, sama sekali tak memberi jaminan
> Berharap pada manusia, alamat kecewa
> Meminjam pada bank, bunganya makin berkembang
> Bersandar pada thogut, jelas tersesat bahkan perbuatan terkutuk


Sudah tahu begitu, masih saja hati keras membatu. Sudah paham pasti menyakitkan, masih saja terulang dan terulang.

Memang Tidak ada Yang Benar2 Tulus, Dipercaya & Diharapkan Kecuali siapa?

Solusinya ada dalam twitt UYM dibawah ini.

"Ga ada yang dipercaya buat tulus bantuin & mencintai kita, kecuali Allah. Ga ada yang bisa diarepin kecuali Allah". Begitulah kata Ustadz Yusuf Mansur dalam twittnya

 ...............................................................................

Oleh karena itu apa?

Ya cobalah belajar supaya kejadian menyakitkan ini tidak terulang kembali. Seringkali terulang dan terulang karena kita belum faham bahwa mahluk itu tidak akan memberikan jaminan. Faham lho? Bukan hafal. Kalau hafal semuanya juga hafal.

Sedangkan untuk faham itu memerlukan proses yang kadangkala tidak pendek. Yang penting niati belajar Insya Allah akan ada saatnya paham kemudian yakin bahwa hanya Allah yang memberikan jaminan

N/B

Presented



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment