Aug 30, 2015

Suara Orang Tua Adalah Manifestasi Suara Tuhan

Assalamu alaikum wr wb. Sore pak Adhin Busro, tanpa sengaja ketika sedang browsing saya sampai kepada website bapak. Yang pasti bukan kebetulan (atas ijin Allah SWT). Sebetulnya malu untuk sharing, mengingat cobaan bapak lebih berat dari saya.

Ibu saya beberapa hari yg lalu menghubungi saya untuk mau membeli tanah beliau guna membayar hutang. Saya sampai heran kenapa bisa berhutang ? Mengingat kami anak2 beliau setiap bulannya mengirimkan uang sebagai tambahan biaya hidup semenjak ayah sudah pensiun.

Terus terang jika harus membeli, saya & saudara lainnya tidak punya dana sebanyak itu. Kamipun sudah menyarankan untuk dijual saja ke orang lain, tetapi jawabannya tidak boleh karena ini merupakan harta warisan turun temurun atau ada sebab lain (yang saya tidak tahu, apakah karena malu ketahuan punya hutang). Padahal jika dijual ke orang laian maka hutang lunas & masih bisa untuk beli rumah yang layak di tempat lain yang tidak terlalu jauh.

Yang saya kesal, dahulu sudah pernah seperti itu disaat saya sedang tidak punya pekerjaan tapi karena bhakti kepada orang tua maka uang jamsostek hasil kerja selama 12 tahun, saya berikan kepada beliau untuk membayar hutang. Saya pikir hutangnya sudah lunas, kenapa ada lagi ? Alasannya uang pensiun tidak cukup & banyak undangan hajatan, sunatan dll. Kalau saya pribadi, kalau memang tidak ada uang, kenapa harus memaksakan untuk menyumbang ? bahkan dengan berhutang ? apakah biar dipandang sebagai orang yang mampu ?

Bagaimana cara menyadarkan ibu saya ini dengan baik-baik dan lemah lembut ?

Satu lagi pak Adhin, saya ingin sekali bisa seperti bapak : Rezeki bukan untuk dikejar siang dan malam namun lebih kepada dinikmati kemudian disyukuri melalui sebuah aktifitas yang membahagiakan jiwa.

Bagaimana caranya pak ? Terus terang saya sudah jenuh/cape kerja berangkat pagi pulang malam. Meskipun materi yang diperoleh cukup, tetapi jauh dilubuk hati serasa ada yang hilang. Dulu sebelum berada di posisi sekarang, punya banyak waktu luang bisa sholat berjamaah di masjid dekat rumah. Sekarang sholat jamaah-nya dikantor, jika di rumah sudah kecapean. Ya Allah, aku harus bagaimana ? disatu sisi aku butuh materi untuk menafkahi keluarga dan membantu orang tua… di sisi lainnya harus kehilangan waktu untuk bersama keluarga dan agama ???

Mohon pencerahannya pak Adhin.Semoga Allah SWT membalas amal ibadah bapak.Wassalamu alaikum wr wb. Hamba Allah

Jawab: Waalaikum salam

Silahkan bagi sobat pembaca blog adhinbusro yang bisa jawab, tolong saya dibantu ya? Khawatirnya jawaban saya kurang baik atau bahkan salah. Why? Karena saya orang biasa juga seperti saudara2 semuanya. Bukan kyai, ustadz, motivator dsb. Sekali-kali bukan.

+ "Merendah nih?"
- "Emang kenyataannya begitu.. hehe"

Cuman saya punya paradigma atau keyakinan begini.

Orang tua adalah sosok yang kudu kita benarkan setiap kata-katanya asalkan tidak disuruh untuk menyembah patung. Jadi "iyain" saja meskipun seringkali bertabrakan dengan keinginan kita, bahkan bertabrakan dengan kebenaran secara umum. Kebenaran maksud saya adalah kebenaran dalam kaidah ilmu pengetahuan. Misalnya begini,

+ "Klo sakit gigi cari kecoak muda dan gosok di pipi. Nanti ulat dalam gigi akan keluar"
-  " Iya Pak/ Bu"

Padahal faktanya tidak ada kecoak yang menjadi wasilah kesembuhan sakit gigi. Ulat yang keluar adalah ulat dari dalam tubuh kecoak itu sendiri. Namun ini kadangkala sudah menjadi pemahaman orang tua kita sejak dulu, padahal secara ilmu pengetahuan tidak benar. Kalau dijelaskan lalu mereka paham itu bagus, namun seringnya mereka tidak paham dan lebih meyakini ilmu2 nggak masuk akal seperti diatas.

Terkait dengan hal diatas, jika orang tua meminta kita beli tanah tentu saja silahkan dibeli, apapun maksud orang tua. Mau untuk bayar hutang, atau yang lainnya "iyain" saja terlepas ke depan jadi dibeli atau tidak itu tanah. Kalau uang kita tidak cukup, namun kekurangannya tidak banyak, silahkan sobat bisa pinjam dahulu ke kantor misalnya. Yang penting keinginan orang tua terlaksana dahulu.

Justru membelikan tanah untuk orang tua, meskipun bagi kita berat, maka itu merupakan sedekah kepada mereka berdua sampai akhir hayat. Dan hikmah ini menjadi sangat buesar, yang mana akan kita ketahui dan pahami seiring proses.

"Bagaimana menyadarkan orang tua?" Sebenarnya bukan seperti itu pertanyaanya namun begini, "Bagaimana seharusnya menyadarkan kita". Karena bukan orang tua yang disuruh untuk sadar, namun kitalah yang harus sadar diri kepada apapun kata orang tua.

Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan terkait dengan permintaan orang tua untuk membelikan tanah bagi mereka,
  • Inilah cara Tuhan didalam menghabiskan uang anda. Mengapa harus dihabiskan? Karena harta yang anda miliki saat ini kebanyakan harta kotor atau malah harta haram. Jika anda menganggukkan kepala, maka habiskan saja. Kalau sobat keras kepala maka tinggal menunggu waktu saja untuk bencana berikutnya yang akan melanda diri dan hidup saudara
  • Inilah cara Tuhan untuk membersihkan harta anda yang selama ini tidak dikeluarkan zakatnya. Kalau yang ini seharusnya harta benda anda masih ada dan cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Silahkan direnungkan kembali, kemudian flashback kebelakang. Karena saya khawatir harta anda yang digunakan untuk menghidupi anak istri adalah harta haram. Naah bahaya kalau begini.

Karena kasih sayang Tuhan YME, maka kemudian DIA memberikan asbab bagi penyucian diri dan harta benda melalui suara orang tua. Karena sekali lagi suara orang tua adalah manifestasi dari suara Tuhan Semesta Alam. Namanya juga penyucian, pasti akan terasa berat, namun jika kita mampu melewatinya, Insya Allah endingnya membahagiakan.

"suara orang tua adalah manifestasi suara Tuhan". Maka pahamilah hal ini dengan baik.

Kita sering mengabaikan "tanda dari Tuhan YME" karena sering memakai logika2an. Misalnya,
  • "Lah kalau kita beli tanah ini gimana kita makan ntar?". 
  • "Bukankah kita sudah rutin mengirimkan uang kepada orang tua?"
  • "Kalau kita beli tanah ini maka kita akan berhutang banyak, lalu gimana melunasinya sementara pekerjaan saya gajinya hanya cukup2an?"

Itulah akal atau logika kita bermain.

Saya memprediksi bahwa selama ini anda sudah berdoa supaya hidup bebas, sukses dan bahagia dunia akherat. Namun selama ini anda menghindar ketika diberikan sebuah peluang untuk merealisasikan doa itu. Mengapa menghindar? Karena lemah doa, lemah keyakinan. Karena lemah dalam hal doa dan keyakinan menyebabkan lemahnya keberanian. Apakah begitu? Silahkan dijawab sendiri.

Oleh karenanya jika kita meyakini bahwa suara orang tua adalah manifestasi/ tanda dari suara tuhan maka eksekusilah. Taatlah walau menurut logika kita akan menjadi wasilah beratnya hidup ke depan. Aslinya nggak demikian? Namun akan sangat berat.. hehehe

Habis mentaati orang tua lalu hutang kita menumpuk yang menyebabkan kita stress. Karena stress menyebabkan pekerjaan terbengkalai. Karena terbengkalai menjadi wasilah kita dipecat. Semakin pusing khan? Tapi jangan kuatir, dengan wasilah dipecat kita sudah bebas ibadah, bebas membantu tetangga, kemudian memaksa diri kita berpikir lebih keras untuk menghidupi keluarga dengan ladang rezeki lainnya. Dan seterusnya..

Tetapi percayalah bahwa "berat" itu tidak akan lama. Taat kita kepada orang tua Insya Allah akan menjadi wasilah hidup kita sukses, mulia dan bahagia.

Ini sekedar saran dari saya, karena ane juga pernah ngalamin. Kalau mau diikuti silahkan, nggak juga nggak apa-apa kok. Mengapa? Karena memang faktanya pilihan ini semuanya berat kok. Karena itu tadi, ane juga pernah ngalamin.

Untuk pertanyaan lain Insya Allah akan saya jawab lain kali. :)

Wallahu A'lam

N/B

Untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh, saya hendak meyakinkan sobat semua bahwa kita masih perlu belajar. Oleh karenanya saya menyediakan pembelajaran untuk saya sendiri dan untuk kita semua dalam 2 panduan.
  • Rahasia Kunci Sukses --> Rahasia doa, dan panduan 360 hari menuju sukses. Ini wajib anda miliki
  • Magis7 --> Rahasia manajemen jiwa menuju kedigdayaan pribadi
Silahkan pilih salah satu saja. Bagi yang ingin memiliki ketangguhan dan kepasrahan dalam ujian maka pilih magis7. Bagi yang ingin rezeki dan kesuksesan, silahkan pilih rahasia kunci sukses.



Artikel Terkait



1 comment: