Aug 31, 2015

Logika Melunasi Hutang dan Amalan Doa Lunas Hutang

Mari kita bermain logika melunasi hutang. Logika sederhana yang mudah2 membuat kita semua paham. Nah jika anda berhutang 10 juta, bagaimana cara melunasinya? Atau adakah amalan untuk melunasi hutang, apalagi yang mau jatuh tempo? Makanya baca artikel singkat ini,

Jika kita berhutang 10 juta, lalu gimana caranya supaya bisa lunas?

Jawab: Bayar dengan uang minimal 10 juta. Ini jawaban yang logis, bahkan anak SD pun tahu.

Memang ada jawaban lainnya, misalnya gimana caranya utang 10 juta lunas? Caranya adalah sang penghutang mengikhlaskannya. Namun kejadian ini khan jarang banget.

Atau jawaban gini: Hutang 10 juta bisa lunas jika sang penghutang lupa, atau dia meninggal dunia. Nah jawaban ini bukan yang kita kehendaki karena kita ingin lunas dengan baik-baik.

Jadi jawaban paling logis adalah bayar dengan uang minimal 10 juta, atau barang yang setara dengan itu. Sampai disini masih mudah dipahami ya?

Kemudian ada masalah besar, apa itu?
  • Tidak punya uang 10 juta pada saat itu
  • Jangankan 10 juta, 1 juta aja gak pegang
  • Belum gajian, meskipun saat gajian tetap saja nggak cukup

Pada intinya susah sekali mendapatkan 10 juta tersebut guna melunasi hutang. Lalu bagaimana caranya, atau apa kiatnya kemudian? Tentu saja jawabannya tetap hutangnya harus dibayar dengan 10 juta atau barang yang setara dengan nilai 10 juta.

Caranya misalnya sbb
  • Jual motor atau kendaraan anda
  • Jual emas istri anda
  • Jual aset anda
  • Kerja sampingan

Intinya jual apa saja barang milik anda sehingga terkumpul uang 10 juta pas. Kemudian ada masalah lagi, yakni
  • Gimana mau dijual? Nanti untuk kerja pakai apa?
  • Gimana mau jual emas? Itu khan aset kami untuk keperluan yang mendadak
  • Gimana jual aset? Dulu kami beli dengan susah payah, kalaupun dijual penyusutannya besar
  • Gimana mau kerja sampingan, pekerjaan utama saja menguras waktu pikiran dan tenaga

Intinya kita sayang menjual aset kita guna melunasi hutang sebesar 10 juta. Ya sudah kalau sayang menjual aset silahkan pinjam bank atau rentenir. Namun itu bukan solusi karena hutangnya cuman pindah doang. Satu lubang tertutupi namun kebuka lubang lain yang lebih dalam dan lebar.

Untuk sebagian kasus sebenarnya kita mampu untuk membayar dan melunasi hutang kita, namun kitanya yang nggak mau. Biasanya faktor sayang kepada aset atau takut kehilangan benda2 yang sudah kita miliki dengan perjuangan yang luar biasa berat. Kalau begitu maka sebenarnya tidak ada niat yang kuat buat membayar dan melunasi hutang.

Ya sudah terima saja konsekuensinya. Yakni diomelin debt collector, dimaki-maki tetangga, dihina orang dan lain sebagainya. Celakanya kalau dituntut di pengadilan...

Mau baca doa atau amalan lunas hutang kayak apapun menurut saya percuma saja. Karena apa? Karena sebenarnya kita mampu bayar hutang kok, yakni dengan menjua aset2 kita.

Analoginya begini..

Seorang anak yang mengantongi jajanan aneka rupa disakunya menangis dihadapan ayah dan ibunya. "Ma minta duit seribu buat beli jajan". Ini khan lucu. Padahal disakunya ada aneka jajan. Oleh karena itu coba lihat saku2 anda, siapa tahu ada jajanan disana yang bisa dimakan dan dibagi kepada teman2 anda. :)

Nah terakhir nih..

Jika kita hutang 10 juta dan sudah mau kena deadline namun tidak ada uang. Yakni benar2 tidak ada aset yang bisa ditukar dengan uang lalu apa yang bisa kita lakukan?

Artinya kita memang tidak tahu harus melakukan apa lagi. Kalaupun ada aset pasti kita jual buat ngelunasin hutang, namun yang ini benar2 nggak ada aset sama sekali. Mau kerja sampinganpun akan dilakukan asal terkumpul uang 10 juta, namun benar2 nggak ada kerjaan sampingan. Nah yang ini adalah kejadian buntu dimana kita tidak tahu jalan keluarnya.

Maka mau nggak mau kudu minta bocoran dari pemilik uang, dan pemilik jagad raya yakni Tuhan Sang Pencipta. Disinilah barangkali tempat mengadu salah satunya dengan mendawamkan amalan lunas hutang dan ibadah2 lainnya dalam rangka meminta jalan keluar. Sudah tahu amalan dan doa lunas hutang khan? Syukurlah kalau begitu :)

Khan kita sudah menyerah tuh, sudah tidak ada jalan keluar lagi menurut kita kemudian pasrah bongko'an atau pasrah 100% kepada cara-cara Allah swt. Kalau begitu ya sudah, pasrah saja.

"Ya saya pasrah, tapi gimana? Waktu tinggal 2 hari lagi?? Ya Allah kami pasrahkan semuanya kepada_Mu, tapi berikanlah 10 juta itu"

Ini namanya belum pasrah, khan masih ada waktu 2 hari buat menunggu cara2 Allah swt.

"Waduh gimana ini? Hari ini saya harus membayar hutang 10 juta. Saya sudah pasrah 100% namun hari ini tetap belum ada duit gimana?"

Kata mulutmu memang pasrah, namun sebenarnya belum pasrah 100%, karena masih ada syarat2. Seakan akan nggak percaya kepada cara2 Allah swt. Katanya tadi sudah menyerah kalah dan pasrah. Kalau sudah pasrah ya pasrahin aja. Serahin aja semuanya kepada_Nya.

"Robb, kami sudah pasrah 100% kepada_Mu, namun tadi barusan kami dibentak2 dan dihina2 oleh tetangga kami gara2 belum bayar hutang. Mengapa??? Padahal kami sudah pasrah???"

Pasrah dengkulmu. Lagi2 belum pasrah namanya. Kalau sudah pasrah dan menyerahkan mekanisme pelunasan hutang kepada cara2 Allah swt ya serahkan saja 100% tanpa pertanyaan tanpa syarat. Mau 2 hari menjelang deadline, atau sudah hari deadline, atau malah debt collector sudah datang dan memarahi atau kejadian apapun ya pasrahkan saja.

Biarin aja mekanisme sunnatullah terjadi. Karena pasti ada hikmah dibalik semua kejadian saat2 kita sudah menyerahkan segala mekanisme lunas hutang kepada cara2 Allah swt. Sekali lagi saya katakan pasti akan ada hikmah besar. Saya mengatakan demikian karena sudah pernah mengalaminya. Yang jelas bantuan atau pertolongan Allah swt melalui cara2 yang amazing banget2. Sampai melongo, saking takjubnya.

Hikmah seperti apa?

Nanti Insya Allah kita bahas lagi. Hehehe :)

Wallahu A'lam

Makanya lebih baik sobat ikuti panduan saya yah? Ada maharnya sih, tetapi Insya Allah hikmahnya daleeeeeeemmmm bingitz.. Gabung dengan panduan rahasia kunci sukses, caranya klik disini lalu klik order



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment