Aug 28, 2015

Kepasrahan Tanpa Syarat

Ada sebuah pertanyaan atau pasnya permasalahan yang menimpa sahabat kita tentang kehilangan hak miliknya. Celakanya kehilangan itu karena dirampas oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sedih, marah, kesal, dongkol dsb. Campur-campur rasanya. Gedeg banget2.

Berikut permasalahan sahabat kita yang saya edit seperlunya.

...........................................................................

Terngiang dalam dipikiran saya kejadian sebulan yang lalu ada seorang pejabat kepolisian bagian penyidik. Ia membeli tiket dari kota A menuju kota B untuk 2 orang dengan total 3.930.000 namun saat itu bri trouble saya tidak bisa mengecek. Dia meyakinkan saya sudah transfr senilai itu. Karena tiket itu limitnya tidak bisa dperpanjang akhirnya terpaksa saya cetak, dengan ansumsi dia juga merupakan langganan saya dan keponakannya juga teman saya yang tinggal dikampung sebelah.

Namun betapa kagetnya setelah saya cek ternyata yang dia transfer di BRI saya HANYA 3.930 saja . Setelah saya konfirmasi , dia tetap mengaku transfer senilai 3.930.000 dan dia tidak mau mengirim bukti transfernya. Saya telepon dan sms dia ga mau angkat dan jawab . Pertemanan BBM nya juga dihapus. Saya juga minta tolong keponakannya malah keponakannya yang mengenalkan om nya pada saya juga dimarahi. Saya ancam untuk melaporkannya jga tetap gak mau tranfer....

Oh Tuhan hati ini rasaya menangis  karena saya tidak punya dana lagi karena habis kebobolan rekening saya. Apa yang harus lakukan ..., karena saya juga harus membayar kontrakan.......ya Allah hamba pasrakan semua hidup ini padaMU karena ini semua terjadi karena ridhoMu hamba yakin ini UjianMu....

..........................................................................

Pertanyaan semacam ini sudah sangat banyak disampaikan kepada kami, pun dengan jawaban2 yang coba kami share atau bagikan. Pada intinya adalah ujian kehilangan sesuatu yang menurut kita berharga karena diambil oleh orang lain sehingga kita merasa marah dan dongkol.

Silahkan coba lakukan cara2 santun sehingga hak bpk/ Ibu bisa kembali. Namun kita bisa tahu bahwa sudah berbagai usaha dilakukan namun nyatanya uang tidak kembali. Lalu apa yang harus dilakukan?

Apa yang Fulan lakukan sudah benar, yakni mencoba belajar pasrah sebagaimana tulisan dalam emailnya, "ya Allah hamba pasrakan semua hidup ini padaMU karena ini semua terjadi karena ridhoMu hamba yakin ini UjianMu". Seharusnya kalau sudah pasrah begini ya sudah, selesai urusan.

Namun kepasrahan ini masih dengan syarat2, yakni "Oh Tuhan hati ini rasaya menangis  karena saya tidak punya dana lagi karena habis kebobolan rekening saya. Apa yang harus lakukan ..., karena saya juga harus membayar kontrakan".

Nggak apa-apa, namanya juga belajar pasrah. Walaupun sebenarnya ketika pasrah namun masih menuntut itu namanya bukan pasrah. Pasrah itu ya menerima apapun keadaannya tanpa syarat, harusnya begitu.

Lalu apa yang harus dilakukan supaya uangnya kembali?

Ya itu tadi, terima saja uangnya raib. Allah punya jutaan cara untuk menguji hamba_Nya salah satunya dengan ujian kehilangan. Bisa jadi untuk menguji keimanan, bisa jadi pula karena memang harus merasakan kehilangan itu tadi sebagai konsekwensi dosa masa lalu.

Adapun orang yang datang mengambil uang itu khan hanya asbab atau sebab. Walaupun tidak melalui orang tersebut kalau memang takdirnya ilang ya ilang. Yang perlu dilakukan adalah pasrah kemudian introspeksi diri. Dosa apa yang pernah kita lakukan sehingga kehilangan uang dengan cara seperti ini.

Kita2 ini punya kecenderungan begini, sangat anti kehilangan barang milik kita, namun dengan entengnya mengurangi hak orang lain. Termasuk saya juga. hehehe. Saking egoisnya, kehilangan sendal aja marah2.

Sekali lagi belajar pasrah atau menerima keadaan lebih dalam untuk kemudian flashback ke belakang, dosa apa yang sudah kita lakukan untuk kemudian memperbaikinya. Masalah duit ilang ya sudah ilang aja. Terima konsekuensi ini. Kalau tidak ada uang buat bayar kontrakan ya sudah, mau gimana lagi. Lagian khan belum waktunya bayar kontrakan khan?

Bisa jadi pas mau bayar kontrakan sudah ada uangnya. Jangan sampai ketakutan menghantui kita sehingga mampu memprediksi apa2 yang belum terjadi. Kalau ternyata belum ada uang ya sudah, ngomong aja sama yang punya kontrakan baik-baik. Sepahit-pahitnya ketika diusir ya sudha diusir saja, memangnya masalah?

Jika kita mau belajar hal ini percayalah ke depan akan ada kebaikan demi kebaikan, kelimpahan demi kelimpahan. Kita tidak sedang berbicara seminggu dua minggu kedepan namun dalam jangka waktu yang panjang bahkan sampai akhir hayat. Asli bin beneran.

"Ngomong gampang, namun prakteknya susah bos". Memang iya, tidak mudah. Apalagi bagi mereka yang baru awal2 belajar kepasrahan. Berat bos.. Tinggal pilih aja 2 respon terhadap ujian ini. Mau marah dan komplain atau belajar pasrah. Dan semua-mua berat lho?

Saya bisa bicara begini karena mengalaminya bukan satu dua kejadian, namun banyak Insya Allah. Karena mengalami makanya bisa ngomong. Karena sering mengalami bahwa dengan "kepasrahan tanpa syarat" akan membuka gerbang rezeki dan kemudahan makanya saya ngomong kemudian mengajak sobat semua untuk belajar menerapkannya.

Begitu ya?

N/B

Untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh, saya hendak meyakinkan sobat semua bahwa kita masih perlu belajar. Oleh karenanya saya menyediakan pembelajaran untuk saya sendiri dan untuk kita semua dalam 2 panduan.

Silahkan pilih salah satu saja. Bagi yang ingin memiliki ketangguhan dan kepasrahan dalam ujian maka pilih magis7. Bagi yang ingin rezeki dan kesuksesan, silahkan pilih rahasia kunci sukses.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment