Aug 16, 2015

Berkata Baik atau Diam

Kadang2 ada tipikal orang yang suka mengamati orang lain dimana ini semua sifatnya positif. Sekali lagi mengamati orang lain bukan untuk menilai dan memblow up, namun dijadikan pelajaran dan pengajaran. Kalau orang suka mengamati orang lain maka akan sepakat dengan saya. Sepakat apa?

Sepakat bahwa ternyata tak terhitung mereka yang bermulut besar, suka komplain, gemar mengkritik pekerjaan orang lain namun sebenarnya diri sendiri tidak becus ketika diberikan pekerjaan yang sama. Bisa jadi saya atau anda salah satunya.

Kalau menilai pekerjaan orang lain paling pinter. Cacat sekecil apapun akan nampak, sementara kekurangan dirinya yang bak lembah dalam tidak nampak.

"Harusnya dia nggak seperti itu. Itu arogan namanya. Harusnya dia khan lebih bijak......."
"Waah nggak bener itu. Mentang2 pemimpin mau menang sendiri. Harusnya khan....."

Diatas adalah contoh kasus yang nampaknya baik2 saja. Namun ternyata tidak demikian. Mungkin saja orang lain mengerjakan sesuatu kurang sempurna, namun apabila pekerjaan itu diberikan kepada kita, apakah kita mampu menyelesaikannya dengan lebih baik? Sangat belum tentu demikian. Malah seringkali lebih kacau.

Kita maunya melihat orang lain sesuai kehendak kita, tetapi mana bisa begitu? Manusia tercipta dengan perbedaan sifat dan kharakter. Orang yang tegas tidak akan bisa dirubah lemah lembut dan sebaliknya. Kalau semua menurut selera kita, maka hancurlah bumi ini.. hehehe

Tetapi begitulah manusia, mulutnya memang besar..

Image result for berkata baik atau diam

Sebaiknya nih,
Kalau hendak memberi saran, buktikan dengan tindakan
Kalau hendak mengajari, buktikan dengan solusi
Why? Karena (mungkin) ada saja orang yang bermulut besar, namun sebenarnya dirinya sendiri masih perlu banyak belajar, wabil khusus diri saya sendiri.. hehe

Kita ini (maksudnya ane..) gemar sekali memberikan kaca kepada orang lain, padahal sebenarnya kita sendirilah yang lebih layak diberikan kaca untuk bercermin. Masalah sesungguhnya bukan mereka, tetapi masalah itu prasangka yang ada di dalam dada..

Saya pernah mendengar ustad ceramah tentang hadist sbb,

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau hendaklah diam.” (HR. Bukhari-Muslim).

+ Situ kok ngomong?
- Oh iya ya? Hehehe Maap...

Intinya berkatalah yang baik, atau kalau tidak bisa diam lah. Jangan memperkeruh suasana dengan selalu menyalahkan orang lain, padahal sendirinya belum tentu mampu menyelesaikan pekerjaan itu dengan sempurna.

Kalau memang menyadari demikian, yakni tidak mampu mengerjakan lebih baik dari yang mereka sudah lakukan, sekali lagi lebih baik diam..

N/B
Boleh ngiklan khan? Ini dia yang saya yakin anda cari selama ini, yakni membuka tabir rahasia kehidupan dalam 2 panduan yang luar biasa,

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment