Aug 10, 2015

Mencipta Keajaiban "Miracle in Process"

Hari ini senin 11 Agustus 2015 saya lembur. Bukan lembur karena kerja cari uang, namun lembur mengecat rumah dan mempersiapkan tempat disebabkan tanggal 23 Agustus akan ada acara besar ditempat kami. Acara apa itu? Rahasia... hehehe

Karena lembur tentu saja saya dan dibantu beberapa tetangga tidurnya larut malam. Sekitar jam 2.15 pagi saya baru bisa tidur, dimana saya tutup pagi itu dengan sholat lail 2 rakaat dan sholat witir 1 rakaat. "Tumben2an sadar hehehe". Sebelum memejamkan mata saya berniat untuk bangun jam 4 pagi agar bisa sholat tahajud, yang mana tentu saja sangat berat. Bagaimana tidak? Jam 2 lebih baru bisa memejamkan mata untuk kemudian selang 2 jam berniat bangun tanpa weker. Beraat, asli berat untuk pemula seperti ane...

Kemudian saya terlelap untuk masuk dalam dimensi yang benar-benar berbeda. Dimensi mimpi. Ternyata saya bermimpi yang teramat sangat menyeramkan hiiiiii...., begini kurang lebih mimpinya.. Jreennggg3...!

Entah berada dimana, dalam sebuah ruangan yang cukup luas saya melihat disana ada puluhan orang yang sedang bercengkerama dengan seseorang yang sangat saya kenali. Dialah seorang Da'i terkenal dan juga seorang pengusaha papan atas yang mempunyai pemikiran visioner untuk kemajuan bangsa bahkan dunia. Namanya sudah tenar diberbagai pelosok bumi menjadi pelita bagi kedamaian dan kesejukan ummat.

Ane kaget banget, karena tiba-tiba beliau menoleh ke arah saya yang sedang termangu, sambil melambaikan tangan.

"Adhin sini, ngapain ente ngumpet disitu. Sini ngumpul". Gitu kata sang Da'i. Padahal beliau khan belum kenal saya ya? Kok bisa2nya manggil nama? Au ah gelap.
"Oh iya Ustad, siap". Jawab saya bergegas menuju kepadanya.

Setelah menepuk dada saya, kemudian Sang Da'i, ane dan puluhan orang lainnya asyik ngobrol ringan dimana salah satu temanya membahas tentang masa depan negeri tercinta, Wuiih keren. Saya lebih kaget lagi, kenapa? Karena pada sebuah momentum beliau menunjuk ke saya dan mengatakan begini.

"Ini namanya Adhin, seseorang yang mempunyai ketangguhan, saya percaya itu. Ia tangguh dan pantang menyerah atas nama kebenaran dan kebaikan, disaat sebagian besar orang lainnya bertumbangan". Kata Sang Da'i

Ane kayak orang bingung sambil ngelihat ke kanan, kiri depan dan belakang. Nggak ada orang lain kecuali diri saya sendiri. Artinya Sang Da'i menunjuk saya, waduuh.

Orang-orang yang ada dalam ruangan tersebut sunyi senyap seraya memandang ane dengan tatapan serius, lalu mereka semua menghilang. Entahlah yang jelas setelah itu mereka semua menghilang dan kemudian berganti dengan view lainnya yakni berada dalam sebuah panggung.

Nah lo, panggung ape? Sebuah panggung yang isinya orang2 berlainan jenis yang sedang berjoged ria. Mereka berkumpul, berkerumun dalam satu panggung kelap-kelip tersebut sambil goyang, ketawa-ketiwi, mabok dan dilengkapi dengan suguhan penuh syahwat lainnya.

Kemudian ada seseorang yang melihat saya yang sifatnya cuman sebagai penonton saja. Orang itu mengajak beberapa orang lainnya dan mendekati saya supaya ikut bersenang-senang.

"Ayo men, kita seneng-seneng", kata salah seorang dari mereka
"Maaf saya tidak bisa". Jawab ane sok alim :)

Sebenarnya secara naluriah ane demen banget tuh, namun kemudian teringat kata-kata Sang Da'i, yang menjadi wasilah rem bagi nafsu yang mulai condong kepada kesenangan. Melihat keengganan saya ini kemudian mereka, menarik tangan saya. Sebagian lagi mendorong dari belakang sehingga saya tak kuasa menahannya dan sampailah juga ane berada dalam sebuah sisi panggung tersebut.

Apa yang saya lihat adalah sebuah pemandangan yang sungguh-sungguh membangkitkan nafsu. Ada 3 wanita yang super cantik dan super seksi disana, dan perlahan-lahan mendekati dan menggoda saya. Cantiknya gimana? Udah deh nggak usaha dibayangin, hehe. Yang jelas ane masih normal dan begitu tergoda.

Kejadian berikutnya juga nggak usah diceritain deh, intinya godaan nafsu tersebut luarrrr biasa yang kemungkinan besar akan menjadi wasilah goncangnya iman. Mengapa? Karena ane melihat disisi panggung lainnya ada kejadian yang serupa dengan yang saya alami, dimana mereka kemudian takluk dan larut dalam kesenangan.

Ane sadar, benar-benar sadar bahwa ini adalah mimpi. Aneh ya? Ane khan sedang mimpi tuh, tetapi saya sadar bahwa ini memang cuman mimpi. Benar2 aneh.. hehe. Kemudian ane juga ingat apa kata Sang Da'i bahwa saya adalah manusia yang katanya tangguh, disaat yang lainnya menyerah. Tambahan lagi, khan saya udah niat mau bangun jam 4 pagi kemudian tahajud untuk menemui Allah, Tuhan kita semua.

Kemudian ane berontak, "No way", gitu kurang lebih. "Tidaaaakkkkk" gitu, biar nampak sedikit berlebihan :). Namun semakin kuat saya memberontak, semakin kuat pula godaan nafsu tersebut. Badan ini benar2 lelah karena disatu sisi pengin benar2 melek dan bangun dari tidur supaya bisa bebas dari mimpi menggoda disisi lain godaan dalam mimpi itu begitu membelit. Aneh nggak sih?

Akhirnya pada sebuah momentum kritis mata ini terbuka dengan susah payah. Sebagaimana bangunnya orang sehabis mimpi buruk. Nafas masih tersengal-sengal dan dada serasa bergetar. Mata memang sudah terbuka namun sepetnya minta ampun. Kalau tidak dikarenakan niat yang kuat mungkin saja mata ini merem lagi.

Kemudian saya berdiri gontai dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu, lalu melaksanakan sholat tahajud. Kurang lebih setengah jam kemudian berkumandang azan subuh. Bergegas saya ke masjid untuk melakukan sholat subuh berjamaah.

Yah, begitulah sedikit kisah mimpi ane. Bunga2 tidur yang bisa jadi ada makna dan hikmah yang besar, bisa juga tidak. Yang jelas saya ngerasa memang tahajud kali inilah yang sungguh berat dilakukan. Perjuangannya luar biasa terutama bagi saya yang masih pemula dan baru tahap belajar.

"Lah, dimana letak menyeramkannya?"
Emangnya mimpi ane nggak menyeramkan ya?

"Yaaa elah, mana ngedengerinnya udah serius. Ampun dech"
Hehe, kirain menyeramkan.

"Lalu dimana keajaibannya?" Naah ini dia. Ane bisa bangun untuk tahajud saja sudah keajaiban lho. Kenapa? Karena hal ini benar-benar penuh perjuangan didalam memilih menemui Allah swt dalam sepertiga malam yang terakhir daripada mengikuti ajakan syetan yang masuk dalam alam mimpi. Jangan salah, karena seperti apa kata Sang Da'i, buanyak yang bertumbangan ketika berhadapan dengan realitas seperti ini.

Artinya apa? Artinya dalam skala global banyak yang mengaku bertuhan Allah swt namun mudah goncang lalu tumbang untuk kemudian mencari pertolongan kepada selain_Nya, yang dianggapnya bisa dan mampu untuk lebih cepat didalam menjamin adanya kesenangan hidup. Dan ini seringkali kita lakukan secara tidak sadar. Kena kau :)

Contoh,
  • Mungkin saja malam hari sudah berdoa, bahkan sampai menangis karena terbawa oleh beratnya beban hutang yang ditanggung. Sayangnya ia tidak benar-benar istikomah dalam mengaplikasikan robbunallah. Mengapa demikian? Karena esok paginya sudah berangkat menuju bank dan atau rentenir untuk pinjam uang. Malam tuhannya Allah, esok paginya tuhannya sudah berubah yakni rentenir. "Lah ini khan bagian dari ikhtiar Mas?". Maap menurut saya ikhtiar bukan seperti itu caranya.
  • "Gimana mau sukses, orang cuman tamatan SMP. Yah terima saja nasib ini, memang kayaknya sudah takdir". Benar sekali tingkat pendidikan si fulan rendah, ditambah lagi dengan skill yang tidak mumpuni. Oleh karenanya ia membatasi mimpinya karena meyakini bahwa tidaklah mungkin ia bisa sukses. Maknanya apa? Maknanya adalah si fulan lebih percaya kepada kemampuannya ketimbang kepada DIA Yang Maha Kaya.
  • "Mau usaha nggak ada modal, Tuhaaan tolong ane. hadeeh pusing". Padahal kita tahu yang menyempitkan dan meluaskan rezeki adalah Allah bukan modal. Kalau begitu sebenarnya tuhan kita Allah apa modal? Think.
  • "Terima aja lah, emang dari sononya tampang udah jelak, makanya sampe tua nggak ada yang mau sama ane". Lah memangnya yang kasih jodoh Allah apa tampang?

Coba ukur sendiri deh, berapa persen kecondongan kita kepada Allah swt dan berapa persen kecondongan kita kepada selain_Nya. Tentunya penilaian ini dilakukan ketika kita sedang menghadapi realitas ujian kehidupan. Apakah kita tetap tidak bergeming alias istikomah didalam bertahan dan bertuhankan Allah apapun yang terjadi, atau malah kemudian lebih percaya kepada otak, logika, perasaan, kemampuan, pendidikan/ titel, uang, modal, bank, orang pintar, alam semesta, benda pusaka, pohon keramat, patung angker, sampai batu akik safir sulaiman.. hehe

Ijinkan alfakir untuk membacakan sebuah firman Allah swt yang pernah saya dengar dalam sebuah ceramah yang sangat keras menampar diri saya pribadi. Sebuah ceramah yang sangat membekas dalam hati saya yang mana banyak diantara kita ternyata PENDUSTA DOA, namun tidak sadar. Nah lo?

Allah swt berfirman,

Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (QS Al Baqarah: 8-10)

Ayat diatas seakan-akan menampar saya pribadi yang mengaku percaya dan yakin kepada Allah namun faktanya tidak benar-benar demikian. Ternyata banyak tuhan2 lain dalam hati kita, misalnya bertuhan uang, modal, logika, kemampuan, barang keramat, orang pintar, dan masih banyak yang lainnya.

Namun Alhamdulillah, karena seiring proses alfakir ini terus saja mencoba untuk belajar sehingga mendapatkan secuil pemahaman yang bisa dijadikan bekal didalam menghadapi dan mengarungi ujin kehidupan lainnya kedepan. Walau hanya secuil namun bisa menjadi wasilah didalam menjalani hidup yang lebih lurus, yakin, terarah dan lebih menjamin kepastian. 

Ada design, skenario, sunnatullah atau apalah bahasa kita2, bahwa Allah pasti akan memberikan pertolongan pada sebuah titik tertentu ketika kita sukses didalam maintain keimanan. Ini adalah sebuah kepastian one hundred persen bahkan lebih pasti daripada 1+1=2. Mengapa demikian? Karena yang mengatakan adalah DIA Pemilik Jagad Raya.

Ane jadi teringat bahwa Sang Da'i yang hadir dalam mimpi ane pernah membacakan sebuah firman Allah sbb,

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Fushilat: 30)

Jadi jannah dan segala manifestasinya dunia dan akherat hanya bisa didapatkan ketika kita mengenal Allah sebagai satu-satunya Tuhan Semesta Alam, untuk kemudian istikomah, teguh pendirian, tidak bergeming didalam beribadah, mengadu, meminta kepada_Nya, serta tidak pernah condong sedikitpun kepada selain_Nya. Kurang lebih begitu....

Dari pada ngelantur karna artikelnya kepanjangan ane langsung to de point aja deh. Sobat, ujian itu memang kadangkala terasa buerat banget2. Dont worry, alias jangan khawatir karena anda tidak sendirian. Saya bahkan semua manusia juga pernah merasakannya kok. Beratnya ujian kehidupan seringkali menggoyahkan keimanan kita kepada Allah swt seraya mengatakan, "kapan sih pertolongan Allah datang? Padahal udah doa, udah dhuha, sudah sedekah dll kok hidup rasanya malah tambah berat? Why, kenapaaa..!" Gitu kata kita2 protes.

Jangan sampai beratnya ujian hidup kita menjadi pemicu melemahnya keyakinan untuk kemudian mulai ragu dan condong kepada selain_Nya. Jangaaan sampai kita goyah, menyerah lalu kalah yang menjadi wasilah syetan tertawa terbahak-bahak. "Wellcome bro, wellcome to the hell, hua hahahaha", gitu kurang lebih apa kata syetan.

Jangan sampai syetan yang nunggangin hawa nafsu bisa menang. Jangan sampe syetan sukses menipu dan memperdaya kita dengan bayangan kesenagan sesaat dan jalan pintas. Bertahanlah sejenak, sejenaaak aja. Nggak lama kok, Insya Allah nggak akan lama lagi pertolongan Allah datang. Hanya butuh sedikit aja pemahaman sehingga missing link itu bisa kebuka, yang menjadi wasilah terbukanya semua hal yang berbau kemuliaan dan kebahagiaan sejati. Beneran... Saya bisa bertahan terhadap ujian hidup yang rasanya berat, mereka juga dan saya yakin anda juga sangat bisa. Trust me.

"Mantap. Lalu dimana miraclenya Mas? Apa hubungannya dengan mimpi pada pembahasan awal?"

Oh iya ya? Hehehe maaf, karena emang nggak ada hubungannya.
"Guprak", capek deh.. :)

Cuman saya meyakini bahwa dengan wasilah tahajud yang begitu berat ane lakuin sebagaimana saya ceritakan diatas, mudah2an menjadi wasilah supaya Allah swt menggerakkan hati Sang Da'i supaya berkenan untuk memasukkan tulisan dalam web pribadinya atau bahkan mengundang saya brekfest in de morning. Meskipun kalau tidak seperti harapan saya juga tidak apa-apa. :)

"Ngimpi lagi kali Mas. Secara beliau pasti sibuk mana sempet ngundang orang kampung kayak Mas Adhin?". Ya biarin saja ngimpi lagi, mumpung masih gratis, emang ada yang salah. Ngimpi ketinggian asalkan dalam bingkai doa dan harapan yang semata-mata ditujukan kepada Allah swt, asyik kok.

Sekali lagi memang ketemu beliau dan diundang untuk brekfest ato sarapan morning, bagi sebagian orang mustahal mustihil. Namun jika kejadian sobat kudu janji ya? "Janji apaan lagi?". Sobat kudu janji supaya mulai belajar dan mencoba mujahadah dalam menemui Allah swt di sepertiga malam yang terakhir dalam tahajud supaya miracle itu juga terjadi dalam hidup anda. Miracle itu bisa saja hutangnya lunas, hidup kecukupan, ketemu jodoh, dikasih sembuh dll. Janji???? Oke fix. :)

But, over all, saya meyakini bahwa miracle atau keajaiban sedang in process biidznillah, apapun itu. Saya mengatakan demikian karena sudah sering merasakannya meskipun dalam skala yang menurut sebagian orang masih kecil. Gak ada masalah kok, karena semua keajaiban besar bermula dari yang kecil. Ya nggak?

"Maaf nih Mas, emang Mas Adhin guru bahasa inggris yg kagak lulus?
Oh no no nehi nehi. Bukan hehe...

"Motivator?"
Bukan banget


"Atau Mas adalah seorang Ustadz? Kok lagaknya kayak Ulama yang sok-sokan kasih wejangan"
Bukan juga, hehe lagi sambil nyengir

"Terus apa dong?"

Oh iya ding, bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.. Sekali-kali ane bukan motivator, guru bahasa inggris, apalagi ustadz. Maaf ye? Permisi, kabur dulu... Kabooorrrr...! Xixixixi :)

Wallahu A'lam

N/B: Mau belajar kayak ginian secara detail dan komprehensif yang dilengkapi dengan panduan 360 hari? Caranya klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment