Aug 6, 2015

Penyebab dan Akar Segala Permasalahan Hidup dan Ekonomi

Apa penyebab masalah hadir dalam hidup kita? Tentunya akan menjadi beda-beda penyebabnya tergantung siapa yang ngomong. Nah kali ini saya mau nulis penyebab masalah betah nempel dalam kehidupan kita, malahan makin lama makin ancur2an. Apa penyebabnya? Simak twot dari Ustad Yusuf Mansur berikut ini,

Masalah kita masalah ekonomi? Bukan banget2. Masalah kita itu, sebab ga tahajjud. Ga ada witir. Ga shubuh berjamaah. Ancur semua2.

Masalah kita masalah ekonomi? Bukan. Masalah kita itu bukan di situ akarnya. Tp lbh kita bs jd pada munafik dan fasik.

Itulah apa kata UYM sesuatu atau faktor2 yang menjadi akar masalah kita, khususnya masalah ekonomi, yakni
  • Tidak subuh berjamaah dimasjid
  • Tidak sholat tahajud dan witir
  • Karena penyakit fasik dan munafik

Mengapa UYM ngomong begituan? Tentu ada sesuatu hal yang sangat krusial sebagai penyebabnya, dimana beliau melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh orang lain atau oleh Ustad yang lain. Melihat sesuatu yang orang lain tidak melihat disebabkan karena tingkat kepekaan/ spiritual dari ybs.

Hanya orang2 yang dikaruniai dengan ilmu dan hikmah saja yang bisa benar2 melihat penyebab dari sebuah masalah, dalam hal ini masalah ekonomi, politik, keamanan dll dari bangsa kita ini. Melihat akar masalah, bukan kulitnya saja.

Kalau orang2 yang nafsunya kotor dan hitam sehingga tidak bisa memantulkan cahaya hikmah, maka pasti penyebab ancurnya perekonomian kita dan bangsa pada umumnya tentunya bukan faktor diatas, melainkan misalnya.
  • Tidak punya modal
  • Skill dan SDA yang tidak mumpuni
  • Mental yang mudah kalah
  • Kebanyakan utang
  • Trend ekonomi yang mengalami penurunan
  • Nilai dollar yang tidak stabil
  • Sistem pendidikan yang salah

Dan faktor kulit lainnya yang jumlahnya bisa bercabang-cabang makin lama makin tak terhitung. Padahal menurut orang waskita semacam UYM pemicunya bukan itu, sekali-kali bukan.....

Coba baca lagi akar masalah ekonomi dan segenap permasalahan manusia dan bangsa pada umumnya menurut UYM. Bacaaaa lagi dan lagi. Apakah sobat secara jujur setuju dengan pendapat UYM? Bisa iya bisa tidak, namun kayaknya lebih banyak tidaknya. Mengapa demikian?
  • Karena untuk kaya wasilahnya bukan tahajud misalnya, tetapi kerja keras dan kerja cerdas. Sementara tahajud, subuh dsb hanya amalan akhirat saja.
  • Karena sudah pernah melakukan tahajud, subuh dsb namun hidupnya masih standaaar aja
  • Kayaknya nggak logis, masak penyebab kemiskinan adalah sholat? Dari mana asalnya bisa begitu?
  • Setuju sih? Atau antara setuju dan nggak setuju.. Begitu kurang lebih
  • Nggak setuju, emang UYM pakar ekonomi?

Dan berbagai jawaban keraguan yang menjadi tanda keraguan iman. Keraguan iman inilah faktor pemicu menjadi fasik dan munafik. Karena ragu tentang kebenaran iman maka kemudian ketika mendengar perintah dan larangan Allah swt, maka responnya biasa saja, cenderung bosan. Kemudian tidak melaksanakan apa2 yang diketahuinya dari larangan Allah swt tersebut kecuali sangat sedikit. Tahu ilmunya namun malas mengerjakannya, ini namanya fasik fasik dan fasik.

Penyakit fasik ini lama-lama menjadi munafik, yakni hanya menjadikan pengetahuan tentang perintah dan larangan Allah swt hanya sebagai hapalan saja tanpa merasuk sama sekali dalam hati. Celakanya lagi malah menjadikannya sebagai bahan perdebatan, bahan lelucon dsb.

Fasik dan munafik itu sifat yang sudah meresap dalam jiwa, sehingga susah untuk menyembuhkannya. Perlu benar2 adanya pertaubatan agar penyakit itu pelan2 hilang dan sirna. Oleh karenanya setelah taubat kemudian banyak belajar, berpikir dan gunakanlah akal. Insya Allah power iman akan mulai terasa dalam dada sebagai senjata untuk mengusir kefasikan dan kemunafikan.

Kesimpulan

Karena kita baik sadar maupun nggak sadar lebih percaya (iman) kepada kemampuan, kecerdasan, kehebatan kita sendiri makanya hidup jadi berantakan. Sehebat-hebat manusia tetap saja otaknya cuman sebesar tempurung kelapa. Ia tetaplah sangat terbatas.

Oleh karena itu geser fokusnya kepada Kekuasaan Tuhan. Serahkanlah kepada_Nya apa2 yang mustahil supaya menjadi mungkin. Libatkan Allah swt dalam sekecil apapun tindakan dan pekerjaan kita, maka sesuatu yang mustahil itu tiba2 menjadi mudah. Apa2 yang tidak mungkin tiba2 menjadi mungkin.

Oleh karena kita hendak menyerahkan segala mekanisme, design, cara dsb kepada Ke Besar an_Nya maka mau tidak mau kita harus belajar untuk satu frekuensi, yakni menjalani jalan yang sudah pernah ditempuh oleh orang2 shalih. Kata UYM harus tahajud, subuh berjamaah, sholat tidak telat dsb. Jika sudah 1 frekuensi dengan jalan Tuhan maka yang namanya masalah apapun akan terurai, semustahil apapun.

Mengapa demikian? Karena Tuhan sudah ikut campur dalam membantu permasalahn kita dan permasalahan bangsa. Kalau Tuhan sudah turun tangan, apa sih yang sulit? Tidak, sekali-kali tidak ada yang sulit, dan buat Allah swt semua serba amat sangat mudah.

Wallahu A'lam

N/B: Mau belajar lebih dalam? Jadilah member rahasia kunci sukses, caranya klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment