Aug 9, 2015

Doa dan Ikhtiar, Duluan Mana?

Kalau saya bahas tema doa dan ikhtiar pasti rame. Ada yang setuju ada yang tidak setuju. Apapun pendapat anda silahkan saja tidak ada yang melarang. Silahkan, semua punya prinsip dan paradigmanya masing-masing. Cuman saya memang hendak membuka pemahaman sobat semua terlepas setuju atau tidak.

Berikut ini adalah tema yang saya tulis dan lempar di FB. Yang belum nge add silahkan add dulu disini. Insya Allah akan banyak manfaat disana.

 Image result for doa dan ikhtiar

Ini dia...........

............................................................................

Satu lagi nih.. Menurut sobat bener apa nggak?

"Memang sudah takdir saya begini, sukurin aja"
"Susah ane buat sukses, secara pendidikan cuman SD"
"Gimana mau bisnis, modal aja nggak ada"
"Saya nggak mau terlalu menghayal, takut ntar jadi gila"
"Nasiiib tampang pas-pasan, mana mungkin dpt jodoh yg baik"
"Secara gue gagu dan kaku, mana mungkin relasinya luas"


Kayaknya kita sepakat, bahwa ybs membatasi diri dengan apa yang melekat pada dirinya. Kesannya menganggap atau bahkan meyakini bahwa takdir, rezeki, kesuksesan, keberhasilan, jodoh, relasi dsb ditentukan oleh "kapasitas/ kapabilitas/ kemampuan"

Padahal kita juga sangat sepakat bahwa rezeki, jodoh, kesuksesan dan segala macamnya adalah urusan Tuhan. Kata orang, "rezeki, jodoh dsb sudah ada yang ngatur" begitu khan?

Faktanya???? Faktanya seringkali ketika berurusan dengan kenyataan ternyata tidak demikian adanya. Kita cenderung lebih yakin dan percaya kepada "kemampuan diri" daripada Kekuatan dan Kebesaran Tuhan Sang Pencipta. Kalau begitu kenyatannya, maka sebenarnya kita menyembah Tuhan YME atau kemampuan sih?

Jawab sendiri aja deh.. hehe.. Soalnya ane juga lagi mencoba menjawabnya untuk diri saya sendiri

...................................................................................

Tema tulisan dalam akun FB saya diatas kemudian meluas menjadi tema doa dan ikhtiar, duluan mana sih? Ada yang doa dulu, ada yang ikhtiar dulu, ada yang dua-duanya harus seimbang.

Jika sobat membaca tulisan diatas mudah2an bisa menyimpulkan pendapat saya, yakni apakah duluan doa apa ikhtiar atau yang lain?

Pendapat 1

Bambang Widanarno Apakah kalau 'semua sudah ada yang mengatur ' trus kita tinggal duduk dan dan berdoa? Tanpa ada ikhtiar?

Pendapat 2

Ichwandi Asmin Ikhtiar itu ladang amal bagi manusia

Pendapat 3

Al Huriyatul Asiyah tapi kok pengalaman saya dulu aktifitas cuma aktifitas ibu rumah tangga, kadang gak ada aktifitas dan duduk diam dan berdoa, dan dibalik doa pingin kerja disuatu instansi dengan gaji lumayan sebulan lebih dari 4jt dan tidak ada usaha yg maksimal/menggebuh gebuh, atau tidak ada iktiar yg terlalu menggebuh gebuh, dalam mendapatnya. al hasil selama 1,5 tahun menganggur. dan sabar nunggu waktunya, selepas 6bukan kelahiran anak pertama eh tiba2 ada lowongan kerja dan dilancarkan Oleh Allah segala proses tes seleksi kerja. dan alhamdulillah saya langsung kerja di instansi rumah sakit bahkan dengan gaji lebih dari 5jt setiap bulan sesuai yg saya doakan dan harapkan. nah dari itulah saya yakin kalo kekuatan doa itu lebih maksimal dibanding iktiar, maksudnya porsinya itu doa 80% iktiar cuma 20%.

Pendapat 4

Endah Sumunar Semua emang urusan Tuhan, ada yang diem berharap tiba2 ada rezeki yg g d sangka, ada jg yg usaha mati2an, terpuruk lg terpuruk lg. Jd piye donk menyikapinya.

Itulah beberapa pendapat sahabat FB saya. Insya Allah untuk penjelasan detailnya nanti saya bahas dalam artikel lain saja ya? Insya Allah akan saya sertakan juga dengan studi kasus, misalnya..
  • Ada yang tahajud cuman 7 hari tetapi mendapatkan keajaiban yang amazing banget2
  • Ada yang tahajud sudah beberapa tahun namun nggak ngefek
  • Ada yang sedekah 5 ribu lalu mendapatkan rezeki tak terduga dalam jumlah banyak
  • Ada yang sedekah jutaan namun nggak ada perubahan rezeki
  • Ada yang berdoa dan menggeber ibadah malah hutang nambah
  • Ada yang mengangkat tangan sekali lalu doa terkabul dengan cepat

Mengapa demikian? Nanti saya kupas di artikel lain. Insya Allah. Makanya jangan kemana-mana, stay tune terus tiap hari. Karena saya akan menuliskan segala hikmah kehidupan setiap saat setiap waktu.

Sekali lagi terlepas apa pendapat saudara, tidak ada masalah. Saya sifatnya hendak membuka pemikiran saja. Terbuka sukur nggak juga nggak ada masalah

Wallahu A'lam

N/B

Kalau sobat mau langsung belajar secara komprehensif dan menyeluruh, bahkan ada panduan 360 hari tentang rezeki, kesuksesan, kemuliaan dan kebahagiaan silahkan gabung aja langsung dengan panduan rahasia kunci sukses.

"Jualan ya Mas?"

Iya, hanya bagi yang mau saja. Kalau nggak berkenan sekali lagi bagi saya juga tidak ada masalah, Insya Allah.  


 

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment