Aug 4, 2015

Kesombongan dan Dengki yang Terselubung

Saya ntu orangnya suka merhatiin, ngamatin dan semacamnya lah. Khususnya mengamati kehidupan, takdir, hikmah dan semacamnya juga. Wabil khusus lagi mengamati kehidupan kami sendiri, kemudian setelah menemukan adanya pesan atau hikmah atau ibroh barulah saya bagi ke teman-teman supaya yang positif2 bisa ditiru.

Image result for prasangka

Tentu saja harus ditiru toh semuanya sudah pernah saya lakukan dan ini bisa dijadikan bukti untuk kawan2 semuanya. Oce?

Nah berikut ini ane mau share tentang pengamatan saya berhubung sudah mulai ganti profesi jadi intel. hehehe. Yakni pengamatan tentang kondisi mental dan jiwa seseorang yang nyatanya mudah terpengaruh oleh keadaan. Maksudnya apa sih?

Gini....

Kalau kita miskin maka kita condong untuk mengesahkan kondisi kemiskinan kita kemudian secara tidak langsung membenci orng kaya. Mungkin kita suka mengatakan lebih baik miskin seperti saya daripada kaya namun mblangsak kayak mereka. Ya nggak?

Kalau kita kaya maka kitanya condong untuk membanggakan diri kemudian mulai merendahkan orang lain khususnya yang level kekayaannya dibawah kita.

Demikian juga kalau kita berkuasa, cakep, cantik, baru punya mobil, relasi luas, dan segala pencapaian yang menurut kita wah, maka akan mencondongkan jiwa kita untuk tinggi hati. Pun dengan ketika kondisi kita kekurangan, banyak utang, banyak bangkrut, banyak mengalami penghinaan dsb responnya sama, yakni condong untuk membenarkan kita dan menyalahkan mereka.

Saya ngamatin nih... Jadi tujuan saya supaya bisa menjadi pelajaran buat kita supaya tidak mudah disetir oleh kondisi luar. Lempeeenng aja dalam keyakinan kepada Tuhan apapun yang terjadi.

Saya ngamatin nih.. Sori diulang2 hehehe

Jadi saya ngamatin ada seseorang dalam kondisi miskin atau kekurangan dan selalu dalam hinaan orang, sementara ia merasa pandai dalam hal beragama. Beliau tidak bekerja dengan pekerjaan yang jelas kemudian menghasilkan uang yang cukup untuk keluarganya. Motornya saja motor butut. Yang beliau lakukan adalah ibadaaaah terus dimasjid bahkan sering juga menjadi imam sholat karena hapal banyak ayat dari Al Qur'an. Maka apa yang biasanya dibaca ketika sholat atau menjadi imam?

"Wailul likulli humazatil..... dst" Atau,
"Alhaaakumut takaa sur... dst"

Atau ayat yang semisal diatas..

Emang nggak boleh? Ya boleh banget dan tentu saja bagus banget. Namun jangan sampai membacanya dikarenakan kesetir oleh keadaan. Khan 2 surah diatas pointnya kurang lebih begini,

"Celakalah bagi mereka yang mengumpat, mencela...."
"Celakalah yang suka mengumpulkan harta...."
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu...."

Naaah, begitulah. Jadi mereka merasa kondisi miskin dan selalu dalam hinaan orang itu bagus, karena jika mereka kaya dan berkuasa khawatirnya ayat diatas bisa "kena"

Jadi seolah-olah mereka mempunyai paradigma begini,

"Lebih baik dihina dari pada suka mengumpat dan mencela"
"Lebih baik miskin dari pada masuk neraka huthomah"
"Lebih baik hidup ala kadarnya dari pada harta benda melalaikan kita sampai masuk kubur"

Karena paradigma atau prasangka mereka seperti itu, maka kehidupan seperti itulah yang terjadi. Mudeng nggak? Coba kalau paradigmanya digeser sedikit. Meskipun kerjaanya nggak jelas, dan hanya sering ibadah di Masjid tetapi biidznillah saya juga bisa seperti mereka yang cukup.

Naaah ini baru keren banget. Apalagi ibadahnya sudah poll, maka Insya Allah doanya mudah dikabulkan, Insya Allah.

Coba baca lagi penjelasan diatas 100 kali, bener nggak menurut sobat?

Sekali lagi apa yang dilakukan tidak buruk, malah buagus sekali karena membaca ayat-ayat Allah. Namun jangan sampai prasangka jelek menjadi pemicu munculnya kesombongan yang tidak disadari. Misalnya begini

"Ah si dia memang banyak duitnya, dia kaya dan terhormat, namun sombong dan bisa masuk neraka karena kesombongannya. Lebih baik kayak saya walaupun miskin namun menjadi hamba yang dekat dengan Tuhan YME"

Salahkah paradigma ini? Menjadi salah kalau kita menilai orang lain. Menjadi malah kita yang sombong karena merasa suci, merasa dekat dengan Tuhan YME sementara orang lain yang kaya itu sudah menjadi jatah neraka. Nah lo?

Kesimpulan


 Image result for prasangka

Apa yang saya inginkan dari artikel ini? Simak ini
  • Berbuatlah sebaik-baiknya untuk kita sendiri bukan untuk menilai orang lain
  • Masih banyak orang lain yang kaya raya dan berkuasa namun sholeh
  • Masih banyak juga yang kekurangan namun hatinya tulus dan ikhlas, tidak dengki dengan karunia orang lain yang diberikan oleh Allah swt
  • Jadi fokus dalam memperbaiki diri kita sendiri, jangan sampai ada celah untuk menilai atau malah mengkafir2kan

Kesombongan dan dengki itu bisa muncul secara terselubung. Jadi seolah-olah tidak dengki dan tidak sombong, namun kenyataannya kesombongan sudah nyata dan menyetir segala tindakan serta cara berpikirnya.

Itu saja dulu

Sebenarnya masih ada beberapa hal yang ingin ane sampein. Ntar2an aja diartikel yang lain ya? Wallahu A'lam

N/B: Atau gabung aja deh dalam panduan manajemen jiwa dalam magis7 supaya dapat materi yang lengkap. Caranya klik disini.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment