Aug 31, 2015

Hidup Kaya dan Kecukupan Namun Kering Kebahagiaan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Yang Terhormat Mas Adhin Busro,Saya alhamdulillah adalah Manager disalah satu Dealer Alat - alat berat. Pendidikan saya hanya tamatan STM Umur saya saat ini 51 tahun.Cita-cita saya dahulu ingin menjadi ahli Tehnik yang suatu saat insya Allah akan tercapai.

Saya adalah anak pertama dari lima bersaudara. Kedua orang ttua kami masih hidup namun ayah saya menderita penyakit stroke  sejak tiga bulan lalu sampai sekarang masih terbaring ditempat tidur.

Saya ingin sekali menolong orang tua saya agar cepat sembuh tapi Allah SWT berkehendak lain, mungkin karena masih banyaknya hutang saya yang semakin hari semakin menggunung. kewajiban dibank, dan leasing masih alhamdulillah masih bisa teratasi yaitu kurang lebih sebesar  Rp. 40.000.000,- yang tidak bisa teratasi adalah kewajiban kartu kredit sebesar Rp. 15.400.000 setiap bulan dan KTA sebesar Rp. 6.000.000,-

penghasilan saya dari kantor sebagai manager sebesar Rp. 10.500.000,- perbulan  pendapatan usaha sampingan sebesar Rp. 30.000.000,. Yang  paling membuat hati saya dan keluarga Galau adalah  karena perusahaan tempat saya bekerja akan ditutup beberapa bulan ini artinya saya bekerja sekitar tiga bulan lagi. Untuk meneguhkan hati keluarga saya hanya mengatakan yakinlah kepada Allah SWT suatu saat akan ada solusinya.

"Alhamdulillah saya sudah sering melakukan shalat Tahajjud dan Dhuha tapi masih bolong - bolong, kalau istri saya alhamdulillah Dhuhanya lancar.

"Namun saya juga terkadang ikut melakukan maksiat kepada Allah yang sulit saya hindari jika sudah bertemu dengan rekanan bisnis di Jakarta. Tetapi saya terus menerus mencari solusinya agar terhindar dari perbuatan tersebut.

"saya berharap  Allah SWT agar melalui bapak Adhin Busro bisa memberikan pencerahan dan tuntunan agar bisa keluar dari masalah - masalah tersebut termasuk cara menghindar dari perbuatan maksiat agar jangan terulang lagi." ya Allah ya Rahman, ampunilah segala perbuatan maksiat dan dosa-dosaku selama ini. Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

(Pertanyaan sudah saya edit seperlunya demi kebaikan)

Jawab:

Jawaban kami hanya mendoakan semoga Bapak mendapatkan kebahagiaan sejati dibalik kelimpahan yang dimiliki. Kemudian ketemu sebuah solusi bagi segala permasalahan yang sedang dihadapi. Amin

Mengapa saya katakan semoga mendapatkan kebahagiaan sejati dibalik kelimpahan yang dimiliki? Karena saya punya seorang sahabat yang kayanya minta ampun, namun kurang 1 hal, yakni kebahagiaan. Dia tercukupi secara jasmani namun kering secara rohani. Hal ini menyebabkan ia stress setiap hari. Untuk meredakan stress seringkali sahabat saya ini pergi ke diskotik, cafe dan tempat2 maksiat lainnya.

Memang secara dzahir ia bahagia dan senang sesaat, namun stress itu akan muncul lagi sesaat pulang dari tempat maksiat.

Saya tidak akan menjawab pertanyaan diatas, namun mau cerita.

+ "Kok gitu?"
- "Iya, masalah? hehe"

Dulu saya juga menjabat sebagai Manager dengan gaji kurang lebih sama dengan Bapak diatas. Plus inventaris mobil totalnya ada 3 buah, dan mobil pribadi 1 buah. Selain gaji yang cukup besar saya juga rutin mendapatkan bonus yang jauh lebih besar daripada gaji sebagai manager.

Yang jadi masalah adalah aktifitas pekerjaan saya kadangkala berbau maksiat. Pun duit yang saya dapatkan juga sebagian dari aktifitas suap menyuap.

Dengan pekerjaan dan aktifitas dosa tersebut saya biasa mendapatkan gaji + bonus + sampingan sebesar 30 jutaan perbulan. Angka yang fantastis saat itu. Dengan kekayaan tersebut membuat status sosial saya di lingkungan menjadi naik. Tak jarang saya sedekah jutaan dan barangkali membuat banyak orang takjub. Padahal saya sendiri sangsi apakah sedekah saya diterima Allah swt.

Saya sangat cukup secara materi pada saat itu, padahal beberapa tahun sebelumnya pekerjaan saya hanyalah pedagang asongan dan sales biasa. Syukur Alhamdulillah. Namun kecukupan tersebut tidak serta merta membuat saya bahagia, malahan sebaliknya. Cemas, stress, takut, pusing, khawatir dan lain sebagainya.

Sehingga pada satu titik saya memutuskan, Its over alias game over alias selesailah sudah.

Ini bukan kemuliaan Tuhan, namun sebaliknya. Saya memutuskan untuk menjadi pengangguran saja dari pada hidup cukup namun hati kering kerontang. Lagian tabungan saya sudah lebih dari cukup untuk hidup beberapa tahun plus modal usaha yang akan kami rintis.

Sayang seribu sayang rencana ane tidak berjalan lancar. Karena satu dan lain hal dana tabungan habis3, plus mobil pribadi kudu kejual juga. Tidak cukup dari itu, saya masih menanggung hutang meskipun tidak besar. Dari hidup kaya menuju kehidupan baru yang minus. Yah, saya memulai lagi dari minus.

Bagaimana endingnya? Nanti saja ane jelasin.. Hehehe

Yang jelas ketika ada suka duka dan hidup yang mengharu biru luar biasa. Keputusan besar didalam merelakan pekerjaan dan segala harta benda sehingga ludes dengan berbagai asbab sungguh berat lho? Bahkan sangaaaat berat, namun berani ane eksekusi demi setitik kebahagiaan.

Saya yakin hanya sedikit orang yang berani melakukannya. Bayangkan saja pekerjaan menjanjikan, aset yang besar, harta benda yang melimpah semuanya saya relakan untuk hilang untuk kemudian digantikan dengan pengangguran dan kehidupan yang minus.

Jangankan rela kehilangan 100 juta umpamanya, kehilangan sendal aja marah-marah nggak keruan, ya nggak?

Saya berani mengatakan hal ini karena sudah tak terhitung keluh kesah dan curhatan dari pembaca yang masuk ke email kami yang isinya takut kehilangan sesuatu miliknya. Bahkan meskipun harta benda milik mereka ternyata berasal dari sumber yang subhat cenderung haram, atau malah nyata2 haram.

"Saya tidak mau kehilangan ini itu Pak, gimana caranya atau doanya supaya... Nanti gimana anak istri saya pak.. bla bla bla"

Yah begitulah.. hehe

Saya yakin ujung2nya hartanya juga akan hilang bahkan dibenamkan dalam-dalam dengan berbagai asbab. Inilah penghinaan yang nyata menyakitkan didunia terlebih lagi kehinaan di akherat. Ngeri..

Makanya sebelum azab akherat, saya memutuskan untuk meninggalkan semua gelamor dunia untuk memulai langkah awal kembali dari minus. Nggak apa-apa, yang penting langkah awal tersebut benar2 dimulai dengan niat kebaikan yang setulus2nya.

> Kalau tabungan ane yang melimpah ruah kudu habis ya habis aja
> Ketika kendaraan ane satu persatu kejual ya sudah, mau diapain lagi
> Ketika aset kami terjual ya biarin ajalah, ini konsekwensi
> Ketika bisnis ane bangkrut kemudian menyisakan hutang, ya sudah bangkrut aja gpp
> Kalau kemudian semua yang ada didalam rumah juga habis kejual, ya kejual aja deh

Mungkin inilah cara Tuhan buat ngejedod jedodin ane bahkan sampai level minus. Inilah barangkali pembelajaran Tuhan yakni dimulai dari tahap pencucian dulu, terkait dengan dosa yang sudah ane lakuin pada jaman dahulu kala. Nggak apa-apa ane rela..

Inti dari artikel ini adalah, perubahan itu pasti membutuhkan pengorbanan. Perubahan yang saya maksud adalah back to Allah swt. Kembali kepada_Nya dan memohon ampun lalu kemudian berniat untuk memulainya kembali dari awal. Faktanya pengorbanan tersebut menghendaki konsekwensi yang sangat berat di rasakan, yang mana jarang orang yang berani menghadapinya.

Namun yakinlah bahwa pencucian dosa ini tidak akan berlangsung selamanya. Cukup beberapa tahun saja menghadapi takdir yang pahit dirasakan bagi kebanyakan orang. Ketika sudah kebukti kita rela dicuci, Insya Allah kemudian akan nampak sinar terang. Yakni sinar kebahagiaan, kemuliaan, kekayaan, kedamaian yang hakiki dan sejati. Inilah manifestasi surga dunia sebelum surga akherat, Insya Allah

Wallahu A'lam

N/B

Untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh, saya hendak meyakinkan sobat semua bahwa kita masih perlu belajar. Oleh karenanya saya menyediakan pembelajaran untuk saya sendiri dan untuk kita semua dalam 2 panduan.
  • Rahasia Kunci Sukses --> Rahasia doa, dan panduan 360 hari menuju sukses. Ini wajib anda miliki
  • Magis7 --> Rahasia manajemen jiwa menuju kedigdayaan pribadi
Silahkan pilih salah satu saja. Bagi yang ingin memiliki ketangguhan dan kepasrahan dalam ujian maka pilih magis7. Bagi yang ingin rezeki dan kesuksesan, silahkan pilih rahasia kunci sukses.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment